
Rani beberapa kali membaca ulang surat yang ia temukan di kamar Dio. Tulisan tangan tapi banget, dsn ia menduga memang itu tulisan tangan Rina. Kerena selam ini ia tahu tulisan tangan Dio yang sebenarnya. Rani mengingat bibir bagian bawah, ia benar benar shock menemukan secarik kertas yang isinya mengatakan kalau dalang semuanya adalah mertuanya Rina.
'Jadi selama ini mbak Rina tahu, kenapa nggak cerita?' tanya Rani dalam hati. blank.
Kalau saja Rina berkata jujur mungkin ia juga bakal membantu Rina keluar dalam masalah yang dihadapinya.
'Kalau tahu kenapa ia menghubungi Santi, untuk apa? Apa mungkin mbak Rina tahu nya baru sekarang?' pertanyaan demi pertanyaan hanya dalam hati saja.
'Apa hubungannya dengan pernikahan yang diungkapkan Santi, apa sebenarnya yang terjadi,' beberapa kali Rani tidak bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan dirinya sendiri.
"Berarti Dio tidak tahu masalah ini, kalau tahu mungkin ia bergerak sendiri," celetuk Rani bicara sendiri.
"Kamu bicara sama siapa?" tanya Dio yang tiba tiba datang tanpa sepengetahuan Rani.
Rani kaget saat mendengar suara Dio menegurnya, terlambat kertas yang ia pegang tidak sempat ia sembunyikan. Dio lanhsung mengambil secarik kertas itu lalu langsung dibaca m, Rani tidak bisa mencegahnya.
Rani membiarkan Dio membaca secarik kertas itu! Ketika selesai membacanya dio.lanjsing menatap wajah Rani, laki laki itu shock membacanya, ia sama sekali tidak menduga kalau rina mempunyai masalah besar.
"Aku nyakin ada hubungannya dengan kamu," akhirnya Dio mengatakan itu.
"Santi menginginkan anakmu, tapi bukan untuk dimiliki, dengan cara menikah dengan Rey Santi bakal merencanakan sesuatu pada kalian berdua," lanjut Dio melihat Rani dsn Anindya yang terlelap tidur.
Dio mengatakan itu hanya menebak isi surat yang dibacanya. Ia sama sekali belum menyimpulkan isi surat yang ia baca. Rani hanya mendengarkan apa yang dibicarakan oleh Dio. Tapi Rani juga membenarkan apa yang Dio katakan pada dirinya, matanya langsung menatap Anindya.
Ada ******* yang keluar dari mulutnya saat Dio mengatakan itu.
"Rey," ucap Rani.
Tapi Dio diam saja."Lebih baik kita makan dulu yuk!" ajak Dio menyudahi diskusinya.
__ADS_1
Dio tidak ingin kalau Rani memikirkan itu gara gara secarik kertas yang ia temukan. Dio nyakin itu tulisan Rina, kerena ia mengenali tulisan kakaknya. Dan memang akhir akhir ini Rina sering pergi entah kemana, tapi ia sendiri tidak mencurigai apa apa pada Rani.
Rani makan dengan lahapnya. tapi pikirannya masih menyelusuri isi surat yang ditulis Rina untuk Dio. Dan Rani juga menebak nebak kejadian demi kejadian yang ia alami seperti rekayasa yang alami ia lakoni.
Kejadian kehamilan, keinginan Rey mengugurkan kandungan, Rian yang tiba tiba meminta bayinya, serta Santi yang tiba tiba muncul seperti ingin menyatukan dirinya dengan Rey tanpa melihat hati Rina yang sebenarnya.
"Ran, kamu tahu alasan Santi tidak mengizinkan kamu menikah dengan Rey?" tanya Dio tiba tiba bertanya pada Rani.
Dio mengatakan itu pas ia telah menyelesaikan makan siangnya. Rani tidak langsung menjawab pertanyaan Dio, ia diam beberapa saat.
"Ibu Santi nggak merestui aku.kerena aku nggak pernah seperti Rina yang memiliki segalanya." ujar Rani pedih.
"Maksudmu, aku nggak mengerti?" tanya Dio.
Rani terdiam saat Dio mengatakan kalau ia sama sekali tidak mengerti apa yang ia maksud. Rani langsung terdiam seketika. Ya Rani masih ingat hardikan dan cacian dari mulut Santi saat mereka bertemu waktu itu, pertemuan pertama dan terakhir yang meninggalakan bekas luka dalam di hatinya.
"Cih! Kamu hanya wanita yang nggak akan pernah mendapatkan Rey. Dengar ya kamu itu nggak pantas mendampingi Rey sampai kapanpun juga!" teriak Santi sambil matanya melotot hampir keluar.
"Dengar Rey, ibu telah menjodohkan wanita yang bermartabat seperti Rina, dia yang pantas mendampingi mu," sembur Santi pada Rey yang membela Rani Dihadapannya..
Santi benar benar muak melihat wajah Rani. Ia hanya diam saja, sama sekali tidak menduga kalau ibu Rey bakal menyakiti hatinya.
"Kamu itu gadis miskin, gadis sederhana yang hanya ingin menumpang hidup dengan kamu!" hardik Santi bertubi tubi menghina Rani.
"Bu, cukup! Cukup kalau ibu nggak pernah mengizinkan aku dan Rey menikah jangan hina aku!" tangis Rani yang lanhsung lari meninggalkan mereka.beedua.
Rani benar benar terluka mendengarkan apa yang Santi ucapakan dengan kata kata yang tidak pantas untuk diucapkan sebenarnya.
Rey yang akan mengejar Rani langsung ditahan oleh Santi, ia sama sekali tidak mau anak laki lakinya mengejar Rani. Rey akhirnya tidak mengejar Rani. Sedangkan Rani Sepenjang jalan menahan tangis, hatinya teriris iris bagaikan di iris oleh pisau cutter.
__ADS_1
"Ran, kok malah diam," usik Dio menatap wajah Rani.
Dio merasa heran melihat Rani yang tiba tiba langsung terdiam ketika mendengar ia bertanya tentang masa lalu Rani.
"Ibu Santi hanya ingin punya menantu yang kaya, nggak seperti aku. Aku hanya lah wanita yang sederhana, apa sih yang diharapakan dari wanita seperti aku," ujar Rani getir.
"Jadi alasan mertua Rina waktu itu hanya keren kamu bukan dari kalangan orang yang mampu." Dio menegaskan apa yang dikatakan Rani pada dirinya.
"Iya, aku nggak nyangka kalau ibu Santi bakal mengetakan itu padaku, dan sekarang ia tiba tiba datang menyuruh aku menikah dengan Rey. Seperti nya ia lupa apa yan pernah ia ucapakan dulu," getir Rani.
Pandangan Rani menatap keluar jendela. Ia merasa kalau semuanya bakal terjadi padanya, ia sama sekali tidak berharap untuk bertemu dengan Santi kembali tapi kenyataannya malah sebaliknya.
Rani bertemu dan bicara seperti tidak terjadi apa apa pada mereka, ia tidak habis pikir sebenarnya apa yang Santi inginkan pada dirinya, dan yang lebih sakit lagi ibunya Ningsih yang malah mendukungnya, sedangkan ibunya dulu juga mengatakan tidak bakal pernah mengizinkan ia dan Rey menikah.
"Apa kita harus mengatur siasat?" tanya Rani menatap wajah Dio.
"Siasat menemukan siapa yang harus bertangungjawab dalam masalah ini. Ran, aku nyakin ini ada hubungannya dengan ayahmu, ibumu dan ibuku." Dio langsung menduga.
"Bisa jadi sih! Tapi kalau ada hubungan seharusnya ibu ku dan ibumu yang jadi musuh kerena," Rani tidak meneruskan apa yang ia katakan.
Tapi Dio mengerti terusan ucapan yang Rani bakal katakan, Dio menarik nafas sesaat lalu dihembuskan kembali.
" Terus sekarang apa yang kita lakukan."
"Kita hanya punya petunjuk surat dari mbak Rina, jadi kita harus atur siasat untuk.mwgetahui apa yang Santi lakukan pada mbak Rina dan aku."
"Zoya seharusnya tahu masalah ini supaya ia juga menyelidiki nya," gumam Dio seperti bertanya pada diri sendiri.
Gumaman Dio terdengar oleh Rani, ia langsung menyentuh bahu Dio lembut..
__ADS_1
"Kamu tenang saja, Zoya udah tahu kok, aku yang memberitahukan semuanya keganjilan ini," jawab Rani.
Dio dengan gemasnya.mwncubit lengan Rani. ia tidak menyangka.kalau Zoya dan Rani hampir bergerak sendiri dan mengatur siasat berdua saja*