BIAR IA HIDUP

BIAR IA HIDUP
Rey Mengamuk vs bertengkar


__ADS_3

Sebelum jam pelajaran pulang. Rey telah pulang duluan, ia tidak peduli sama tatapan beberapa siswa yang melihat kepergian dirinya. Ada beberapa siswa yang menyapanya tapi Rey tidak memperdulikan sapaan siswa itu.


Ia dengan cepat mengendari mobilnya menuju rumah. Ia nyakin kalau Rina istrinya berada di rumah kerena memang selama menikah dengannya Rey tidak mengizinkan Rina bekerja di luaran. Tapi biarpun Rina tidak bekerja di luaran ia meluangkan waktu menulis novel dan dikirim ke penerbit atau menulis di aplikasi.


Lumayan penghasilan dari menulis ia gunakan untuk diri sendiri, Rey membiarkan Rina menggeluti kegemaran menulisnya. Rey sama sekali tidak melarang Rina berimajinasi dan menuangkan ide idenya.


Dugaan Rey salah. Hari itu Rina bertemu dengan Dinda dan teman temannya. Rey pulang ke rumah, di rumah hanya ibu mertuanya saja yang ada. Rey langsung mencari kamar dan di tempat biasa Rina nongkrong di rumah itu. Nihil. Rina lenyap tanpa bekas.


Ibunya Rina--Amanda hanya mengajar bahu tidak tahu. Rey yang awalnya masih menyimpan amarah pada Dio dan Rani tiba tiba ia meledak seketika juga.


Wajah Rey merah padam, saat ia tahu kalau Rian tidak ada di rumah. Rey langsung mengambil hpnya dan mencari nomor Rina tapi hp Rina berbunyi di kamar, pas Rey menuju kamar. Hp Rina tidak dibawa. pemiliknya.


Tanpa menunggu lama kerena darah telah mendidih dari sekolah, tanpa ba bi bu lagi hp yang ia pegang langsung dibanting dengan kekuatan tenaganya. Sampai hp itu terpental, dan langsung pecah seketika juga.


Belum puas Rey melempiaskan amarahnya ia langsung mem ba bi buta mengacak riasan Rina yang dipajang di meja, kursi plastik tempat mengetik juga di banting dengan keras.


Suara benda benda yang dilempar oleh Rey terdengar dari arah halaman depan, Sampai Amanda langsung mengejar Rey yang ada di kamarnya. Mata Amanda terbelalak seketika saat melihat kamar Rina yang tadi rapi kini terlihat seperti kapal pecah.


Bantal, seprai, guling, kasur tidak karuan bentuknya, pecahan kaca terlihat dari tempat make up yang dipecahkan oleh Rey, sendal yang ada di kamar itu ada di atas.


"Rey, hentikan!" teriak Amanda langsung menarik tubuh Rey yang telah berhasil sempurna mengacak kamar Rina.

__ADS_1


"Kemana Rina!" jerit Rey lanhsung ambruk.


Ia sebenarnya ingin melumatkan tubuh Rani saat ia datang tadi, tapi wanita itu malah tidak ada di kamarnya. Otomatis Rey tidak bisa.melempiaskan amarah pada Rina, ia hanya bisa melempiaskan pada barang barang yang ada di kamar Rina saja..


"Rey, kalau ada masalah cerita. Bukan seperti ini, kamu.merugikan Rani!" terik Amanda jengkel.


Amanda hanya bisa menggelengkan kepala melihat.kelakuan Rey seperti itu. Kelakuan yang seharusnya tidak terjadi, malah membuat ia gusar saja. Amanda akhirnya duduk di lantai bersama dengan Rey. Mereka saling tatap satu sama lainnya, kerena.rwy dan Amanda saling berhadapan satu sama lainya.


Rey duduk bersandar ke ranjang, sambil melipatkan kedua kakinya ke dada, sambil sikut tangannya tumpang tindih dengan dengkul. Pandangan matanya kosong, ada kecewa, marah dan frustasi tergambar diwajahnya.


Sedangkan Amanda selonjor. Pingangnya menyandar di dinding kamar. Matanya menatap tajam Rey, tiba tiba naluri keibuannya muncul. Ia merasa bersalah pada Rey tapi tidak bisa berbuat apa apa sama sekali.


"Ma, Rani pergi kemana?" tanya Rey masih dengan suara mengema.


" Kamu nggak berpikir sehat Rey. Kamu hanya bisa merusak!" tegas Amanda menatap wajah Rey tajam.


"Maaf apa kamu.mamou membelikan semua fasilitas yang Rina inginkan, laptop, hp dan semuanya!" berang Amanda mengelegar.


Amanda merasa sedih dan kecewa melihat semua kelakuan Rey seperti itu. Rey beranjak dari duduknya dan meninggalakan Amanda mertuanya, ia merasa muak mendengar kata kata yang keluar dari.mukut mertuanya.


"Hai Rey kamu itu bangsat apa binatang sih!" teriak Amanda naik pitam kerena ia bicara lanhsung ditinggal begitu saja.

__ADS_1


Wanita 70 tahun itu langsung melempar majalah yang ia temukan di kamar Rina. Majalah itu langsung mengenai kepala Rey. Rey tidak mau mengubrisnya.


Melihat itu Amanda merasa kalau Rey sengaja melakukan itu pada dirinya, jadi Amanda bukan menyadarinya ia berlari dan memukul tekuk Rey dengan tanganya dengan keras sampai sang pemilik tekuk itu langsung membalikan tubuhnya menghadap Amanda.


"Ma, aku nggak mau bertengkar ya dengan mama. Seharusnya mama urus tuh anak kesayangan mama jangan keluyuran melulu!" Rey marah.


PLAK


Sebuah tamparan telak mengenai wajah Rey dengan kerasnya. Rey terkejut sekali, ditatap wajah tua itu dihadapannya..Ingin rasanya Rey melumatkan tubuh mertuanya dengan cepat sekali tapi ia masih mengontrol emosi untuk melakukan hal hal itu terhadap mertuanya.


"Jaga mulutmu. Seharusnya kamu didik istrimu. Baik buruk tingkah laku istri itu bagaimana suamianya!" teriak Amanda gusar.


Ia sama sekali tidak mau disalahkan oleh Rey apalagi kalau masalah Rina tidak ada di rumah. Biarpun Rina masih tinggal dengan dirinya, Amanda menganggap kalau Rina adalah tangungjawab Rey bukan tangungjawab dari dirinya lagi. Apalagi masalah nafkah, akhlak dan kelakuan Rina, ia hanya bisa mengingatkan Rina saja selebihnya itu urusan Rina.


Amanda masih ingat waktu Rina memutuskan berhenti bekerja hanya ingin mengikuti saran suaminya, Amanda tidak memaksa Rina ia hanya mengingatkan Rina saja. Amanda tidak menyalahkan Rina untuk menjadi IRT saja. Hati Amanda juga bersyukur Rina menjadi IRT kerena itu kewajiban istri.


Hanya satu hal yang ia sesali kemarin..Ia.lebih ikut campur masalah anak dan selalu.mejyakahkan Rey yang mandul nyatanya Rey kini bakal memiliki anak biarpun dengan wanita selingkuhan.


Hampir saja tangan Rey melayang ke wajah mertuanya kalau saja seseorang tidak mencegah tangan Rey yang telah berada di atas.


"Rey!" teriak Rina yang baru sampai di rumah..

__ADS_1


Ia tidak menyangka kalau Rey bakal melakukan itu pada ibunya. Rey yang tahu Rina pulang langsung menghempaskan tangannya yang digenggam oleh Rina. Ngenggaman tangan Rina langsung terlepas saat satu hempasan mendarat di tangan Rina.


__ADS_2