BIAR IA HIDUP

BIAR IA HIDUP
Pertemuan pertama Dio


__ADS_3

Jam telah menunjukan pukul 10.00, mobil yang ditumpangi oleh Dio dsn Rani telah sampai di sebuah terminal. Dio mengunakan jalur belakang terminal menuju jalan Polda. Dan ia tidak masuk ke terminal malah langsung menuju arah kanan saja. Terminal terlewati juga kampus negeri Banten pun terlewati oleh mobil Dio. 


Di sebuah rumah, Senja terkejut saat melihat Surya bicara sesuatu pada seseorang. Hatinya sangat lah berdebar kuat, saat telinga menengkap nama Rani yang disebut oleh Surya. 


"Ya Allah, ayah tahu dari mana nama Rani? Siapa yang ngasih tahu nama Rani pada ayah?" Tanya Senja dalam hati..


Surya berada di ruang kerjanya, menerima telpon dari seseorang, wajahnya berseri seri saat menerima telpon. Senja yang melihat itu hanya diam saja, ia tidak bisa.beebiat apa apa. 


Setelah menerima telpon dari seseorang Surya duduk di kursi dsn tanganya di atas meja, wajahnya riang sekali kelihataannya. Senja ragu ragu mendekati Surya..


"Ayah, ayah terima telpon dari siapa?" Tanya Senja menatap ayahnya. 


Sang ayah yang tidak menyangka putrinyaenguoing pembicaraan dirinya dengan orang lain hanya tertegun saja. Surya menghela nafas dalam dalam lalu menghembuskan kembali. Ditatapnya mata sang putri lembut, senja juga diam melihat ayahnya diam..


Ia takut kesalahan pada Surya. "Ayahndspat kabar kalau wanita itu sudah ditemukan, teman ayah  yang menolong ayah." Ujar Surya. 


Senja yang mendengar kata kata ayahnya hanya biss tersenyum. Ia ingin sebenarnya menceritakan tentang Rani pada ayahnya tapi Surya lebih cepat bicara pada Senja. 


"Ayah tahu namanya Rani, suatu waktu ayah bakal menemui dirinya untuk menalaktir Rani." Senyum Surya berkembang. 


"Tapi setelah urusan ayah beres dengan anak Ilham," lanjut Surya geram. 


Laki laki itu mengepalkan tanganya dengan kasar.


"Yah, lebih baik batalkan saja urusan sama anak Ilham, dia juga nggak bakal tahu apa yang terjadi..Apalagi itu urusannya dengan orang tuanya, ayah tahu kan Ilham sudah meninggal masa anaknya yang harus menwngungnya,"kata Senja dengan cepat menjelaskan. 


"Kamu diam saja, aku bakal mengurus semuanya. Jangan ikut campur dalam urusan ayah,"sewot Surya emosi. 


"Yah, anak Ilham itu!" Teriak Senja..


"Cukup! Kamu jangan jelaskan anak bajingan itu!" Potong Surya sambil mengebrak meja. 


Laki laki itu langsung berdiri dan menghampiri Senja, ditatapnya wajah Senja tajam. Wanita itu tidak gentar ditatap demikian oleh ayahnya, ia membalas tatapan ayahnya. 

__ADS_1


"Yah, dengar dulu penjelasan Senja! Senja mohon, senja nggak mau ayah menyesal." Renggek Senja. 


Renggekan Senja tidak digubrisnya oleh Surya dengan sorot mata merah, Surya meninggalakan ruangan kerjanya menuju luar ia tidak ingin mendengarkan ocehan anak nya itu. Surya pergi ketempat lainnya dengan mengunakan kendaraan roda duanya menuju tempat lainnya. 


Rani dan Dio turun di depan perustskam yang di duga ada Surya, tapi mengakuan Ana kalau Surya sudah 2 hati tidak ke tempat itu, Rani akhirnya dengan Dio langsung menuju ke rumah Surya. Tapi Surya tidak ada hanya ada Senja..


"Tadi ayah pergi setelah bertengkar sama aku, ujar Senja sendu. 


"Bertengkar kerena apa?" Keppo Rani ingin tahu. 


Dio yang mendengar pertanyaan Rani langsung mengikuti lengan Rani, tapi Rani hanya diam saja. Hatinya bertanya tanya kenoa Senja harus bertengkar dengan Surya. 


"Surya tahu kalau wanita yang ia temui dulu yaitu kamu Ran, aku nggak tahu ayah tahu dari siapa nama gadis yang menolongnya. Tapi aku dengan kalau nama kamu disebutkan," kata senja..


"Tapi ayah masih ingin balas dendam pada anak Ilham, kami bertengkar hebat." Lanjut senja. 


Senja langsung menyilaukan Rani dsn Dio untuk duduk di dalam, ia lupa untuk mempersilahkan mereka duduk kerena senja masih teringat dengan apa yang ayahnya katakan padanya. 


"Kalian datang untuk apa? Ran, apa kamu mencari ayah?" Tanya Senja menatap Rani. 


Senja menghembuskan nafas dalam dalam lalu dikeluarkan kembali dengan kasarnya saat ia tahu tujuan Rani ke rumah itu untuk menemui ayahnya. 


"Ayah pergi!"


"Pergi kemana? Tadi aku ke perpustakaannya tapi kata Ana, ayah nggak datang selama 2 hari kesana?" Kata Rani menjelaskan. 


"Mungkin di pondok, kamu ke perpustakaannya?" Senja terkejut mendengar penjelasan dari Rani. 


Rani mengangguk. Melihat anggukan dari Rani, Senja merasa kasihan sama Rani yang jauh jauh ke sini tidak pernah menemui Surya. 


"Ya udah kita pergi ke pondok saja, semoga saja ayah kesana," kata Senja mengajak Rani untuk menemui Surya..


Rani mengangguk diajak pergi oleh Senja, ia menitipkan Anindya pada Dio yang sedang tiduran. Sejak tadi datang Dio malah langsung tidur setelah Senja mempersilahkan Dio istirahat. 

__ADS_1


Kedua wanita itu langsung meninggalkan rumah, untung Anindya juga tidur dengan lelapnya. Jadi Dio pun ikut tidur kembali bersama dengan Anindya, sebenarnya Senja telah menawarkan Dio untuk tidur di kamar tapi Dio menolak ia senang tidur di ruang keluarga saja. 


Setelah kedua wanita itu pergi, Dio melanjutkan tidurnya. 


Dio kaget saat di halaman belakang ada suara yang keras seperti sengaja di pukul dengan sengaja, sampai ia terbangun tapi untungnya Anindya yang ada di sampingnya tidak terbangun. 


Ia langsung melangkahkan kaki menuju pintu belakang, ia ingin tahu apa yang terjadi pada rumah itu..


'Masa ada maling siang siang begini,' gumam Dio agak merinding. 


Apalagi ini rumah orang lain, kalau ada apa apa ia tidak bisa berbuat macam macam. 


BRAK! 


Hampir saja Dio yang sedang berjalan ke pintu belakang,  terkejut mendengar suara yang keras sekali. Hampir saja Ia terjatuh akibat kagetnya mendengar suara yang keras, seperti pintu di tendang dengan kerasnya. 


Dio langsung membuka pintu belakang,  melihat seorang laki laki dengan wajah yang penuh emosi langsung menatap wajah Dio tajam, tatapan wajah laki laki itu ada kejut saat melihat Dio ada di rumah itu.


Tiba tiba pikirannya traveling kemana mana, tapi ia langsung menepiskan dugaannya. Ia sangat percaya kalau putrinya tidak bakalan melakuakan apa yang dilarang agama. 


Belum sempat laki laki itu angkat bicara, Dio dengan berlahan berkata pada laki laki itu. 


"Kamu siapa?" Suara Dio terkejut melihat laki laki setengah baya dengan hati bertanya tanya.


Laki laki itu langsung memandang kearah Dio yang berdiri tidak jauh darinya. 


"He, seharusnya aku yang tanya kamu itu siapa berani berani masuk di rumahku ini! Ketus laki laki itu sambil menatap wajah Dio Tajam. 


Deg! Hati Dio bergetar saat mendengar jawab dari laki laki itu,'Apa dia Surya,' bisik hati Dio. 


"Kenapa diam, kamu itu siapa main masuk timah orang tanpa permisi! Jangan jangan kau pengen nyolongnya!" Teriak laki laki itu dengan cepat sambil menghampiri Dio. 


"Maaf, saya Dio saya saya…" jar Dio gugup..

__ADS_1


Ia ciut mendengar suara laki laki itu yang sangat keras dan lantang. Tiba tiba laki laki itu mendorong tubuh Dio dengan kerasnya, sampai tubuh Dio terjungkal dsn jatuh. 


Ia hanya bisa.meringis kesakitan saat tubuhnya menyentuh lemari yang ada di pinggir meja. Tanpa menunggu waktu lagi laki laki itu pergi begitu saja, Dio ingin mengejar tapi ia ingat kalau di ruang itu ada Anindya jadi ia mengurungkan dirinya untuk pergi.*


__ADS_2