
"Ke Cikoncang yuk!" ajak Rani pada Zoya.
Zoya lanhsung menatap wajah kakaknya heran, kerena Zoya tahu kalau kakaknya jarang banget jalan jalan atau Hura Hura, tapi ini malah kebalik.
"Ada masalah?" selidik Zoya menyelidik kakaknya.
Bukannya menjawab Rani hanya menghela nafas dalam dalam, lalu menghembuskan secara berlahan. Rani akhirnya mengangguk mengiyakan. Melihat anggukan kepala Rani, Zoya menyipitkan matanya.
"Kakak nggak tahu kenapa harus kakak yang jadi korban," keluh Rani.
"Korba? korban apa sih kak?" tanya Zoya bangkit dari rebahan nya.
"Kemarin masalah Rey sekarang masalah ayah," Hela Rani pasrah.
"Aku nggak ngerti arah bicara kakak,"
"Ayo lah cepat biar kakak disana ceritanya." bujuk Rani.
Tanpa menunggu lama Zoya lanhsung beranjak ke dalam kamar untuk menganti baju, tapi sebelum mereka berangkat Dio datang dan menatap keduanya dengan tatapan mata heran melihat kedua kakak dan beradik seperti akan berangkat.
"Kamu mau kemana?" tanya Dio menatap wajah kedua kakak dan beradik saling bergantian.
"Kak Dio mau ikut kita ke cikoncang!" ujar Zoya.
"Ke Cikoncang? ada apa? Kalian berdua?" tanya Dio bertubi tubi.
"Tuh kak Rani." tunjuk Zoya pada kakaknya.
Dio menatap Rani, Rani agak menghindar dari tatapan mata Dio."Ran, boleh aku ikut? Aku yang nyetir, kasihan kalau kamu yang nyetir." ujar Dio cepat.
Ia tidak ingin kalau Zoya atau Rani membawa motor ke cikoncang, ia tahu jalan cikoncang bagaimana. Jalan nya.memamg enak, tapi jalan kesana berbelok belok, dan melewati beberapa hutan untuk sampai kesana.
Dio khawatir kalau mereka kehujanan di jalan apalagi harus bawa bayi. Dio menatap wajah Rani minta persetujuan, Rani bukan menjawab tapi menatap wajah Zoya.
Gadis 18 tahun itu langsung mengangguk menyetujui saran dari Dio. Sebenarnya tadi ia menghubungi Dio untuk ke cikoncang tapi Dio tidak mengangkat hpnya.
__ADS_1
"Ya udah lah!" Dengus Rani.
Mereka bertiga akhirnya mengunakan Avanza Dio yang ia bawa menuju ke cikoncang. Perjalanan yang ditempuh oleh mereka 1 jam mengunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, itu juga dengan kecepatan tinggi antara 100/Km.
Menuju ke cikoncang harus melewati hutan yang rimbun dan jalan berbelok, kalau malam ngeri banget kerena gelap jalannya juga kemungkinan sepi.
Setelah satu jam, mereka sampai kesebuah bendungan cikoncang, bendungan ini perbatasan antara kabupaten Pandeglang dan kabupaten Lebak.
Rani dan Zoya langsung memesan bakso ikan, somay, es gula merah, serta karedok ( sejenis makanan pecel tapi karedok ini dibuat dari sayuran mentah yang terdiri; toge, kol, kacang panjang, terung ungu, yang dicampur oleh sambel kacang ).
Dio juga tidak lupa memesan nasi liwet dan ikan Nila bakar, 1½ porsi.
"Vian ngasih kabar buruk sama kakak," kata Rani menatap Zoya.
Rani membuka pembicaraan setelah mereka menyantap pesanan yang mereka pesan. Zoya langsung menatap wajah Rani dengan seriusnya.
Kerena dari rumah Rani telah cerita sedikit tentang Surya, harus kepotong oleh ajakan Rani. Dio yangbtudak tahu apa apa juga langsung menatap wajah Rani.
"Surya tahunya kalau aku anak Ilham, Surya ingin membunuh Anindya kerena menyangka kalau Anindya adalah cucu dari Ilham."
"Kamu kata siapa?" tanya Dio kaget.
"Vian kata siapa, kamu jangan terpengaruh oleh kata kata orang!" ketus Dio tidak suka.
"Senja, wanita itu yang mengatakannya, masa dia bohong sama Vian,"sengit Rani.
"Alasan yang tidak masuk akal, kenapa Surya ingin bunuh Anindya?"
"Kamu nggak ngerti ya Dio, Surya ingin membunuh Anindya dan aku kerena aku anak Ilham. Menurutku mungkin bapak dan ayah bermusuhan?" duga Rani.
"Kita harus menyelesaikan ini secepatnya, pak Surya nggak boleh melakukan itu kerena kak Rani bukan anak bapak," ujar Zoya cepat.
"Kak, adalah hubungan dengan kak Rey yang ingin mengugurkan kandungan kakak," lanjut Zoya menatap Rani.
DEG
__ADS_1
Hati Rani tersentak kaget saat Zoya mengatakan Rey. Ia menarik nafas lalu dihempaskan begitu saja.
"Ran, aku nggak mengharapakan apapun dari kamu. Kalau terjadi apa apa pada ank itu jangan salahkan aku." kata kata Rey terhiang hiang kembali.
"Maksud kamu apa Rey?" tanya Rani menatap Rey..
"Kamu nggak mungkin percaya apa yang aku katakan, aku hanya ingin melindungi kamu saja. Tapi syaratnya gugurkan kandungan mu," ketus Rey.
"Kenapa sih Rey yang kamu bahas itu hanya mengugurkan janin ini, aku nggak akan mengugurkan kandungan ini. Dia anak kita Rey anak kita," teriak Rani.
Rani kehabisan kata kata saat Rey meminta dirinya untuk mengugurkan janin yang ia kandung tanpa ada penjelasan apa apa dari Rey.
"Aku hanya ingin memiliki bayi ini, jadi jangan pisahkan aku Rey dengan bayi ini." pinta Rani akhirnya.
"Oke, aku nggak akan melarang kamu untuk.mwngutus bayi itu saat lahir nanti, tapi kalau terjadi apa apa jangan sampai kamu menyesal," ketus Rey.
Rey berusaha untuk tutup mulut, saat Rani minta penjelasan atas apa yang Rey katakan, tapi Rey tidak pernah menjelaskan apa apa terhadap dirinya.
"Ran, ada apa?" tanya Dio yang melihat Rani terdiam saat Zoya mengatakan perkataan itu pada Rani.
"Apa ada hubungannya Surya dengan Rey?" ulang Dio meminta penjelasan pada Rani.
"Aku nyakin ada hubungannya, tapi aku nggak tahu apa yang mereka rencanakan," Hela Rani.
"Hubungan? Ingin membunuh Anindya?" tanya Dio.
Rani mengangguk dengan cepat."Aku nyakin, tapi aku juga tidak tahu apa yang mereka lakukan padaku?"
"Tapi, Ran. Mas Rey sudah tahu identitas kamu, kamu bukan anak Ilham tapi Surya. Masa mas Rey bakal membunuh anaknya sendiri biarpun itu bukan anak nasabnya?" tanya Dio.
Dio mengatakan itu kerena ia hanya tahunya kalau Rey sudah tahu identitas Rani kalau tujuan Rey membunuh Anindya untuk apa kalau Rey sudah tahu kalau anak Rani itu adalah cucu dari Surya bukan Ilham.
Dio menyangkanya kalau Surya dan Rey satu kelompok yang bakal menculik dan menganiaya Anindya dan Rani. Jadi menurut Diao tidak mungkin kalau Rey bakal membunuh dari daging dirinya kalau ia tahu itu anak itu adalah cucu Surya.
Dio tidak tahu kalau antara Surya dan Rey beda kelompok. Surya menganggap Rani anak Ilham, sedangkan Rey tahu Rani anak yang membunuh ayah kandung Rey yaitu Surya.
__ADS_1
Kemarin lima tahun yang lalu ia bisa menerima Rani menjadi pacarnya kerena Rey menyangka kalau Rani anak nasab Ilham. Tidak tahunya Rani adalah anak Surya yang telah membunuh ayahnya Rey itu yang Rey tidak terima.
Dan Dio juga tidak tahu apa apa masalah kematian ayahnya Rey. Termasuk dengan Rani, ia hanya tahunya ayah Rey meninggal kerena shock atas pernikahan Rey dengan Rina.*