BIAR IA HIDUP

BIAR IA HIDUP
Kerusuhan


__ADS_3

"Kalau aku sih pengen perpustakaan kita mengunakan SLiMS perpustakaan, itu sebenarnya mempermudah pustakawan untuk membuat ddc, slip pinjam, apalagi untuk mencari temu kembali bahan pustaka," keluh Rani pada Dio. 


"Kamu bilang sama Rey,"kata Dio..


"Udah tapi Rey tidak mau, malah katanya internetnya nggak stabil. Anehnya?" 


Adu Rani gemas pada Rey. Tapi ia juga tidak bisa berbuat apa apa sih sebenarnya, kepala sekolah sudah mengizinkan ia mengunakan aplikasi SLiMS perpustakaan, tapi Rey saja yang tidak bisa bantu. 


"Bu," panggil seseorang. 


Rani langsung melarikan kepalanya untuk melihat siapa yang memanggil dirinya, di belakang terlihat Vian berdiri tidak jauh darinya. 


"Ayah," Vian menyebut nama Surya. 


"Ayah?" Tanya Rani menatap wajah Vian bertanya. 


"Ayah sama pak Rey bertengkar di ruangan kelas." Vian terbata bata. 


Rani dsn Dio saling bertatap Lalu mereka lanhsung menuju tempat yang ditunjukan oleh Vian. Setengah berlari ia menuju ruangan bawah. 


Di kelas bawah terlihat adegan Rey dsn Surya baku hantam, saling sikut dan saling mendorong maupun saling menyakiti satu sama lainnya. 


Kejadian itu sebenarnya tidak pernah Rey duga sama sekali. Surya sebenarnya datang untuk menemui Vian, kerena Surya tahu sekolah Vian maka ia mendatangi Vian. 


Awalnya Surya dipersilahkan duduk di kursi ruang guru, ia sedang menunggu Vian datang. Tapi sebelum Vian datang, Rey yang keluar dari ruang perpustakaan awalnya menuju ruangan TU, tapi kerena ruangan TU tidak ada maka ia langsung ke ruang guru.


Ketika keduanya saling tatap, kedua nya sangat terkejut sekali kerena mereka saling kenal dan pernah bertemu. Tapi pertemuan dulu membuat ayahnya Rey meninggal kerena di tikam oleh Surya. 


Tapi waktu Rey ingin menuntut balas, Surya malah kabur dan tidak diketahui lagi kabarnya. 


Ketika mereka bertemu kembali di sekolah ingatan Rey langsung tertuju pada 5 tahun yang lalu, ayahnya ditikam di hadapan dirinya sampai meninggal, sedangkan orang yang membunuhnya kabur tanpa jejak. 


Rey masih ingat wajah Surya, ia sangat geram sekali. Tanpa ba bi bu lagi atau mennayakan tentang keberadaan Surya, Rey langsung menyeret tubuh Surya menuju kelas bawah. 


Surya bukannya tidak melawan, ia melawan dan memukul Rey. Semua guru disana juga ingin melerai keduanya tapi Rey malah menampar guru yang melerai nya. 

__ADS_1


Surya yang melihat Rey bertindak kasar langsung meringkus Rey tapi laki laki itu lanhsung berontak dan menghantam tanganya ke pundak Surya sampai Surya tergelincir jatuh ke bawah. 


Bukannya menolong Surya, Rey langsung membawa Surya menuju bawah. Biarpun jam belajar berlangsung tapi mendengar ada keributan beberapa siswa yang belajar langsung keluar dari kelas masing masing ingin melihat apa yang terjadi. 


Rey langsung membawa Surya ke ruangan yang kosong, Rey sengaja menutup pintu supaya tidak ada yang melihat. Tapi terlanjur semuanya melihat kejadian itu, Vian yang mendengar Rey menarik seseorang langsung menyusul ke bawah. 


Matanya langsung terbelalak menangkap sosok ayahnya yang ditarik, tanpa menunggu waktu Vian langsung mencari Rani untuk memberi tahukan kalau Rey melakukan kekerasan pada ayahnya..


Tapi pas ke ruangan perpustakaan, Vian kecewa kerena Rani tidak ada di ruangan itu, tapi saat matanya melihat parkiran ia menemukan sosok Rani duduk bersama Dio. 


Rani dan Dio yang melihat ada keributan langsung menghampiri Rey dsn Surya. 


"Rey hentikan!" Teriak Rani keceplosan memanggil nama Rey di hadapan para siswa yang melihat adegan yang tidak pantas. 


Rey dan Surya langsung melihat pada orang yang memanggilnya. 


"Ran, kamu tahu laki laki ini yang bunuh ayahku! Dia seharusnya mendekam di penjara bukan berkeliaran seperti ini!" Teriak Rey emosi. 


Ia tidak terima kalau Rani harus membela laki laki yang telah merenggut nyawa ayahnya sedemikian kejinya. 


"Jangan ikut campur, ini urusan laki laki!" Rey marah. 


"Kak, apa kakak nggak malu, " Dio menambahkan. 


Apalagi matanya melihat hampir semua siswa melihat apa yang dilakukan Rey, Rey juga tahu itu tapi hatinya tidak bergeming sama sekali. 


Rey tidak menghiraukan apa yang dikatakan oleh Dio, ia langsung mengangkat kerah baju Surya, Surya yang memandang wajah Rani terkejut sekali, saat tanganya Rey menarik kerah baju nya. 


Hampir saja Surya jatuh, ya kerena Surya ingin melepaskan tarikan tangan Rey yang telah menarik kerah bajunya. Saat ia ingin melepaskan tangan Rey, dsn tubuhnya hampir saja tersungkur. Untung Dio langsung menangkap tubuh Surya. 


"Kak hentikan semuanya!" Teriak Dio..


Ia sebenarnya malu pada Rey yang telah mencoreng mukanya dengan kejadian yang dialaminya. 


PLAK 

__ADS_1


Sebuah tamparan mengenai wajah Rey. Rey terkejut saat tahu Rani menampar wajah dirinya dengan keras sekali, Rey hanya meringis kesakitan. Rani langsung membawa Surya, tapi satu sosok menghampiri Surya, seorang gadis ABG langsung memeluknya dengan erat sekali. 


Surya pun memeluk tubuh Vian putrinya dengan erat sekali, melihat itu Rani hanya bergeming menyaksikan adegan ayah dan anak yang saling berpelukan satu sam lainnya. 


Dio juga menarik tangan Rey, ia hampir saja melakukan kekerasan pada kakak iparnya tapi rencana diurungkan kerena itu sama saja mempermalukan dirinya. Rey berusaha melepaskan tangannya yang di pegang oleh Dio tapi ngenggaman Dio lebih kuat dan kekar. 


Semua siswa memandang kearah keduanya dengan perasaan bertanya tanya pada hati mereka tapi tidak ada jawaban yang pasti. 


"Kak, kenapa kakak seperti ini?" Tanya Dio setelah sampai di tempat yang sepi. 


Ia sengaja bicara di tempat sepi supaya tidak ada orang yang mendengarkannya. 


"Kamu nggak bakal percaya kalau.aku.mengatakannya," tampik Rey sewot. 


"Apa kerena ayah kakak meninggal oleh pak Surya, jadi kakak main hakim sendiri? Seharusnya kakak telpon polisi sekarang atau kakak tutup gerbang supaya pak Surya tidak kabur, " cerocos Dio. 


"Tapi kenapa kakak malah menghajar pak Surya itu kakak sama saja dengan dia," lanjut Dio. 


Rey tidak menjawab pertanyaan Dio yang benar benar menohok hati Rey, sebenarnya bukanya ia tidak.lapor polisi kerena Surya waktu itu bagaikan belut yang licin dan Surya terdaftar sebagai buronan polisi. 


Tapi anehnya sekarang polisi seperti melupakan kasus penangkapan Surya jadi laki laki itu seperti bebas menghirup udara, sedangkan ayahnya mati tragis di tangan Surya itu yang Rey tidak terima sama sekali. 


"Kalian sebenarnya ingin aku bagaimana?" Tanya Rey menatap wajah adik iparnya. 


"Kalau memang kakak ingin menjebloskan pak Surya ke penjara silahkan, mumpung dia masih ada di sini. Atau kakak buka lagi kasus pembunuhan ayah kakak, " kata Dio menjelaskan. 


Ia sebenarnya tidak melarang menjebloskan Surya ke penjara kalau memang Surya salah, seharusnya Surya mempertangungjawabkan perbuatannya pada polisi.


"Waktu ayah kakak meninggal adalah saksi yang melihat kejadian itu?" Tanya Dio. 


Akhirnya Dio mengintrogasi kakak iparnya supaya berkata jujur. 


"Banyak, dan sekarang saksi itu masih hidup," 


"Apalagi kalau saksi masih hidup enak, kita bisa bantuan dari saksi itu!" Jelas Dio.*

__ADS_1


__ADS_2