
Plak
Ningsih dengan geramnya langsung menampar muka Rey yang baru saja sampai ke rumah itu. Rey yang tidak menduga hanya shock mendapatkan sebuah tamparan dari Ningsih. Rani yang melihatnya hanya memejamkan mata saat Ningsih menampar muka Rey dengan keras. Dio apalagi ia hanya melonggo melihat kejadian yang cepat itu, Rey hanya bengong saja mendapat prilaku dari Ningsih.
Zoya hanya menggaruk kepala yang tidak gatal, dan mengusap ngusap pipinya seperti ia yang kena tampar ibunya sendiri.
Rey sebenarnya ingin sekali melawan Ningsih dan membalas tamparan di pipi wanita itu, tapi sekelebat ingatan tertuju pada Santi ibunya sendiri. Saat ia ingat ide dari Santi, tiba tiba ia merasa geram sekali, kerena ide Santi lah ia jadi korban tamparan dari Ningsih.
Kalau saja Santi mengikuti ide dari Rian dan Dio mungkin pipinya bisa terselamatkan dari tangan Ningsih. Tapi sekarang semuanya terlambat, kerena tangan Ningsih telah bersarang ke pipinya.
"Kamu pergi kemana?" tanya Ningsih seperti menyelidiki Rey.
"Kamu pergi tapi istrimu malah orang lain yang menolongnya! Lalu untuk apa kamu menikahi dia!" lanjut Ningsih murka.
Ningsih terkesima oleh prilaku Dio terhadap Rani, seharusnya Rey yang melakukan itu kata hati Ningsih bukan Dio.
Sedangkan Rey sama sekali tidak tahu menahu apa yang terjadi sekarang, tapi Ningsih dengan beraninya telah melayangkan tangannya ke pipinya. Rey hanya bisa mengusap pipinya yang terasa panas sekali, digigit bibir bagian bawah menahan emosi.
'gara gara ibu semuanya!' bisik Rey geram.
Rey mengepalkan tangannya menahan marah yang tidak bisa dibendung lagi, kalau saja tidak dalam posisi seperti ini mungkin Ningsih bakal ia balas.
"Kamu sudah tahu punya istri kenapa harus punya istri dua, dasar laki laki tidak bertangungjawab!" teriak Amanda marah.
"Bu, sekarang aku pulang! Rani kenapa?" tanya Rey langsung menghampiri Rani.
Tapi Ningsih dengan cepat langsung menarik baju yang dipakai Rey, Rey yang akan berjalan menghampiri Rani yang di kursi dan Dio disamping Rani tertahan ketika bajunya ditarik dengan paksa oleh Ningsih.
Bu!" teriak Rey marah..
Rey akhirnya berdiri di samping kanan Ningsih sambil menatap wajah ibu Rani dengan tajamnya.
__ADS_1
"Saya sampai kapanpun tidak setuju kalau kamu jadi suami anak saya!" teriak Ningsih.
Hampir saja ia memukul wajah Rey kalau Zoya tidak cepat meraih tangan ibunya, Zoya merasa kasihan sama Rey yang hanya diam saja. Tiba tiba Zoya yang melihat Rey merasa kasihan pada Rey yang harus menjadi korban atas saran Santi dsn dirinya.
"Bu, jangan sakiti kak Rey. Kak Rey sibuk jadi wajar kalau kak Rey meninggalakan kak Rani, sekarang kak Rey datang ingin melihat keadaan istri dan anaknya!" seru Zoya.
Ia langsung menghampiri Ningsih, untung tangan Zoya bisa meraih tangan ibunya. Kalau saja tidakumhkinntangan.itu bakal melayang kembali ke muka Rey dengan kerasnya.
"Kamu bela dia, dia yang tidak tangungjawab!" jerit Ningsih Dihadaon Zoya.
"Kalau memang kak Rey tidak bertanggung jawab mungkin kak Rey tidak akan kesini, tapi nyatanya kak Rey datangkan untuk kak Rani," bela Zoya menjelaskan.
Mendengar apa yang disampaikan oleh Zoya. Ningsih langsung terdiam seketika juga, apa yang dikatakan Zoya dibenarkan oleh Ningsih sendiri. Rey melirik wajah Zoya dalam hatinya mengucapakan terimakasih pada Zoya yang bisa bersandiwara di depan ibunya sendiri.
"Awas kalau kamu men sia siakan anak saya, kamu bakal saya cincang!" ancam Ningsih pada Rey.
Mata Ningsih melotot kearah Rey hampir keluar dari kelopak matanya, saat ia mengatakan ancaman nya pada Rey. Sampai Rey mengelengkan kepala nya melihat kemarahan Ningsih yang membludak.
Dio hanya termenung begitu juga dengan Rani, Rani berusaha bangkit dari tidurannya, ia ingin membela Rey dihadapan ibunya. Tapi Dio menghalanginya, ia tidak ingin Rani kenapa kenapa lagi.
Bukan hanya Dio saja yang punya pikiran itu, Rani yang punya pikiran yang sama, Zoya hanya terpekur saja dalam hatinya malah membenarkan ide Dio dan Rina, tapi nyatanya tidak.
"Bu, aku bisa jelaskan semuanya," imbuh Rey menatap kedua orang yang ada didepannya.
Dio yang tahu kalau Rey menatapnya langsung beranjak dari duduknya mendekati Rey dan Ningsih. Ia berdiri didekat Zoya, Dio berusaha memegang bahu Zoya dari belakang, sambil menatap Ningsih.
"Ibu, kerena Rey sudah datang lebih baik ibu istirahat saja. Rey yang jaga Rani kok," Dio akhirnya bicara seperti itu.
"Ibu sebenarnya nggak setuju kamu menikahi anak saya, apa sih untungnya menikahi suami orang," ketus Ningsih meninggalkan mereka.
Sekilas ia melirik Rani yang duduk di kursi. Zoya mengantarkan ibunya ke kamar yang akan ditempati oleh ibunya sendiri, Zoya malam itu bakal tidur dengan kakaknya.
__ADS_1
Rey langsung menghempaskan tubuhnya ke kursi, duduk disamping Rani terdengar helaan nafas Rey yang terlihat kesal sekali. Tapi ia sama sekali tidak marah sama Rani kerena Rey tahu Rani tidak salah hal ini. Cuma terlihat kekesalan dalam helaan nafas yang ia keluarkan.
"Kalau saja rencana kita kita jalani, aku nggak akan seperti ini!" teriak Rey tertahan.
Matanya melirik arah kamar Ningsih yang tertutup. Seperti takut apa yang direncanakan bersama gagal.
"Itukan keinginan ibu kamu bukan keinginan kita?" bela Rani tegas. Ia sama sekali tidak mau disalahkan oleh Rey.
Rey melirik Rani yang ada disampingnya, Rey tidak mengubris kata kata yang keluar dari mulut Rani, ia melirik langsung kearah Dio..
"Kamu telpon Rina, supaya dia mempersiapkan semuanya," perintah Rey..
Ia tidak ingin kalau Rina mengalami nasib yang sama oleh Ningsih. Rey nyakin kalau Ningsih pasti melabrak Rina maupun Amanda.
"Dio, panggil Rey.
Dio yang akan pergi langsung menghentikan langkahnya, ia menunggu Rey yang berjalan kearahnya.
"Bilang juga sama mama kalau Ningsih datang, tapi tolong jangan bilang masalah ini pada ibu," kata Rey masih terlihat kesal.
Dio hanya mengangguk. Ia langsung menghubungi kakaknya. Dio akhirnya pergi meninggalakan Rani dan Rey di ruangan tamu, Rey duduk kembali di samping Rani.
"Aku nyakin kalau ibumu seperti merencanakan sesuatu, kalau ia berpikir jernih nggak mungkin mengorbankan anaknya. ibumu sama kamu sama, sama sama egois," cecer Rani.
"Entahlah, kita nggak tahu rencana dia,"
Kamu diapain sama ibumu?" Rey bertanya pada Rani.
"Dipukul, mungkin ia shock aku.mwngatakan aku menikah denganmu," lirih Rani.
Rani menceritakan kedatangan Ningsih yang tiba tiba sekali, sebenarnya ia dan Zoya tidak menduga kalau Ningsih bakal datang cepat sekali, Rani terkejut waktu ningsih menanyakan kehamilannya.
__ADS_1
Rey hanya mendengarkan semua dari Rani, ia juga tidak menduga kalau Ningsih memperlakukan Rani tidak baik. Rey hanya terpekur saat Rani cerita kalau perutnya sakit untung Zoya telpon Dio.
Baru laki ini Rani merasakan ada perbedaan saat ia dekat dengan Rey, tapi perasan aneh itu ia tepiskan begitu saja.*