
"Kamu gila, ujar Riri.
Ia sama sekali tidak menyangka kalau cinta Rani begitu besar pada Rey sampai Rani sama sekali tidak berkutik lagi. Dan di ruangan perpustakaan saat jam kosong ia mendekati Rani yang berada di perpustakaan sedang membereskan buku buku tadi kerena ada anak anak yang baca buku.
Pas jam kosong itulah ia mendekati Rani, ia bicara sesuatu mumpung tidak ada siswa dan siswi yang berkunjung. Kemarin kemarin ia tidak ke perpustakaan kerena banyak jam yang harus selesaikan.
Dan sekarang. Ada waktu yang longgar untuk dirinya dan Rani berduaan, Riri memilih perpustakaan untuk bicara hati ke hati dengan Rani, kerena kalau di ruang guru mustahil kerena banyak guru yang sedang disana mengerjakan sesuatu.
Riri sepenuhnya tidak menyalahkan Rani kerena memang Rey adalah cinta pertama Rani. Itu yang pernah Rani katakan pada dirinya, ia juga tidak menyangka kalau Rey pernah mengisi hati Rani. Itu dulu, bukan sekarang.
Rani yang sekarang hanya menanggung amarah Rey saja. Riri sama sekali tidak pernah masuk dalam lingkaran mereka, hanya ia mendengar saja dari beberapa siswa tentang Rani apa lagi dari Vian.
"Terus rencana kamu bagaimana?" tanya Riri menyentuh tangan Rani.
"Aku hanya ingin membesarkan anak ini saja, aku buktikan kalau aku bisa mendidik dan mengurusnya."
Ucap janji Rani pada Riri, ia mengusap perutnya. Sejujurnya ia lebih.mencintai kandungannya dibandingkan ia harus mencintai Rey yang tidak pernah peduli lagi pada dirinya.
Sekarang Rani ingin fokus pada anak dan menyongsong kelahiran anaknya, tanpa memperdulikan Rey, ya biarpun sakit tapi ia berusaha untuk melupakan Rey. Kerena Rey tidak pernah peduli lagi.
"Rey kemarin kemarin nggak mau anak ini, tapi anehnya sekarang ia ingin memilikinya, entah aku juga tidak tahu."
Cerita Rani pada Riri tentang kelakuan Rey yang menurutnya aneh, Riri hanya mengusap bahu Rani dengan lembut. Seperti memberikan kekuatan untuk Rani.
"Apa bujuk rayu Rina?" tanya Riri menatap Rani.
"Entah aku juga nggak tahu."
__ADS_1
"Kamu tahu kalau Dio katanya dijodohkan sama Dyan?" tanya Riri mengalihkan pembicaraan.
"Aku juga nggak tahu masalah Dio dan Dyan, katanya sih mereka memang dijodohkan."
"Kamu nggak cemburu?"
"Apaan sih,'' elak Rani manyun.
Hati Rani berdetak keras saat Riri bicara kata cemburu. Rani sama sekali memang tidak pernah berpikir apa apa pada Dio, tapi sejujurnya ia malah agak cemburu, ia takut kalau perhatian Dio beralih pada orang lain selain dirinya. Ia langsung menepiskan perasaan itu, Riri hanya tersenyum saja mendengar kata kata Riri.
Riri menatap tajam ke mata Rani, ia seperti ingin tahu perasaan Rani sebenarnya pada Dio, kerena selam ini Riri sering banget melihat keakraban mereka dimanapun juga, apalagi di sekolah.
Mereka sering menghabiskan waktu bersama di perpustakaan, Janti, tempat parkir dan lingkungan sekolah. Riri hanya melihat dari kejauhan saja tidak pernah mendekati mereka, ia seperti memberikan waktu mereka.unyuk berdua.
Riri selama ini melihatnya. Jadi ia mengambil kesimpulan kalau Rani juga mencintai Dio, tapi disisi lain juga Rani masih mencintai Rey. Cuma menurut perasan Riri sendiri, Rani hanya mengatakan kalau hatinya masih untuk Rey. Sepantas sih Rani mendapatkan Dio kerena Dio selalu ada untuk Rani dibandingkan Rey. Riri sebenarnya secara diam diam selalu memperhatikan mereka.berdua, dan Riri melihat Rani bahagia di samping Dio bukan Rey.
"Jangan bohongi perasan kamu," tebak Riri tersenyum tipis.
Riri tertawa melihat Rani berteriak untung perpustakaan sepi jadi tidak memancing perhatian yang lain. Rani langsung mencubit lengan Riri gemas, Riri menghindar dari cubitan yang dilancarkan oleh sahabatnya sendiri.
"Dari pada orang yang udah nikah, buat apa coba," goda Riri.
Rani dengan refleknya langsung mengambil buku yang tidak jauh darinya lalu dibuang kearah Riri yang menjauhi dirinya. Rani gemas sebenarnya mendengar candaan Riri tentang Dio dan Rey.
Tiba tiba Rey datang..Rani dan Riri langsung diam seketika juga.
"Ikut aku!"
__ADS_1
Sebelum Rani menjawab Rey lanhsung menarik tangan Rani. Rani tidak bisa menolaknya kerena tanganya langsung digenggam oleh Rey dan menarik keluar menuju gerbang sekolah, Rani berusaha melepaskan ngenggaman tangannya tapi ngenggaman tangan Rey terlalu kuat sekali di pergelangan tanganya.
"Mulai sekarang kamu jangan Deket Deket Dio. Kamu harus paham!" teriak Rey menatap wajah Rani tajam.
Tanpa melepaskan ngenggaman tangannya. Sedangkan Rani mulai berusaha melepaskan tanganya dari tangan Rey.
"Cemburu! Kalau aku Deket sama Dio? Suka suka suka aku saja," sinis Rani sambil menghentakkan tangannya dari tangan Rey tapi gagal.
Mendengar Rani berkata begitu Rey tidak suka sama sekali, sebelum Rey menjawab apa yang diucapkan oleh Rani. wanita itu langsung melontarkan kata kata yang tidak pernah Rey pikirkan sama sekali.
"Jangan jangan kau mengharapkan aku kembali padamu, kerena Rani tidak bisa hamil," sindir Rani pedas.
Rani mengatakan itu hanya memancing Rey supaya menceritakan apa yang terjadi, ia tidak mungkinkan mengorek keterangan Rey dalam keadaan Rey tidak menyukainya. Sebenarnya ia telah tahu dari Dio tentang Rey dan Rina, Rani ingat waktu itu Rey mengatakan kalau dirinya di tuduh mandul oleh keluarga Rian tapi kenyataannya Rey sendiri yang salah.
Rani tidak habis mengerti apa yanga kan Rey perbuat pada keluarga Rina, Rani menyangka kalau Rey dulu dan sekarang sama saja tapi kenyataannya lain. Rey yang dulu dan sekarang berbeda dengan yang sekarang.
"Maksudnya apa?"
"Pura pura atau emang nggak ngerti," ejek Rina sinis.
Rey langsung melepaskan tangan Rani dan kedua tanganya mencengkram kedua bahu Rani dengan eratnya. Dengan kerasnya ia meremas kedua bahu Rani dengan keras, Rani meringis kesakitan merasakan remasan yang sangat kuat sekali.
"Sakit!" berontak Rani.
Ia berusaha untuk melepaskan dari tangan Rey, sambil mengangkat kedua tanganya untuk melepaskan cengkraman tangan Rey. Rey melepaskan cengkraman tangannya dari bahu Rani. mendengar ejekan rani seperti itu ia geram sekali, hati Rey langsung bertanya tanya pada diri sendiri. Ada perasaan ciut kalau Rani sampai tahu semuanya tentang keadaan dirinya.
Ditatap wajah Rani, seperti ingin tahu dari sinar mata wanita yang ada dihadapannya, tapi Rani menghindar dari tatapan mata Rey. Ia sengaja melakukan itu kerena Rani seperti tahu kalau Rey mencari sesuatu yang ia.inhin.ketahui darinya.
__ADS_1
"Apa yang ketahui dari hubunganku dengan Rina!"
Rey mendesak Rani sambil melepaskan cengkraman bahu Rani. Setelah terlepas dari ngenggaman tangan Rey, Rani menggeser kan tubuhnya untuk tidak dekat dengan Rey. Rani tersenyum sinis mengejek. Tatapan mata Rani benar benar menghujam di hadapan Rey, sampai Rey salting ditatap sedemikian rupa oleh Rani.