BIAR IA HIDUP

BIAR IA HIDUP
Anak dari Ilham?


__ADS_3

"Vi, kamu tahu siapa anak Ilham? Ayah lagi nyari anak Ilham." kata Senja ketika mereka ketemuan.


"Anak Ilham?" tanya Vian menatap wajah Senja kakaknya.


"Iya kamu tahu anak Ilham siapa? Atau kamu cari tahu anak Ilham." tanya Senja.


"Aku hanya tahu anak Ilham itu Zoya, itu saja emangnya kenapa kak? Ada yang mencari Zoya?" tanya Vian bertanya pada Senja.


"Ayah, Vi, ayah. Ayah mencari anak Ilham entah mau diapain itu anak Ilham." ujar Senja kemudian cerita.


Senja menceritakan kalau ayahnya sering melakukan pertemuan yang dirahasiakan untuk mencari anak Ilham. Vian hanya mendengarkan apa yang diceritakan Senja ia berusaha untuk tidak memotong cerita kakaknya.


"Jadi ayah mau balas dendam sama anak Ilham?" Vian terkejut mendengar penyelesaian cerita Senja.


Senja hanya mengangguk. Vian hanya mengigit bibirnya.


"O,ya Zoya ngomong ngomong Zoya punya anak bayi?" tanya Senja.


Kerena senja tahunya anak Ilham itu punya anak bayi, jadi ia menyangka kalau Zoya adalah sasaran ayahnya dan sasaran utama ayah itu adalah bayinya Zoya.


"Kak Zoya masih SMA, masih sekolah." pungkas Vian.


"What? Anak Ilham masih SMA? lalu yang punya bayi itu siapa?" tanya Senja heran.


Ya ia menyangka kalau Zoya yang dicari ayahnya adalah anak Ilham apalagi pengakuan dari Vian kalau Zoya satu satunya anak Ilham. Tapi mendengar pengakuan kalau Zoya hanyalah anak SMA, Senja terkejut.


" Lalu anak ini Ilham siapa? Kalau bukan Zoya?" tanya Senja.


"Anak Ilham?" gumam Vian terkejut


Tiba tiba pikirannya langsung pada Rani. Ya Rani selalu disebut anak Ilham kerena Rani dibesarkan oleh Ilham sendiri sedangkan ayahnya Rani kabur tanpa tahu kalau dikandungan Ningsih ada benih dari dirinya.


"Kak Rani, nggak ayah harus tahu ini, ayah harus tahu ini!" teriak Vian histeris..


Melihat adik nya histeris Senja melonggo saja mendengar teriakan adik perempuannya. Ia langsung beranjak dari duduk dan memeluk Vian dengan eratnya. Vian memeluk tubuh kakaknya, ia menangis.


"De, kenapa? Siapa Rani?" tanya Senja melepaskan pelukan dan menatap adiknya serius.

__ADS_1


"Kak Rani salah satu anak ayah, ayah tidak tahu kalau kak Rani anaknya." terbata bata Vian menceritakan.


"Setelah ibu Amanda hamil, ayah malah menikah lagi dengan ibu Ningsih. Tapi setelah ketahuan ayah menikah lagi dengan ibu Ningsih, ibu Amanda mengingat cerai pada ayah. Ayah juga digugat cerai oleh ibu Ningsih, ayah menceriakan ibu Ningsih tapi tidak dengan ibu Amanda.


Setelah ibu Amanda melahirkan tidak lama kemudian ibu Ningsih hamil oleh ayah, ayah tidak tahu apa apa tentang kehamilan ibu Ningsih. Dan bayi yang dilahirkan oleh ibu Ningsih itu adalah kak Rani yang diurus oleh pak Ilham ayah sambungnya.


Setelah 40 hari kelahirannya kak Rani, ibu Ningsih menikah dengan pak Ilham yaitu bapaknya Zoya, kak Rani baru kemarin tahu kalau ia bukan anak dari pak Ilham," lanjut Vian.


Vian akhirnya menceritakan secara singkat pada Senja. Senja yang mendengarkan cerita dari Vian kaget mendengar kenyataan yang ada dihadapannya, apalagi saat Vian cerita kalau Rani pernah ke alamat dirinya.


"Jadi wanita itu yang bareng sama mama adalah Rani!" jerit Senja kaget.


"Iya kak Rani cerita padaku kalau ia dan ibu Amanda ke rumah kakak tapi ayah nggak ada di rumah jadi mereka tidak ketemu, hanya ketemu sama kakak saja," ujar Vian.


Senja hanya bisa melonggo mendengar apa yang Vian ceritakan padanya. Ia tidak menyangka kalau wanita yang memangku bayi itu ada Rani anaknya ayah juga.


"Kak, ini nggak boleh terjadi bagaimanapun ayah nggak boleh menyakiti kak Rani." ujar Vian.


Senja hanya mengangguk saja. Ia sama sekali tidak berkomentar kerena masih belum percaya kalau Rani yang datang ke rumahnya itu adiknya dan ayah menargetkan Rani sebagai tahanan kerena ayah menganggap kalau Rani adalah anak Ilham.


"Sedih kalau lihat kehidupan kak Rani." spontan Rani bicara itu pada Senja.


"Kak Rani dihamili pacarnya, dan pacarnya nggak mau bertanggung jawab sama sekali," cerita Vian menunduk.


"Ha! Jadi bayi itu?"


"Iya, pacarnya malah ingin mengugurkan janin yang dikandungnya kak Rani tapi Alhamdulillah bayi itu selamat."


"Laki laki itu?" kejar Senja keppo.


"Rey."


"Rey!" Senja berteriak kaget.


Kerena ia tahu kalau Rey adalah anak dari Santi bibinya.


"Kamu tahu semuanya."

__ADS_1


"Iya aku tahu semuanya kak, masalahnya Rey adalah guru aku di SMP dan kak Rani juga pustakawan disana."


Senja gamang. Ia tidak menduga kalau Rey melakukan perbuatan yang tidak terpuji pada adiknya.


Akhirnya Vian menceritakan sedikit tentang perjalanan yang dilalui oleh Rani pada Senja. Ia menceritakan semuanya kerena ia tahu posisi Rani sebagai pustakawan dan seorang kakak dari seorang adik bernama Zoya.


Senja terdiam mendengarkan apa yang Vian ceritakan. Senja hanya bisa menggelengkan kepala ketika Vian menceritakan niat Rey yang berusaha mengugurkan kandungan Rani.


"Ibu dan anak sama sama licik!" desis Senja geram.


"Awalnya kak Rani dipaksa nikah sama bibi Santi tapi kak Rani nggak mau masalahnya ia tahu bibi Santi lah yang memisahkan mereka."


"Jadi mereka sempat pacaran."


"Iya, tapi nggak jadi menikah, bibi nggak setuju kalau kak Rani menikah dengan Rey kerena bibi Santi nggak mau punya menantu miskin dan sederhana."


"Ya Allah parah banget bi Santi." desis Senja geram.


Setelah banyak mengobrol dengan Vian Senja akhirnya pulang, awalnya Senja mengajak Vian bertemu dengan ayahnya. Tapi Vian menolak Vian hanya ingn bertemu dengan Rani dan ingin menceritakan apa yang ia ketahui dari Senja..


Rani yang mendengar cerita Vian terkejut. Kerena tidak disangka Vian telah membuka jati diri Senja yang sejak lama di sembunyikan oleh Surya maupun Vian sendiri. Mereka menyembunyikan jati diri Senja kerena mereka tidak ingin Santi mengetahui nya maka mereka tidak cerita tentang Senja.


"Aku harus klasifikasi kalau aku bukan anak Ilham. Tujuan ayah menyingkirkan aku kerena aku anak Ilham?" tanah Rani pada Vian.


"Iya kak.


Vian sudah biasa memanggil Rani dengan sebutan kakak kalau di.luar sekolah kalau di lingkungan sekolah ia selalu menyebut ibu saja. Sebenarnya Rani telah mengizinkan Vian menyebut kakak biarpun di sekolah juga, tapi Vian menolaknya.


"Kata kak Senja pak Ilham telah dipercaya mengelola perusahaan sedangkan ayah tidak di percaya malah dijadikan bawahan pak Ilham itu yang ayah nggak suka," ujar Vian menjelaskan alasan ayah membenci Ilham..


Rani hanya menarik nafas dalam dalam dan mengeluarkan dengan kasar. Mendengar alasan dari Vian, ia tidak menduga kalau Surya dendam pada bapaknya, ya bapak Ilham yang telah mengurus dirinya..


"Aku nggak bakal membiarkan ini terjadi, ayah harus tahu siapa aku dan siapa Anindya,"


"Caranya?"


"Kita datangi rumah ayah, aku nggak ingin apa apa dari ayah, aku hanya ingin kalau ayah mengakui aku anaknya. Biarpun tes DNA juga supaya ayah percaya," geram Rani tersulut emosi.

__ADS_1


Ia tidak menduga kalau Surya memiliki dendam.pada bapaknya, dan imbasnya pada anaknya sendiri.*


__ADS_2