
Setelah Rina pulang Adinda menyuruh Riri telpon Rani, kalau Zoya diculik! Riri menuruti kakaknya, ia memberitahukan kalau Zoya sebenarnya diculik oleh seseorang yang tidak dikenalnya.
Rani yang terbangun dan langsung mendengar kabar itu langsung shock, ia merasakan seperti mimpi saja. Blank. Setelah mengumpulkan beberapa nafas yang lari kemana akhirnya Rani bisa mencerna semua pembicaraan Riri lewat hp.
"Kamu tahu dari mana?"
"Rina yang nyari aku," Riri punya alasan kerena Riri mengenal Rina biarpun se lewat..
"Trus aku harus menghubungi siapa?" panik Rani.
"Nanti aku dan kakak ke sana," Riri langsung memutuskan hubungan.
Rani langsung menghubungi Dio. Tapi hpnya tidak diangkat angkat, sampai Rani kesal sendiri. Kerena Dio tidak pernah telat menerima telpon darinya.
'Anak itu kemana sih!'Dengus Rani kesal.
Ia mondar mandir saja di kamarnya, matanya melirik Anindya yang masih tidur. Kadang ia duduk di pinggiran ranjang, kursi, lantai, jongkok, berdiri, ada ******* nafas yang berat. Beberapa kali ia.melihat layar hp tapi tidak ada balasan telpon balik dari Dio. Ada kesal dalam hati tapi ia tidak bisa melakukan apa apa sama sekali.
'Kenapa ya aku nggak minta nomor mbak Rina pada Riri?' tanya dalam hati.
'Ah! Riri juga tahu dari mbak Rani, kerena mbak Rina ke rumahnya?' Dengus Rani kasar.
Ia balik lagi duduk di ranjang sambil memandang dedaunan lewat jendelanya. Ada perasan cemas takut kalau Zoya celaka ya itu kerena dirinya yang ambisi ingin menyelediki semuanya. Tanpa bilang dulu pada Dio atau yang lainnya ya kecuali pada Adinda sih.
Adinda yang telah sampai di rumah Rani terkejut kerena melihat Dio duduk mematung sendirian dengan tatapan kosong seperti menunggu tuan rumah yang entah kemana.
__ADS_1
"Pak Dio," tegur Riri kaget.
Dio yang mendengar suara seseorang langsung membalikan badannya, di depannya dua wanita berdiri dengan wajah heran sekali..
"Bu Riri, maaf ada apa ya?" tanya Dio heran melihat Riri ke rumah Rani.
Sebenarnya tidak heran sih tapi Dio kaget tiba tiba Riri berada di rumah Rani berdua dengan wanita yang tidak pernah ia kenal sama sekali.
"Kak Rina tadi telpon pak Dio, kerena nggak berhasil menelpon pak Dio akhirnya kamu ke sini kerena kak Rian mengatakan kalau Zoya diculik." Riri menjelaskan kedatanganya pada adik Rina.
Dio yang mendengarkan penjelasan dari Riri terkejut mendengar cerita Riri, sampai Dio menatap Riri tidak berkedip sama sekali. Adinda dan Riri akhirnya duduk di kursi yang ada di teras begitu juga dengan Dio. Dio tidak menyangka kalau kakaknya yang dikira menghilang malah menemukan Zoya.
"Bu Riri, ibu tahu kemana kira kira Zoya dibawanya?"
"Aku juga nggak tahu sih! Kak Rina, Zoya dibawa ke sebuah hutan dekat turunan yang mau dekat tower itu turunan xxx." jelas Riri menjelaskan.
Akhirnya Dio merencanakan untuk mencari Zoya ke tempat dimana Riri sebutkan, Adinda menelpon Rani yang masih di dalam kamar. Rani yang menduga kalau hanya adinda yang datang hanya melonggo melihat kedatangan Dio yang ada di hadapannya.
Secara singkat Riri menceritakan semuanya pada Rani tentang keberadaan Zoya di tempat xxx.
"Aku ikut cari Zoya!"teriak Rani semangat..
"Anakmu?"
"Din, kamu saja yang jagain ya, apalagi kamu lagi hamil Takut apa apa pada kandungan mu," pinta Rani memelas..
__ADS_1
Akhirnya Adinda mengangguk. Setelah semuanya perlengkapan Anindya siap, Rani dan keduanya temannya langsung pergi mencari Zoya atas petunjuk Riri yabg hanya tahu dari cerita kakaknya saja, kerena ia sama sekali tidak bertemu dengan Rina sama sekali.
Apa yang dilihat oleh Rani memang benar. Kalau Zoya di sekap oleh tiga orang yang ingin membuat Rani menyerah dan bisa mengikuti keinginan mereka. Sedangkan Zoya sendiri tidak tahu apa apa yang ia pernah lakukan, ia hanya pasrah saja. Begitu juga dengan Vian, ia sama sekali tidak mwnduga kalau malam itu adalah malam yang naas bagi mereka berdua.
Harus ketahuan dan keduanya dibawa ke tempat kosong, tempat yang rapi untuk ukuran ruangannya. Tubuh keduanya diikat ke kursi dengan tambang yang panjang, hanya tanganya yang ikat sedangkan kaki.masih bisa bebas kesana kemari.
Seorang wanita separuh baya datang. Mata Vian terbelalak hampir keluar dari kelopak matanya saat ia melihat wanita itu berjalan menghampirinya dan Zoya.
"Bibi, ( sebutan adik dari ibu atau bapak bahasa Sunda )!"teriak Vian saat perban yang menyumbat mulutnya dibuka.
Gadis 15 tahun itu berteriak keras, ketika melihat seseorang yang ia kenal sedang berdiri dihadapan dirinya. Begitu juga dengan Zoya ia shock sekali melihat wanita itu dengan wajah sinis menatap Zoya dan Vina.
PLAK!
Sebuah tamparan langsung mengenai wajah Vian dengan keras sekali, sampai sudut bibir gadis 15 tahun itu mengeluarkan cairan warna merah segar. Vian hanya meringis seketika juga, ia tidak melawan kerena tangannya masih diikat sangat kuat.
"Bi, kunaon bibi doang kieu? Naon salah ibu Rani ka bibi, sampe bibi melakukan ini,( Bi, kenapa bibi seperti ini? Apa salah ibu Rani sama bibi, sampai bibi melakukan ini )," raung Vian.
Zoya sebenarnya ingin bicara banyak tapi ia hanya mendengarkan apa yang Vian katakan biarpun ada penasaran kenapa Vian mengenal Santi. Ya wanita yang berdiri di hadapannya adalah Santi mertuanya Rina sendiri, entah Zoya tidak tahu motif apa Santi menculik dirinya dan Vian.
"Bibi hanya ingin kalau Rani menikah dengan Rey, kerena apa kerena sebenarnya Rani adalah anak Surya yang mewarisi kekayaan Surya." tawa Santi renyah.
Ya Santi ingin menikahkan Rey dengan Rani kerena bagaimanapun Rani adalah hak waris dari Surya, kerena sebenarnya anak Surya yang lahir dari Amanda sampai sekarang tidak ditemukan sama sekali. Dan Santi juga berusaha untuk menyingkirkan Rina, kerena Rina hampir semuanya tahu. Dan itu bakal menghambat kerjanya.
"Nggak akan kak Rani dan kak Rey menikah aku nggak pernah setuju!" terima Vian marah.
__ADS_1
Zoya yang diam saja kaget saat Vian menyebut nama Rani dengan Rey dengan sebutan kakak. Sebenarnya ingin Zoya menanyakan hal itu tapi ia hanya diam saja. Tiba tiba ada tiga laki laki yang langsung menarik dan membawa Zoya ke tempat lainnya.
Zoya berontak tapi tidak berhasil kerena tiga laki laki itu langsung memukul belakang kepala Zoya sampai gadis 18 tahun pingsan. Vian yang melihat itu langsung bergerak dengan tangan terikat ia berusaha menghalangi tiga laki laki itu untuk tidak membawa Zoya tapi terlambat. Santi langsung menarik Vian sampai gadis 15 tahun jatuh.*