
Hari itu anehnya Rani berkunjung ke rumah Dio. Menurut Dio rumah itu sepi kerena Santi dan Amanda sedang pergi entah kemana. Rani yang tahu Santi dan Amanda tidak ada di rumah melalui Dio, malah mengajak Dio ke rumah Amanda sambil membawa Anindya.
Mau tidak mau Dio mengizinkan Rani untuk ke rumahnya, biarpun hatinya penasaran atas ajakan dari Rani tersebut. Rani tidak pernah mengajak ke rumah Dio, kalau saja tidak ada hal yang penting, tapi hari ini ia malah mengajak Dio setelah menceritakan kalau Santi dan Amanda tidak ada di rumah.
"Aku merasa heran kok kamu mengajakku ke rumah aku sendiri?" tanya Dio menyuruh Rani duduk di kursi.
Rani tidak menjawab pertanyaan Dio, ia langsung duduk di kursi. Sambil membaringkan Anindya di kursi disampingnya.
"Aku curiga sama Santi, tapi apa ada bukti kalau Santi berada dalam Masalah yang menimpah aku dan kakakmu?" Rani bukan menjawab pertanyaan dari Dio malah melontarkan pertanyaan pada Dio.
"Maksudmu, tentang kamu dan kakak apa ya?"
"Mungkin ada orang yang menginginkan aku dan Rina maksudku itu." jelas Rani.
"Maksudku menghancurkan Rina dan aku, untuk dihancurkan tapi aku nggak tahu motifnya apa?" lanjut Rani menjelaskan pada Dio.
Rani mengatakan kalau dirinya dan Rina sebenarnya ada yang mengincar, tapi siapa yang mengincarnya itu belum diketahui Sam sekali, Dio hanya mendengarkan saja apa yang keluar dari hati Rani.
Ia.akhienya membenarkan apa.yabg Rani katakan kerena kejadian yang terjadi seperti ada rekayasa dari orang orang yang telah mengenal jauh Rina dan Rani.
"Siapa kira kira yang kita curigai dulu?" tanya Rani menatap Dio.
"Aku lebih ke Santi sih! Tapi nggak tahu juga ya?"
"Alasan kenapa kamu curiga pada mertua kakak kamu."
"Aku curiganya kerena ia menyuruh Rey menikah dengan kamu dengan alasan ingin punya anak dari Rey. Alasan nggak masuk akal sih." ungkap Dio heran.
__ADS_1
Rani mengangguk mendengarkan alasan dari Dio. Apa yang Dio pikirkan sebenarnya ia pikirkan, Rani dari awal bertemu dengan Santi sudah menduga hal hal yang menurutnya tidak masuk akal sih!
"Dio boleh aku menyelidiki kamar kakak kamu," kata Rani hati hati.
"Buat apa?" ketus Dio tidak suka.
"Nggak apa apa kok kalau.midal.kamu.nggak suka kalau aku masuk kamar kakak kamu,"
"Buat apa kamu mau masuk kamar kakak aku? Heran saja aku kok tiba tiba kamu ingin tahu kakak aku?" tanya Dio memberikan pertanyaan pada Rani.
"Aku curiga kalau kakak kamu," Rani tidak melanjutkan apa yang ia katakan.
"Kamu menuduh kakak aku dengan mertuanya sekongkol?" pojok Dio menatap Rani.
"Bisa jadi sih!"
Tapi Rani melihat Dio emosi tidak terpancing oleh amarah Dio yang tiba tiba keluar begitu saja. Ia tahu kalau Dio marah tapi Rani tidak mungkin marah pada Dio, wajar kalau Dio marah pada dirinya kerena siapa yang ingin saudaranya di jelek kan oleh orang lain didepan saudara sendiri.
"Udah jangan marah, aku cuma becanda," suara Rani lembut untuk mencairkan hati Dio.
"Kalau kamu mau silahkan saja, tapi jangan sampai berubah ya barang barangnya." izin Dio akhirnya.
Ia sebenarnya tidak tega kalau tidak mengizinkan Rani, wanita itu hanya diam saat Dio memberikan izin pada dirinya. Akhirnya Rani mengangguk, setelah ditunjukan kamar Rina, Rani langsung melangkah menuju kamar Rina, hatinya berdebar keras sih kerena kamar itu kamar Rina dsn Rey.
Tapi pas Rani akan membuka pintu kamar Rina tapi kamar itu di kuncinya, ia balik lagi ke ruang tamu melihat itu Dio menatap heran pada Rani yang berwajah lesu.
"Pintu di kunci!" seru Rani tidak semangat.
__ADS_1
Dio melonggo mendengar Rani, tanpa bicara lagi ia langsung menuju kamar Rina. Apa yang dikatakan Rani memang benar kamar Rina dikunci, sampai Dio keheranan sejak kapan kamar kakaknya di kunci? Seingat ia kamar Rina tidak pernah di kunci biarpun Rina tidak ada di rumah, tapi sekarang kamar itu di kunci, ada pertanyaan yang mengiris hatinya.
Akhirnya Dio kembali ke Rani, dsn duduk di kursi yang sama.
"Kamu istirahat saja yuk di kamar aku." ajak Dio akhirnya mengajak Rani untuk ke kamar Dio.
Awalnya Rani menolaknya tapi Dio memaksanya, Dio juga langsung memangku Anindya dibawa ke kamarnya yang tidak jauh dari kamar Rina. Mau tidak mau Rani mengikuti Dio menuju kamarnya biarpun hatinya ragu sih. Tapi ia tepiskan keraguan itu.
Kamar Dio sejuk sekali. Rapi dan wangi. Untuk ukuran kamar laki laki menurut Rani kamar Dio cukup bersih sekali, Sepoi angin diluar twrasa sejuk sekali, apalagi jendela kamar Dio ada pohon yang rindang otomatis udara masuk semuanya membuat kamar nyaman sekali biarpun tidak mengunakan AC juga.
"Aku cari makan buat kita ya, kamu istirahat saja yang nyaman di kamar ini. " Dio lanhsung beranjak dari duduknya.
Setelah menidurkan Anindya, Dio berdiri dan berniat akan membelikan makanan siang buat mereka berdua. Rani mengangguk saja, kerena memang dari tadi ia lapar. Apalagi sekarang ia masa menyusui Anindya harus banyak makan supaya tidak.kelaparan.
Setelah Dio pergi, Rani melihat barang barang yang ada di kamar Dio tertata rapi sekali, ia beranjak dari duduknya mengambil salah satu buku yang ada diatas lemari.
Ia.meraih buku itu! Tapi tiba tiba sebuah kertas jatuh tidak jauh dari kaki Rani. Rani mengkerutkan kulit wajahnya melihat ada kertas yang jatuh dari baku yang ia pegang, akhirnya ia menyimpan buku itu lalu mengambil secarik kertas yang jatuh.
Ia duduk di lantai dengan bersila, Rani dengan tangan bergetar membuka keras itu sebuah surat dengan tulisan Rina.
Dek, kalau kamu menemukan surat ini, tolong jangan biarkan Rani mengikuti apa yang mertua kakak inginkan. Bukan kakak cemburu, tapi kakak sudah tahu apa yang ia bakal lakukan pada Rani, kakak bukan mengada-ada dek, bukan. Mungkin kalau Rani tahu tidak mungkin percaya sama kakak, kakak nggak mau kalau diantara kami berdua dijadikan permainan oleh mertua kakak.
Mertua kakak lah yang merencanakan semuanya, pernikahan palsu. Suami kakak juga ngga tahu apa yang mertua kakak lakukan. Dek, kakak nggak bisa bilang semuanya kerena kakak juga berada dalam bahaya.
Kakak juga nggak cerita ini pada suami kakak, Rey juga seperti nyantjdks tahu sih! Kakak hanya ingin menolong Rani tapi semuanya terlanjur gagal. Kakak mengatakan ini pada kamu, bukan kerena kakak cemburu sama Rani. Kakak hanya ingin melindungi Rani kerena kakak tahu kamu mencintainya dengan tulus.
Mertua kakak mau merencanakan semuanya melalui pernikahan Rey dan Rani. Kalau saja kakak tahu dari awal mungkin ceritanya tidak seperti ini..
__ADS_1
Maafkan kakak, kakak hanya bisa menuliskan ini buatmu dek. Salam sayang dari kakakmu Rani.