
Akhirnya Santi dan Rina duduk di ruang tamu. Santi masih bertanya tanya dalam hatinya masalah pertemuan Rani dan Surya.
"Kamu sebenarnya ketemu hanya ingin ngomongin aku ya sama Surya itu!" Teriak Santi memojokan Rani.
"Bi!" Teriak Rani gemas.
Santi terbelalak mendengar sebutan Rani ia yang terdengar keras dan tegas. Apalagi sebutannya juga bibi pada dirinya, Santi shock mendengarkan nya juga tidak menyangka kalau Rani bakal melakukan panggilan itu pada dirinya.
Santi menatap wajah Rani dengan tajam sekali, Rani pun membalas tatapan Santi.
"Bi, sebenarnya yang bibi inginkan dari aku apa?" Desak Rani pada Santi..
"Maksudmu?"
"Kenapa bibi selalu mematai aku? Dan bibi menanyai aku tentang Surya, sebenarnya tujuan bibi apa?" Ketus Rani.
Ya ia sebenarnya kesal pada sikap Santi yang tidak pernah berubah sama sekali pada dirinya, apalagi pas mereka di perpustakaan milik Surya.
Kalau saja tidak ada peristiwa Santi mendorong tubuh Rina mungkin ia bisa melampiaskan rasa kesalnya pada Santi. Apalagi ia melihat Santi marah marah dan membuat onar.
"Aku kesini ingin tahu saja kamu bertemu dengan Surya," suara Santi lembut.
"Buat apa bi, kenapa sih bibi ingin tahu semua yang aku alami?" Tanya Rani mengelengkan kepala.
"Sekarang kamu sudah melawan aku ya, apa kerena ayah kamu Surya jadi kamu seperti ini,"
"Maksud bibi apa aku nggak ngerti apa yang bibi maksud. Aku ketemu dengan ayah kenapa bibi ya ribut?"
"Ya aku ketemu ayah di sekolah, aku telah bertemu, puas bi!" Teriak Rani..
Wanita itu langsung meninggalkan Santi yang masih di ruang tamu, ia masuk kamar dan mengunci pintu kamarnya. Di kamar Rani hanya bisa.menrik.nafas dalam dalam.
Santi yang melihat Rani yang pergi begitu saja hanya mengepalkan tanganya, tanpa permisi lagi ia langsung pergi begitu saja.
Di perjalanan ia masih bertanya tanya masalah pertemuan Rani dengan kakak sepupunya. Ia hanya ingin tahu saja apa yang mereka bicarakan berdua, tapi tidak ada jawaban yang memuaskan dari Rani..
__ADS_1
Sedangkan Rani yang ada di kamar hanya bisa menghela nafas panjang saja, ia juga heran dari mana Santi tahu kalau ia bertemu dengan Surya.
'Pasti anaknya,' bisik Rani kesal.
Ya ingatannya tiba tiba pada Rey. Kerena Rey juga beberapa kali menanyakan apa yang ditanyakan Santi sekarang. Ia menduga kalau Rey menyuruh Santi untuk mengorek keterangan pada dirinya. Ada helaan nafas yang keluar dari mulut Rani.
'Ibu dsn anak sama saja,' bisiknya.
Ia merebahkan tubuhnya di samping anaknya.
*
Paginhari mentari pagi bersinar dengan terangnya, burung burung kecil bersuara riang sekali menyambut datangnya pagi yang inndahnya.
Perkampungan yang ditempati Rani benar benar asri sekali, apalagi jalan yang dilewati Rani berangkat ke sekolah begitu lengang. Hanya satu dan dua kendaraan yang hilir mudik, untuk sampai ke tujuan.
Rani dengan antusiasnya langsung masuk ke ruang perpustakaan, udara pagi masuk ke ruangan perpustakaan. Membuat ruangan perpustakaan begitu hangatnya, Rani langsung menyapu dan membereskan buku buku yang ada di ruangan itu dengan hati yang riang sekali.
BRAK!
Buku yang dipengang oleh Rani terjatuh kerena saking kagetnya saat mendengar suara yang keras.
"Rey kenapa?" Teriak Rani kesal.
Rey bukannya langsung menjawab pertanyaan Rani, langsung menghampiri wanita itu dan menarik tangan Rani dengan kasarnya. Sampai buku yang di pegang Rani terjatuh dan tercecer begitu saja.
Rani yang akan mengambil buku itu kembali tapi tidak jadi, kerena tanganya ditarik dengan cepat oleh Rey. Akhirnya Rani mengikuti Rey. Di ruangan perpustakaan, ada ruangan lagi dengan ukuran 3x3², dengan teganya Rey langsung mendorong tubuh Rani sampai Rani tersungkur di lantai.
"Rey! Sakit!" Teriak Rani berusaha bangkit..
Tapi Rey dengan sengaja langsung mendorong tubuh Ranty, laki laki itu jongkok di hadapan Rani. Matanya ada kilatan kemarahan yang memuncak.
"Kamu ngapain ibu?"
Rey langsung menarik rambut Rani dengan kerasnya sampai wanita itu meringis kesakitan akibat tarikan tangan Rey, Rani berusaha untuk melepaskan tangan Rey yang menggenggam rambutnya tapi laki laki itu melepaskan begitu saja.
__ADS_1
"Rey sakit!" Teriak Rani.
"Jawab! Pertanyaan aku tadi!" Teriak Rey kasar sambil mendorong kan kepala Rani.
PLAK
Dengan spontan Rani langsung melayangkan tangannya pada oioi Rey, ia sudah cape ditindas oleh Rey dari sejak dulu sampai sekarang.
Rey yang tidak menyangka kalau Rani bakal menampar pipinya hanya menggeram kasakitan saat Rani berhasil memberikan cap tangan di pipinya.
"Kamu berani!"
"Kenapa nggak Rey, dari dulu kamu selalu jahatin aku. Sekarang aku nggak mau kamu jahatin aku lagi!" Sembur Rani berang.
Rani langsung beranjak, ia berdiri dan langsung mendorong tubuh Rey ke depan, Rey yang jongkok terkejut sekali kerena Rani mendorong tubuhnya dengan keras, kerena tidak bisa mengimbangi tubuhnya Rey langsung terjungkal ke belakang dan kepalanya terbentur tembok dengan kerasnya.
Dari mulut Rey terdengar jeritan kesakitan, tanganya langsung mengusap kepala yang terasa sakit, sedangkan Rani saat Rey menjerit ia langsung ke luar dari ruangan perpustakaan.
Tidak lama kemudian Rey menyusul dengan wajah memelas sekali, ia duduk di samping Rani. Tapi wanita itu hanya diam saja, ya hanya matanya melirik Rey yang kesakitan.
"Jadi cewek kasar banget sih!" Gerutu Rey tidak suka.
"Apa pantas seorang cowok kasar sama cewek, apa mentang mentang cowok jadi seenak saja menyiksa cewek!" Ketus Rani kesal.
Rani membalas kata kata Rey kerena Rey yang duluan berkata seperti itu. Ia juga tidak mungkin kalau Rey tidak mendahului kasar tudakmmungkin ia juga bertindak kasar pada Rey.
Sudah cukup penderitaannya oleh Rey di masa lampau, sebenarnya ia tidak ingin mengungkit kelakuan Rey seperti itu tapi kerena Rey tidak pernah berubah sama sekali.
"Kalau ngomong, ngomong yang baik baik jangan kaya pencuri saja!" Dengus Rani.
Ia.sudsh tahu tujuan Rey ke perpustakaan apalagi saat Rey menyebut ibunya Santi, ia merasa nyakin kalau Santi langsung kwnrumah Amanda sepulngnya dari rumahnya.
"Kamu hanya ingin bilangan, kalau ibumu itu sebenarnya kemarin ke rumahku untuk cari informasi tentang pertemuan aku dengan Surya." Lanjut Rani asal bicara..
Rey yang mendengar lanjutan kata kata Rani hanya menatap Rani dengan tatapan tajam, iantidak menduga kalau Rani bakal tahu kalau kedatangan nya ke ruangan perpustakaan akan menyakan hal itu pada Rani.
__ADS_1
"Jangan menatapku seperti itu, itu kan yang ada dipikiranmu," kata Rani melirik Rey yang ada dihadapan nya.
Rey tidak langsung menjawab kata kata Rani, ia hanya mengelangkan kepala saja. Hatinya merasa berdosa kerena telah menganiaya Rani tadi.*