BIAR IA HIDUP

BIAR IA HIDUP
Rencana Rey


__ADS_3

Sebelumnya Rey mendatangi rumah Dyan. awalnya Dyan tidak mau mengikuti apa yang Rey katakan kerena apa, Dio adalah sahabat yang dianggap kakak olehnya.


Tapi Rey mengancam kalau Dyan tidak menuruti perintahnya maka ia bakal menyiksa Rani dan janinnya yang dikandungnya. Dyan yang mendengarkan ancaman Rey tidak berkutik lagi. Ia menyesal tidak memiliki nomor hp Rani maupun Dio yang bisa.dihubungi supaya ia membongkar rencana Rey kepada keduanya.


"Aku nggak akan membiarkan kalian lolos!" gertak Rey puas.


Dyan mengepalkan tangannya, ia tidak bisa melawan kekuatan Rey. Bisa bisa ia yang bakal jadi bukan bulanan Rey. Biarpun ia baru bertemu dengan Rey beberapa tahun yang lalu tapi Dyan tahu Rey sebenarnya sangat ambisi untuk menguasai milik Rina.


Sebenarnya Dyan tahu itu, tapi ia tidak bisa berbuat apa apa. Dan Rey merencanakan pertunangan dirinya dengan Dio, untuk menjauhkan Rani pada Dio atau sebaliknya.


Rey sebenarnya tahu kalau Dyan tahu rencananya maka dengan itu Rey berusaha menjadikan Dyan kaki tanganya supaya tidak membongkar rencana dirinya pada Rani dan Dio.


"Ya Allah apa yang aku harus perbuat Dio." rintih Dyan pasrah.


Dyan juga shock saat Rey mengaku dihadapan Hamdi kalau ia menghamili Rani. Bukan hanya Dyan Hamdi juga tidak menyangka sama sekali.


"Kamu serius?" tanya Hamdi terbelalak.


Hampir bola matanya keluar semuanya mendengar kejujuran Rey. Laki laki yang ada dihadapan Hamdi mengangguk dan tersenyum sinis, Hamdi yang melihat anggukan kepala Rey hanya mengelengkan kepalanya saja tapi tiba tiba Hamdi terdiam sejenak.


"Tapi aku tidak mengakuinya, hanya Rani saja yang berusaha mempertahankannya," dengus Rey.


Hamdi menatap wajah Rey dengan seksama saat ia mendengar dengus Rey seperti itu. Tangan Hamdi langsung diangkat menyentuh pipi bagian kiri mengunakan tangan kanannya, seperti orang berpikir jauh. Tapi tiba tiba wajah Hamdi begitu ceria ketika ia seperti menemukan sesuatu yang akan disampaikan pada Rey.


"Kamu mau memiliki tidak bayi itu?" tanya Hamdi.


"Buat apa aku mengakuinya kerena itu hanyalah anak haram," cerca Rey.

__ADS_1


Hamdi tersenyum sinis mendengar apa yang diucapkan oleh Rey dihadapannya.


"Oke, aku ngerti. Lebih baik kamu bujuk wanita itu nanti aku bakal mengambil bayi itu untuk adikku," kata Hamdi.


"Maksudmu?"


Hamdi langsung tanpa menunggu lagi menceritakan keadaan adiknya yang telah menikah selama 8 tahun belum dikarunia anak, mereka ( Fahri dan Ani ) berusaha melakukan berbagai hal untuk mendapatkan anak, dari bayi tabung yang gagal, pengobatan tradisional maupun pengobatan ala dokter tetap gagal.


Hanya satu mereka belum.mwncoba mengambil anak orang, niatnya mengambil di panti asuhan tapi mertua Ani hanya ingin tahu siapa orang ya bayi, mertua Ani tidak mau anak yang diadopsi anaknya tidak memiliki orang tua.


Ani awalnya tidak setuju rencana mertuanya, tapi setelah dijelaskan kalau anak yang orang tuanya jelas akan mempermudah mencari identitas dibandingkan anak yang ditinggalkan di panti asuhan.


Rey yang mendengar itu setuju begitu saja tanpa kompromi dulu pada Rani. Hamdi akhirnya menepuk bahu Rey dengan senyuman indahnya.


Dyan yang mendengarkan hanya diam saja. Dyan samar samar pernah mengenal Rani. Dan Rey pada saat itu menceritakan pada Hamdi, kalau Rani selalu bersama Dio dimana pun berada.


Dyan tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Rey pada Dio. ia juga tidak tahu reaksi Rina apa Rina memberi tahukan semuanya lada Dio atau tidak ia sama sekali tidak tahu.


Di ruangan ukuran 2x2m² ia terkurung tanpa ventilasi udara, ruangan yang pengap dan gelap, serta lembab dindingnya. Dan di kamar itu juga ia mendengar rencana Rey yang menjadikan dirinya sebagai pacar Dio, jujur Dyan dekat dengan Dio tapi untuk jadi pacarnya Dyan tidak mau. Apalagi Dio cerita kalau Dio mencintai Rani.


Dyan hanya mendesah.


"Ungkapkan lah pada Rani." ujar Dyan waktu itu.


""Rani memiliki pacar, tapi pacarnya malah meninggalakan dirinya." ujar Dio..


Dyan melonggo mendengar apa yang keluar dari mulut Dio..Rani punya pacar, tapi pacarnya meninggalakan Rani untuk menikah dengan wanita pilihan orang tuanya. Dio tidak cerita laki laki yang Rani cintai itu, Dyan jadi penasaran siapa laki laki yang tega. mencampakkan Rani.

__ADS_1


Akhirnya Dyan mengikuti apa yang dikatakan Rey, hanya ingin tahu apa yang akan Rey lakukan pada Dio dan Rani. Dan kenapa.alasan Rey ingin menjodohkan dirinya dengan Dio? Apa hubungannya dengan kehamilan Rani?


Pertanyaan demi pertanyaan tanpa ada jawaban sama sekali. Untung Rey tidak mengikat tangan kaki dirinya, ia hanya duduk berpikir bagaimana caranya keluar di ruangan itu?


Di nun jauh sana. Ruangan perpustakaan. Rey hanya termenung saja, pikiran ia kacau sekali, sekolah yang sepi kerena itu hari Minggu otomatis para siswa dan guru juga libur. Akhirnya Rey mendatangi Rani yang sedang memikirkan apa yang diucapkan Rina pada dirinya, kedatangan Rina yang mendadak membuat sisi lain dari Rina kelihatan..


Rey yang gusar kerena.penolahan Rani sangatlah bernafsu memukul Rani tapi Dio datang, kerena Rina menyuruh dirinya untuk mendatangi Rani kembali.


Apa yang dikhawatirkan oleh Rina pada Rani terbukti, Rey hampir saja memukul beberapa kali Rani untung Dio datang menyelamatkan Rani dari amukan Rey.


"Dia anakku!" teriak Rey berteriak di muka Dio.


"Anak? Sejak kapan kamu mengakui itu anak kamu mas? sejak kapan?" tantang Dio gemas mendengar apa yang di teriaki Rey dihadapannya.


Rey gelagapan mendapat jawaban dari Dio seperti itu, kerena selama ini memeng Dio belum.oeenah melihat dirinya memperhatikan kandungan Rani sama sekali.


Bukan hanya Dio yang berontak mendengar apa yang diucapkan Rey. Rani yang masih duduk pun terkejut sekali. Lalu wanita itu mengangkat wajahnya menatap wajah Rey. Ada kisi yang merasuki hatinya, tapi ia tepiskan begitu saja.


Secara berlahan ia bangkit dan mendekati Rey dan Dio.


"Rey, apa aku nggak salah dengar apa yang kamu ucapkan? sejak kapan kamu mengakui kalau janin yang aku kandung adalah anak kamu?" tanya Rani tertawa tawar dan sinis menatap wajah Rey.


"Apa benar kata kak Rina kau ingin anak itu hanya ingin mengambil keutungan sepihak?" gelegar Dio tajam.


Dio menatap penuh dengan amarah yang meluap, ia sekilas mendapatkan berita kalau Rey ingin memliki bayinya hanya untuk kesenangan dirinya saja.


Rina tidak sepenuhnya cerita tentang Dyan keseluruhannya. Kerena ia menyuruh Dio buru menuju rumah Rani, Dio akhirnya langsung menuju rumah Rani biarpun hatinya diliputi penasaran apa yang akan dilakukan Rey pada Rani dan janin yang dikandungnya.*

__ADS_1


__ADS_2