BIAR IA HIDUP

BIAR IA HIDUP
Kenapa Mas Rey?


__ADS_3

Hari libur telah tiba. Tapi pagi itu Ningsih langsung menelpon Dio. Ningsih mengatakan pada Dio kalau Rani sekarang mau ke kota propinsi mencari Surya. 


Dio yang mendengarkan berita itu langsung mengiyakan. Ia mengeluarkan mobil Avanza-nya, Rey yang melihat Dio buru buru lanhsung menghampiri Dio. 


"Kamu mau kemana?" Tanya Rey menarik tangan Dio. 


Dio tidak langsung menjawab pertanyaan Rey, ia ragu untuk mengatakannya kalau ia pergisu menyusul Rani kerena Ranty mencari Surya. Kalau tidak dijawab pasti Rey bakal terus menerus mencari tahu. 


"Ada hal penting di sekolah, kemarin lupa untuk di kerjakan." Akhirnya itu yang keluar dari mulut Dio. 


"Kerjaan, jangan bohong!" 


"Bener mas, aku nggak bohong kok. Apa yang aku bohongi," elak Dio pada Rey..


Ia lakukan itu hanya ingin menjaga perasan kakaknya saja, dari tingkah laku Rey. Memang ia salut dakanrey yang tetap menjaga perasaannya pada Rani, tapi Rey seperti tidak ingat posisi dirinya yang sudah menikah dsn punya istri. 


"Aku pergi ya mas, lalu kakak dan mama nyari aku bilang saja kaku aku pergi," kata Dio langsung menghidupkan mobil dan menjalankan nya. 


Dengan santai ia membawa mobil menuju rumah Ningsih tapi Rani tidak ada kata Ningsih sudah pergi tadi dengan DAMRI..Akhirnya Dio mengejar DAMRI dengan kecepatan kencang untukmmengejar DAMRI, ia.nyakin bisa menyusul angkotan umum itu kerena DAMRI sering berhenti kerena mencari penumpang. 


Dugaan Dio benar. Ia bisa menyusul DAMRI, dengan sedikit kode mengunakan sen akhirnya DAMRI berhenti. Dio langsung turun mencari Rani yang menurut Ningsih ada di dalam DAMRI. 


Ya Rani memilih naik DAMRI ke kota propinsi, apalagi pagi hari DAMRI akan datang saat jam 06.30. Rencana Rani ke rumah Surya hanya ingin menemui saja, sambil membawa Anindya. 


Ningsih sebenarnya sudah melarang Rani membawa Anindya tapi Rani tidak mengubris apa yang ibunya katakan. Dari jam 06.20 menit ia menunggu DAMRI di depan rumah. 


Melihat itu Ningsih langsung menelpon Dio supaya Dio yang mengantarkan Rani untuk menemui Surya. Sebenarnya Ningsih berkata pada Rani supaya Dio mengantarkan Rani ke Surya tapi Rani tidak mau dan tidak pernah mendengaran apa yang diucapkan oleh Ningsih. 


"Dio, ada apa?" Tanya Rani sambil mengendong Anindya. 


Ia terkejut Dio bisa tahu kepergiannya, Dio tudks lanhsung menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Rani. Ia.lamjsung manarik tangan Rani untuk turun dari DAMRI. 


Setelah turun, Dio memebeikan kode untuk DAMRI pergi meninggalakan rani, si supir hanya mwngelangkan kepala saja melihat tingkah laku Dio pada Dio. Mereka.mwnyangka kalau Rani adalah istri Dio yang mau mingat tapi malah disusul. 


"Jangan jangan suaminya selingkuh ketahuan, trus istrinya nggak terima langsung pergi begitu saja," celetuk para penumpang. 


"Aku mau dong jadi selingkuhannya," ujar cewek rambut panjang genit. 

__ADS_1


"Wah sayang banget nya diselingkuhi suamianya, kalau sama aku nggak mungkin diselingkuhi," ujar bapak bapak yang terlihat jelatana matanya. 


Ocehan demi ocehan para penumbang hanya dianggap angin lalu oleh Dio dsn Rani. 


"Kamu mau kemana?" Tanya Dio ketika mereka telah mendarat selamat. 


"Kamu tahu darimana kalau aku pergi!" Ketus Rani. 


Rani bukannya menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Dio, ia malah menanyakan Dio tahu darimana kalau ia pergi. 


"Pertanyaan ku dulu! Kamuntuh kebiasaan kalau aku tanya malah kamu balik tanya lagi," Dio kesal. 


"Aku harus cari Surya," ujar Rani akhirnya buka suara. 


"Hanya dengan Anindya?" Tanya Dio menatap wajah Rani heran. 


Rani mengangguk mengiyakan.


"Ya udah kalau begitu kita berangkat. Aku tahu dari ibumu, tadi ibumu telon kalau kamu nekad pergi nyari ayahmu." Kata Dio langsung membuka kan pintu mobil untuk Ranty masuk. 


"Kita ke tempat yang kemarin, jangan ke tempat kak Senja," ujar Rani. 


Dio dengan hati hati mengendarai mobilnya ia melirik Rani yang tertidur di sampingnya sambil memangku Anindya. 


Di lain tempat Rey hanya bisa terdiam saat Dio meninggalkannya, ia sebenarnya ingin tahu apa yang Dio lakukan di sekolah. Hatinya menepiskan kalau Dio berada di sekolah, ia langsung menuju sekolah. 


"Mas, mau kemana?" Tanya Rina yang tiba tiba keluar saat melihat Rey mengambil motor. 


"Aku ke sekolah," ujar Rey. 


"Emang ada apa di sekolah? Sebenarnya aku ingin rujak yang ada di depan kecamatan," kata Rina manja. 


Rey menghela nafas panjang mendengar keinginan Rani. Ia kadang kesal juga sih kalau Rina punya keinginan tidak sesuai waktu nya. 


"Rin, masa se pagi ini minta rujak sih!" Sewot Rey. 


Ia tidak habis pikir sama Rina pagi pagi seharusnya minta sarapan apa kek ini malah minta rujak. Rina mendengar nada suara Rey yang tinggi lanhsung cemberut, hatinya sedih banget keinginan minta rujak tidak dilaksanakan oleh Rey suamianya. 

__ADS_1


Melihat itu Rey merasa bersalah."Ya udah nanti aku cari di depan kecamatan," imbuhnya sambil meninggalakan Rani. 


Rina yang cemberut langsung tersenyum mendengarkan kata kata Rey. Wajahnya berseri seri, sambil masuk kedalam rumah lagi. 


Rey langsung menuju tukang rujak. Tapi tukang rujaknya belum buka, Rey yang tahu itu hanya garuk garuk kepala. Apalagi saat tahu tukang rujanya sejak kemarin ke rumah saudaranya. 


Rey hanya menghela nafas kesal, kalau ia pulang tidak bawa rujak pasti Rina bakal marah marah dsn menyuruh ditinyantudsk pulang, tapi kalau ia tidak pulang pasti ditelponnya. 


"Seingat aku waktu Rani hamil nggak kaya gini deh! Nggak ada keingianan apa apa," gerutu Rey agak kesal. 


Tukang rujak cuma satu, ia harus cari kemana lagi tukang rujaknya. 


'Oya Rani lagi apa ya sama Anindya?' tanya dalam hati Rey..


Tiba tiba hatinya malah ingat Rani dan Anindya. Ya sejak kejadian penculikan itu ia malah selalu ingat Anindya. Ia berusaha menepiskan perasaan itu tapi tidak bisa sama sekali. 


Rey tidak langsung pulang ke rumahnya ia malah pergi ke rumah Ningsih. Ia hanya ingin bertemu dengan Anindya itu saja tidak kurang dan lebih. 


"Apa? Jadi Rani menemui Surya?" Tanya Rey terkejut..


Ya ia terkejut mendengar Ningsih mengatakan kalau Rani pergi untuk menemui Surya. Dan yang lebih kagetnya Rey ia mendengar kalau Dio juga mengantarkan Rani kesana. 


Hati Rey bergemuruh seketika juga. Tanpa ba bi bu lagi Rey meninggalkan rumah Ningsih dengan perasaan tidak karuan sama sekali. Sampai di rumah ia langsung membanting daun pintu dengan keras sampai Rina yang sedang mengetik terkejut melihat suamianya datang datang dalam keadaan marah. 


"Mas pelan pelan!" Teriak Rina kaget. 


"Mas, rujaknya mana?" Tanya Rina menghampiri suaminya yang masuk kamar, Rina juga menyusul Rey masuk kamar. 


"Kamu mikirin rujak, pikirin perasaan yang aku rasakan!" Teriak Rey sewot. 


Rina begong mendengar teriakan Rey yang melengking dan mengema di kamar..


"Mas, kenapa? Apa gara gara aku minta rujak trus kamu marah seperti ini?" Tangis Rina terisak. 


Argh! 


Reyakin mumet mendengar Isak tangisan Rina. Ia langsung menyentuh tangan Rian tapi wanita itu dengan kasar menipiskan tangan Rey dengan kasarnya. Rey hanya melongo dan merasa bersalah.*

__ADS_1


__ADS_2