
Ningsih hampir saja menerkam Rina dan Rani kerena geramnya. Tapi Ningsih tidak melakukan apa apa pada kedua wanita itu, ia hanya menatap jijik.
Belum sempat semuanya itu terjadi, terdengar gedoran pintu sangat keras sekali. Dio yang berdiri langsung menuju daun pintu yang digedor gedor orang tanpa perasaan, Dio hanya mematung di pintu sambil berpikir keras, ia tidak menemukan anak kunci yang menggantung.
Gedoran pintu sangat keras sekali, Ningsih yang tahu Dio mencari kunci langsung menghampiri nya dan ia membuka pintu itu tanpa memperdulikannya.
Ketika pintu terbuka, Santi langsung masuk tanpa ba bi bu lagi ia manarik tangan Rani dengan terburu buru, Ningsih masih ada disana melonggo melihat adegan itu, Dio lanhsung mengejar Santi dan menghalangi Santi membawa Rani.
"Minggir!" Teriak Santi sambil mendorong tubuh Dio..
Rey langsung menghampiri ibunya dsn Rani..
"Bu, jangan main tarik saja!" Teriak Rey sambil melepaskan tangan Santi dan Rani. Tapi Santi menepiskan tangan Rey dengan satu tandanya..
PLAK
Santi menjerit seketika saat wajahnya ditempat oleh seseorang tidak tahunya Ningsih datang menghampirinya tiba tiba dengan lancangnya ia menampar muka Santi dengan kerasnya.Ningsih menyangka kalau Santi adalah ibunya dari Rina.
Dio, Rani, Rina dan Rey terpekik melihat Ningsing dengan sukses memberikan cap stempel di pipinya Santi.
"Kamu ajari menantu kamu untuk setia pada satu wanita!" Ningsih berteriak seketika juga.
"He, siapa yang menantu aku" sembur Santi agak.bingung apa yang dibicarakan wanita yang ada dihadapannya..
"Rey menantu.kamu.kan, harus nya kamu jaga menantu kamu ini supaya setia pada putrimu," jawab Ningsih percaya diri.
Ia tidak segan segan menyebut kalau Rey adalah menantu Santi. Dio dan Rina maupun Rani hanya tepuk jidat sambil tersenyum kecil, mendengar Ningsih yang menyangka kalau Santi mertua dari Rey.
Ya selama ini Ningsih dsn Santi belum pernah bertemu biarpun anak anak mereka pernah pacaran, Rani sebenarnya akan mengenalkan Ningsih pada Santi tapi selalu gagal, begitu juga dengan Rey..
__ADS_1
Apalagi waktu pernikahan dekat. Tapi tiba tiba Santi lanhsung memutuskan pernikahan sepihak otomatis kalau Rani dan Rey tidak pernah mempertemukan Ningsih dan santi.
Dan sekarang mereka.bertemu dalam keadaan yang tidak pernah Rani banyangkan sama sekali, pertemuan yang tidak pernah ia sangka sama sekali..
"Bu, beliau ibunya Rey," takut takut Rani mengenalkan Santi lada Ningsih ibunya.
"Apa?" Wajah Ningsih terkejut saat mendengar kalau Santi adalah ibu Rey.
Matanya menatap wajah Santi, Santi juga terkejut ia sama sekali tidak.pernah bermimpi kalau bakal bertemu dengan Ningsih.
"Oh, jadi kamu yang memilihkan istri pada Rey, dasar wanita nggak punya akhlak!" Teriak Ningsing langsung menyerang Santi..
Santi yang sudah siap langsung menerima tantangan dari Ningsih. Santi pun menyerang Ningsih dengan brutal. Santi dengan bernafas langsung memukul wajah, tangan, di pukul oleh Santi..
Dio dan Rey langsung memisahkan Santi dan Ningsih. Dio menarik Ningsih sedangkan Rey menarik santi sedangkan Rani dan Rina hanya diam saja, kedua wanita itu hanya menghela nafas dalam dalam melihat kejadian yang tidak diduga.
"He, kenapa kau gagalkan pernikahan mereka!" Terima Ningsih.
Dan sekarang Ningsih bertemu dengan Santi, wanita yang telah menyakiti putrinya ingin rasanya ia melempiaskan kemarahan yang ia pendam selama 5 tahun ini, tapi gagal kerena Dio menjauhi tubuhnya menjauhi Santi.
"Suka suka aku saja, kamu baru kenal juga sudah begitu!" Balas santi tidak terima kalau Ningsih memperlakukannya tidak baik pada dirinya.
"Dia anakku!" Teriak Ningsih tidak terima.
Bagian Santi yang terpaku mendengar kejujuran Ningsih. Ia tidak menyangka kalau wanita yang ada dihadapan itu adalah ibunya Rani. Wanita dimasa lalu anaknya.
Rey melepaskan pegangannya dari tubuh Santi, Santi benar benar sok dan terkesima, ditatapnya wajah Ningsih sedemikian rupa sampai Ningsih juga heran kenapa Santi menatap dirinya seperti itu.
"Oh! Jadi kalian hanya mempermainkan anakku saja, sudah ditinggal sekarang menjadi yang kedua!" cecer Ningsih
__ADS_1
Ia merasakan kalau didihan darahnya langsung naik ke ubun ubun nya. Ningsih merasa kalau Santi mempermainkan anaknya saja, ia sebenarnya kalau tahu kalau Rani akan menikah dengan Rey mungkin ia akan tentang keputusan itu.
"Maksudmu yang kedua? Rani cerita kalau dia bakal nikah dengan Rey waktu dekat ini? Dan aku menyetujui pernikahan dirinya dengan Rey?" tanya Santi ingin tahu.
Ia tidak menyangka kalau Ningsih telah tahu kalau anaknya akan menikah dengan Rey, sedangkan Rani dan Rina maupun Rey dsn Dio hanya melonggo atas kejadian tadi. Mereka tidak menyangka kalau Santi bakal menanyakan atas pertanyaan Ningsih.
Kalau Ningsih marah kerena Santi dengan mudah nya menyetujui pernikahan antara Rani dengan Rey tanpa sepengatahuan dirinya.
Sedangkan Santi menduga kalau kedatangan Ningsih kesini kerena Rani setuju kalau dirinya bakal menikah dengan Rey.
"Bu, kalau cari mama nggak disini bu, lebih baik ibu pulang saja," seru Rina panik.
Ia takut kalau Santi bakal menceritakan yang sebenarnya pada Ningsih keadaan Rani pada orang tua Rani. Hati Rina sebenarnya mengutuk ide Santi tentang pernikahan bohongan Rey dengan Rani kalau Ningsih datang. Tapi nyatanya malah Santi seperti amnesia apamyang ia omongkan, sebenarnya kalau Rina mau sih bisa saja membocorkan kehamilan Rani.
Kalau Rani memang hamil oleh Rey, itu sama saja mencoreng dirinya. Dan Rina bakal dicerca oleh Ningsih sebagai istri yang tidak becus menjaga suaminya
"Kamu ini apa apa an sih! Ibu mu itu ada di ruangan tengah, kamu panik kaya gitu!" hardik Santi melepaskan tangan Rina yang memegangnya.
"Kamu harus mengizinkan suamimu menikah dengan Rani, mumpung ibunya datang ngasih restu!" terima Santi bergembira.
"Apa menikah, jadi kalian belum menikah. Lalu Rani?" tanya Ningsih shock.
"Bu!"
Rina dan Rey berteriak bersamaan. Tapi terlambat, Ningsih telah tahu semuanya. Rina benar benar frustasi. Ningsih memandang wajah Rina dan Rani saling bergantian satu sama lainnya.
"Jadi maksud kalian apa? Ceritakan lah?" teriak Ningsih masih shock.
Ningsih meminta jawaban pada Rani yang ada disampingnya. Rani yang belum siap terlihat gelagapan mendapat pertanyaan dari Ningsih. Ia menatap wajah Dio dan Rey meminta bantuan.
__ADS_1
"Sebenarnya ini ads apa?" tanya Santi heran.
Santi langsung menatap Rey dengan pandangan matanya ingin tahu kronologinya. Rey hanya mendesah, ia mengutuk perbuatan Santi yang telah lupa apa yang pernah direncanakan, seperti Santi melupakan atau hanya pura pura lupa, Rey benar benar kesal sekali.*