Bodyguard Penjaga Hati

Bodyguard Penjaga Hati
Kebohongan


__ADS_3

Seperti janji yang pernah di ucap kannya, kalau Rolan pernah berkata, bahwa dia akan melakukan apapun demi kebahagiaan sang putri, meskipun itu harus di tukar dengan nyawanya, dia akan sangat rela kehilangan nyawanya demi kebahagiaan Cila, putri semata wayangnya yang sangat dia sayangi, meski cara Rolan mencintai dan menyayangi putrinya itu dengan cara yang salah.


Namun itulah yang terjadi, Rolan benar-benar mengorbankan nyawanya demi sang putri, selain dia seakan tak punya cara lagi untuk membujuk Toni dia juga rasa-rasanya sudah tak punya muka lagi saat bertemu dengan sang putri yang selalu terus merengek menagih janjinya untuk mempertemukan dirinya dengan Toni, untuk itu Rolan lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya yang bahkan sudah tak berguna lagi karena dirinya kondisi fisiknya yang juga kini sudah cacat. Terlebih Friska sang istri juga terus saja menuntutnya untuk memenuhi semua gaya hidupnya yang tak bisa jika tidak 'wah'.


**


"Sayang, kamu apakan tadi Sabrina, Panca, dan yang lainya sehingga tiba-tiba berubah menjadi tak marah lagi pada Cila, padahal beberapa menit sebelumnya mereka terlihat sewot saat tau kalau Cila yang datang ke rumah itu ?" Toni penasaran.


"aku gak bilang apa-apa sama mereka," kelit Raya.

__ADS_1


Toni terlihat seperti serba salah, sungguh dia tak bisa menyembunyikan kegalauannya tentang Cila yang kini mengingat tentang pertunangannya.


"Ada apa? Ada yang mau kamu ceritakan pada ku" Raya cukup tanggap dengan perubahan sikap suaminya itu.


"Emh,,, anu---itu-- Cila udah mulai mengingat tentang pertunangannya dengan ku," gugup Toni terdengar sangat hati hati saat menyampaikan apa yang baru saja di ketahuinya tadi saat berbincang dengan Cila.


"Bukan mulai mengingat, tapi memang dia tak pernah lupa!" cicit Raya santai.


"Ya, dia memang tak pernah hilang ingatan, bukankah tadi dia juga sudah mengakuinya saat berdebat dengan Sabrina ?" terang Raya.

__ADS_1


"Sayang, ceritakan padaku, aku yakin kalau kamu menyembunyikan sesuatu, cerita apa yang aku lewatkan?" Toni mulai penasaran, dia juga sangat yakin jika istrinya itu menyembunyikan sesuatu tentang Cila dari dirinya.


Namun Raya seperti sengaja mengulur waktu dan seolah ogah-ogahan menceritakan dan berbagi informasi tentang Cila yang dia ketahui, namun tidak di ketahui suaminya.


Jadi saat itu ketika Rolan merengek meminta suaminya untuk menengok Cila di rumah sakit jiwa, tentu saja Raya tak tinggal diam, dia mencari tahu tentang di rumah sakit jiwa mana dia di rawat, dan bagaimana keadaannya.


Beruntung baginya, ternyata salah satu dokter di sana adalah kakak dari temannya saat kuliah di luar negeri dulu, jadilah diaenggali informasi tentang Cila ke dokter itu.


Terbongkarlah dari mulut dokter itu kalau sebenarnya Cila hanya mengalami depresi ringan dan menurut hasil pemeriksaan dia sudah sehat secara keseluruhan, hanya saja sang dokter juga kebingungan, entah mengapa dia enggan keluar dari sana, katanya dia hanya akan pulang dan keluar dari tempat itu jika di jemput oleh tunangannya.

__ADS_1


Dari sana Raya sudah bisa menyimpulkan kalau Cila memang sengaja menjadikan tekanan mentalnya sebagai 'alat' untuk agar bisa membodohi Toni untuk ke dua kalinya.


Tapi Cila lupa kalau Raya tak akan pernah membiarkan wanita manapun merebut ayah dari calon bayi yang di kandungnya itu.


__ADS_2