
Rey menatap wajah Rina dengan tajamnya. Rey tahu semua orang ingin mengetahui alasannya yang ia ungkapkan.
Tadinya Rey tidak ingin menceritakan apa yang terjadi, tapi daripada semuanya menyalahkan dirinya lebih baik ia yang harus mengatakan semuanya. Seharusnya Rani juga harus tahu, tapi Rani kini menyusul Surya ke kota propinsi.
"Oke, aku akan cerita sedikit saja ya pada kalian, kerena kita jga harus mencari jalan supaya Rani selamat dari Surya," akhirnya Rey berkata seperti itu.
Berat rasanya untuk menceritakan yang sebenarnya apalagi dihadapannya ada Zoya yang asli anak Ilham. Tapi apapun yang terjadi ia harus menceritakan semuanya tanpa harus ia tutupi sama sekali.
"Kerena ia hamil anak Surya. Alasannya kerena ia cucu dari Surya dan Surya lah yang telah membunuh ayahku." Jawab Rey jujur.
Ia masih ingat kejadian itu, ya kejadian kematian ayahnya pak Lukman. Kematian Lukman kerena di bunuh Surya alasannya Lukman dan ilham.bekerja sama untuk membangun perusahaan, keduanya diam diam membangun perusahan yang tanpa diketahui oleh orang.
Tapi belum juga perusahaan itu berhasil berdiri, Ilham meninggal dunia ketika Santi memutuskan hubungan antara Rani dan Rey. Lukman yang tahu itu juga terkejut sekali, kerena tidak menyangka kalau Santi harus melakukan itu.
Akhirnya ayahnya Rey berusaha untuk memajukan perusahaan nya dengan ilahm. Biarpun Ilham sudah tiada tapi Lukman tetap menyebut perusahaan itu milik mereka berdua.
Tapi naas Surya tahu. Akhirnya tanpa menunggu waktu lagi Surya menembak kepala Lukman tanpa ampun lagi sampai Lukman meninggal dunia di tempat. Melihat itu Rey tidak kuasa menahan kepedihan melihat ayahnya ditembak oleh Surya.
Ya ayahnya Lukman dihabisi dengan ditembak oleh pistol yang dipengang Surya, awalnya ia ingin melawan tapi tidak jadi kerena ia akan melakukan balas dendam pada laki.laki itu.
Ia hanya bisa memeluk tubuh ayahnya yang bersimbah darah.
Ia langsung mencari tahu siapa Surya dan apa hubungannya dengan Lukman. Ia hampir shock dan keget saat ia tahu kalau Surya adalah ayah kandung Rani. Sedangkan Ilham bukan ayah kandung Rani, Rey masih belum percaya masalah itu ia tidak nyakin kalau Surya ayah Rani.
Saat ia tahu kalau Rani anak Surya ia sudah menikah dengan Rina. Antara benci dantindu itukah perasaannya pada Rani waktu itu, waktu perasaan tercabik cabik saat itu pula ia bertemu dengan Rani sebagai pustakawan di SMP..
Ia tidak menyangka kalau pertemuan itulah yang membuat hidup Rani Morat Marit kerena kesalahan satu malam saja.
__ADS_1
Sampai kemudian peristiwa kehamilan Rani tercium. Ia tidak mwua mengakui anaknya, kerena dari darah janin itu ada darah Surya. Ia tidak ingin melihat keturuna Surya hidup apalagi itu darah dagingnya.
Awalnya ia berusaha ingin mengugurkan janin yang dikandung Rani, tapi ia juga kaget kalau Surya masih mencari anak dari Ilham dan yang dicari Surya itu adalah Rani.
Semua orang yang mendengarkan cerita Rey hanya terdiam seketika juga. Rina hanya diam saja ia baru tahu kalau sebenarnya Surya juga menginginkan nyawa cucunya sendiri kerena menganggap itu cucu dari Ilham.
Dia hanya mengelengkan kepala, kalau saja kakak iparnya menceritakan semuanya mungkin ia bakal membantu apa yang terjadi pada kakak iparnya. Tapi semuanya telah terlambat dsn sekarang mereka harus cepat bergerak untuk menyelamatkan Anindya dan Rani..
Zoya hanya terpekur. Tidak menyangka kalau Surya semarah itu pada bapaknya. Ya kalau saja bapak tidak meninggal mungkin saja Ilham bakal menciptakan perusahaan bersama bapaknya Rey tapi kenyataannya lain lagi, bapaknya meninggal sebelum perusahaan itu jadi. Dan sekarang perusahan yang dikelola Lukman pun lenyap akibat keserakahan Surya.
Rey tahu kalau ibunya Santi ingin menikahkan dirinya kerena kekayaan Surya. Santi tidak tahu kalau kekayaan Surya itu hasil jerih payah suamianya dan sahabatnya Ilham. Santi tidak tahu kalau Ilham dan Lukman adalah sahabat akrab dari SMP.
Ia otomatis tidak mau menikah dengan Rani kerena ia tidak mau ia jadi menantu dari Surya yang telah membunuh ayahnya sendiri.
Dulu ia mau sama Rani kerena ia menyangka kalau Rani anak dari Ilham. Malah ibunya menikahkan dirinya dengan Rina, Santi tidak tahu sebenarnya Ilham dan Ilham bersahabat.
Rina yang ada di sisi Rey langsung menganggam tangan suamianya, ia tahu kalau sebanrnya Rey masih belum melupakan sosok Rani dalam hidupnya, hanya keadaanlah yang memisahkan Rey dan Rani.
Rina tidak tahu pasti apa yang dipikirkan Rey tentang Anindya yang sekarang tumbuh sehat dan ceria ditambah lagi lucu sekali. Ia tahu kalau Rey punya sisi ke bapak an terhadap Anindya.
Rey yang merasa Rina mengusap dan menganggam tanganya hanya bisa tersenyum pada Rina yang selalu setia mendampinginya. Ia tersenyum.kearah wanita muda itu, Rina pun tersenyum.
"Berdamai lah dengan masa lalu," bisik Rina pada Rey.
Rey hanya mengangguk mendengar bisikan yang diucapkan oleh Rina.
Semua orang yang ada di ruangan itu hanya terpekur saja mendengarkan semua yang diceritakan oleh Rey. Mereka tidak menyangka sama sekali, kalau ceritanya bakal seperti itu. Zoya hanya menarik nafas dalam dalam tidak menyangka kalau Rey bakal mengetahui itu semuanya.
__ADS_1
Ia hanya tahunya kalau Rani memang tidak direstui menikah oleh ibunya Rey kerena mereka berasal dari keluarga yang tidak mampu, Rani juga mengatakan itu pada dirinya dan ibu.
Tapi Zoya tidak menyangka sejauh itu Rey mengetahui semuanya. Ia hanya bisa menarik nafas dalam dalam setelah semuanya terungkap semuanya.
Sedangkan Ningsih hanya terpuruk. Ia tidak menyangka kalau Surya yang terkenal baik sebelum perceraian kini malah menjadi singa yang buas sekali.
"Aku ingin bunuh Anindya kerena aku nggak mau ada orang lain membunuh Anindya. Lebih baik aku saja yang bunuh Anindya dari pada orang lain,"
Ungkap Rey menjelaskan kenapa ia berusaha ingin membunuh Anindya sewaktu Anindya masih ada dalam kandungan ibunya.
"Kenapa kakak baru cerita ini kak, kalau saja kakak cerita dari awal mungkin," zoya angkat bicara.
"Kakak nggak ingin semua tahu, kakak lebih banyak memendam semuanya." Kata Rey akhirnya.
"Trus kita harus bagaimana?" Tanya Ningsih.
"Kita lebih baik cari tempat persembunyian Surya, aku nyakin dia disana. Aku nyakin kalau Rani masih di rumah itu!" Kata Rey.
"Kalau misal kak Rani kesana bagaimana?" Tanya Zoya khawatir.
Rey diam seketika. Ia membenarkan apa yang Zoya katakan kalau misal Rani kesana sendirian?
"Percaya lah pada Rani, ia nggak akan kenapa kenapa kok!" Hibur Dio yang dari tadi diam saja.
"Kak Dio sepertinya nggak khawatir deh sama kak Rani," cemberut Zoya.
"Kakak percaya kok sama kakakmu itu, tenang saja." Senyum Dio mengucek rambut Zoya lembut.
__ADS_1
"Kita besok berangkat kesana, dan kita harus bergarak bersama sama." Kata Rey menatap semua orang yang ada di ruangan itu.*