Bodyguard Penjaga Hati

Bodyguard Penjaga Hati
LDR


__ADS_3

Namun baru saja Panca hendak membuka mulutnya untuk membalas kemarahan Dila, Toni dengan wajah tegang dan menggendong Raya memanggil dirinya dengan sangat panik.


"Panca antarkan aku ke rumah sakit sekarang juga, Raya tiba tiba pingsan!" teriak Toni yang langsung membuat seisi rumah ikut panik.


Saat berbincang bincang dengan Toni di halaman sambil menyapa beberapa tamu yang belum pulang, tiba tiba Raya tak sadarkan diri di bahu Toni, membuatnya panik setengah mati dan langsung mengendongnya untuk di bawa masuk, namun dia merubah pikirannya, hatinya berkata dia harus segera membawa istrinya itu ke rumah sakit.


Raya yang tiba tiba terkulai lemas tak sadarkan diri itu di baringkan di sebuah brankar dorong yang menyambut mereka di depan jalur ugd.


Panik, kacau, khawatir dan sedih semua berkecamuk di dada Toni meluluhkan rasa bahagia yang beberapa jam yang lalu dia dan Raya rasakan, kutukan apa sebenarnya yang tengah mereka terima sehingga bahagia rasanya enggan sekali menyapa lama, hanya sekilas dan selewat selewat saja bahagia mampir di kehidupan mereka.


Wajah tegang dan kusut Toni langsung terkesiap saat melihat dokter yang baru saja menangani istrinya keluar ruangan.


"Keluarga pasien mana?" tanya dokter itu.


"Saya suaminya!" jawab Toni tegas.


"Ikut saya ke ruangan," kata dokter itu mengajak Toni ke ruangannya untuk membicarakan kondisi Raya yang sepertinya keadaannya cukup serius, terlihat dari wajah sang dokter yangbjuga terlihat sangat tegang.


"Apa yang terjadi sebenarnya pada istri saya, dok?" Tanya Toni gusar.


"Maaf, apa istri anda pernah terbentur atau kecelakaan yang menyebabkan cedera di kepala?" tanya dokter itu.


Toni mengingat ingat, namun sepertinya tak ada apapun yang bisa dia ingat, otaknya sedang tak dapat di ajak bekerja sama untuk berpikir apalagi mengingat ingat hal yang sulit.


"Sepertinya tidak, dok!" jawabnya.


"Namun sepertinya ada bekas cedera atau benturan baru, dari hasil ct scan tadi, diketahui terdapat pendarahan di otak istri anda," terang dokter itu lebih lanjut.

__ADS_1


"Lantas, bagaimana dengan kondisi istri saya, apa berbahaya? Bisa di sembuhkan, kan dok?" wajah Toni semakin kusut, membayangkan hal hal buruk terjadi pada istrinya membuat dirinya merinding dan hatinya terasa hancur seketika.


"Bisa, hanya saja perlu penanganan ekstra, melalui terapi dan pengobatan di rumah sakit besar bisa di atasi, yang penting berusaha, berdoa, dan bersabar, semua pasti ada jalannya," ucapan dokter yang seharusnya dapat menenangkan hati Toni, rasa rasanya tak membantu apapun dalam menangani kekalutan hatinya yang di rasakan saat ini.


"Baik dok, terimakasih atas informasinya," pungkas Toni, rasanya dia sudah tak mampu lagi mendengar hal hal yang lebih buruk lagi dari apa yang di dengarnya tadi.


Dokter itu mengangguk sepertinya dia cukup paham dengan apa yang di rasakan Toni, dan mempersilakan untuk menemui istrinya yang masih di ruang igd rumah sakit itu.


"Raya, bangunlah, ini hari ulang tahun mu, ini juga hari pernikahan kita, kenapa kamu tega sekali meninggalkan aku sendiri di pelaminan tadi," ucapnya seolah mengajak ngobrol dengan istrinya yang terbaring lemah tak berdaya di atas ranjang berseprei serba putih itu.


Rasanya baru kemarin dia mengalami hal seperti itu, masih lekat di ingatannya Toni menunggui Raya yang terbaring tanpa kesadaran, dan kini harus kembali terulang lagi.


Akhirnya Toni dan yang lainnya memutuskan untuk merujuk Raya ke rumah sakit di singapore karena setelah mencari tau tentang rumah sakit terbaik yang biasa menangani penyakit seperti yang di alami Raya, hanya di sanalah yang sepertinya paling bagus.


Mang Dasep juga menyetujuinya, sementara untuk biaya, hadil dari perkebunan dan peternakan yang Maria tinggalkan untuk Raya sangat bisa untuk menutup biaya nya, Panca juga siap membantu jika memang di butuhkan, baik itu biaya atau pun tenaga.


Sudah di putuskan yang akan menunggui Raya di sana adalah Dila dan ayahnya yaitu mang Dasep, sementara Toni dan Panca, sesuai rencana semula, dia akan melanjutkan semua hal yang tertunda untuk membalas Rolan dan Arsan yang telah membuat kekasihnya banyak mendapat kesedihan dan penderitaan, Toni harus memastikaan kalau mereka akan mendapatkan kesakitan yang berkali lipat lebih menyakitkan, atau paling tidak, minimal mendapat kesakitan yang sama, tapi sepertinya kata minimal itu pilihan ke seribu sekian untuk orang orang jahat seperti mereka.


Lagi pula dengan Raya berada jauh dari Jakarta, dia akan lebih leluasa melakukan aksi nya, tanpa harus menghawatirkan dan membahayakan keberadaan istrinya itu.


Tak apalah jika dia harus LDR an dengan istri yang baru di nikahinya bahkan belum mencicipi malam pertama, tapi boro boro memikirkan hal itu, kesehatan Raya sang istri menjadi prioritas utamanya, yang penting Raya sehat dulu, untuk urusan lain lain bisa menyusul, pikirnya.


***


"Dari mana saja, kau menghilang selama beberapa hari terakhir ini," tanya Rolan menyelidik, meski sebenarnya dia bisa menebak walau tebaknannya belum tentu benar tentang menghilangnya Toni beberapa hari terakhir.


Rolan meenebaknya kalau Toni sibuk mencari keberadaan kekasihnya yang menghilang, sama seperti halnya dirinya yang sampai kini masih mencari keberadaan Raya yang menghilang begitu saja tanpa jejak, entah siapa yang sudah berani menculik Raya dari genggamannya, sementara semua anak buah yang menjaganya pun di habisi tak tersisa membuat dirinya merasa kesusahan untuk menggali informasi, di tambah lagi gudangnya yang di hutan belum di lengkapi cctv, karena merupakan gudang baru, jadi tidak bisa tau apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


"Bukankah aku sudah mengajukan ijin cuti ku pada Cila, aku ada kepentingan, hidup ku tak cuma mengurusi pekerjaan mu, aku juga punya kehidupan sendiri," kesal Toni.


"Oke, apa masalah mu sudah selesai?" selidiknya lagi.


"Belum, tapi aku harap masalah ini akan segera selesai."Jawab Toni seakanmengerti kalau Rolan sedang mengorek informasi darinya, dia tak boleh sampai keceplosan atau sah bicara, karena kalau salah salah semua rencana yang sudah di susun nya akan gagal berantakan.


"Baiklah, kalau ada sesuatu yang perlu aku bantu, bilang saja jangan sungkan.Aku pasti membantu mu," oceh Rolan yang kini bisa merasa tenang dan bernafas dengan lega karena ternyata, sepertinya Toni pun belum menemukan Raya sampai saat ini.


"Sebenarnya aku sedang mencari---" Toni sengaja tak menuntaskan perkataannya agar Rolan merasa penasran dan tetap mengira kalau Raya masih menghilang dan tak di ketahui keberadaannya.


"Siapa yang sedang kau cari?" Rolan terlihat antusias.


"Ah, tidak tidak! Aku bisa berusaha sendiri, aku akan mencarinya sendiri," jawab Toni masih berusaha sok misterius.


Namun dalam hatinya menertawakan kebodohan Rolan.


Toni sudah pernah lengah kemarin sehingga berakibat fatal pada istrinya, untuk kali ini, dia tak akan memberikan celah sedikit pun untuk Rolan.


Apalagi dia juga di buat semkin geram saat menyadari benturan keras yang menyebabkan Raya kini berada dalam pengobatan serius sepertinya di sebabkan oleh kejadian penculikan tempo hari, dia memang tak tau apa yang terjadi pada Raya saat penculikan itu terjadi, tapi Toni yakin kalau Raya menerima banyak kekerasan saat itu, terbukti dengan robek di sudut bibirnya dan beberapa memar di tubuh istrinya itu.


"Tolong kau selesaikan masalah poyek yang di Kalimantan, di sana terjadi kekacauan parah," ucap Rolan.


"Bukan kah sudah ada Cila yang menangani itu semua?"


"Aku sudah memintanya untuk berhenti, dan sebaiknya proyek itu kembali di tangani oleh mu," pinta Rolan.


"Baik!" singkat Toni tanpa protes sedikit pun.

__ADS_1


'Neraka mu akan segera di mulai Rolan, aku tak perlu menggunakan tangan ku untuk membunuh mu atau pun Arsan, cukup aku akan membuat kalian saling membunuh setelah mental kalian ku rusak se rusak rusaknya,' gumam Toni menyeringai dalam batinnya.


"Bos, gudang kita di hutan pinus terbakar, tak ada yang bisa di selamatkan, semuanya habis, ludes di lalap api!" lapor salah seorang anak buah Rolan yang berlari tergopoh gopoh menghampiri Rolan dan Toni yang sedang mengobrol santai di sasana.


__ADS_2