
Setelah pintu itu roboh, maka tampaklah sosok Toni dan Panca yang berdiri berjajaran di sana.
"Apa kami terlambat mengikuti party kalian?" Tanya Toni dengan seringai liciknya.
semua orang yang berada di ruangan itu tampak terkejut dengan kedatangan Toni dan Panca di ikuti beberapa orang anak buah Sabrina yang mengekor mereka.
"Ka-kalian? Bagaimana bisa?" Bara tergagap, dirinya jelas bisa mengukur kemampuannya sendiri, jelas tak akan mungkin menang jika harus berduel dengan Toni Cs, hanya mendengar ceritanya saja dari Cila dia sudah ketar ketir, apalagi dia juga sempat merasakan kerasnya hantaman tinju Toni dan Panca saat berada di kampung halamannya beberapa bulan yang lalu.
"cara mu ingin membunuh kami terlalu mudah untuk di taklukan, itu pelatihan dasar untuk anak sekolah saat penyelamatan diri," cibir Panca.
"Bajingan, mati lah kalian !" Teriak Bara mengeluarkan senjata dari balik bajunya, namun saat dia membidik Panca sebagai sasarannya, Dila bangkit dari duduknya dan mendorong tubuh mantan suaminya itu hingga moncong senjata kini mengarah ke arah Toni.
Melihat ada bahaya yang mungkin akan datang ke arah pria yang sangat di cintainya itu, secepat kilat tangan Cila menepis senjata yang berada di genggaman Bara tersebut agar tak mengenai Toni.
"Lion awas!" Teriak Cila sambil berusaha menepis tangan Bara.
Namun takdir berkata lain, timah panas yang keburu di lesatkan oleh Bara itu malah mengenai dada kanan Cila, dan melubangi tubuh wanita yang berusaha melindungi pria yang di cintainya itu.
"Cila?!" Pekik Toni kaget.
Cila terkulai di lantai, dengan dada yang mulai di rembesi cairan berwarna merah pekat membasahi blouse putihnya yang kini bernoda merah dengan bolongan bekas timah panas di sana.
__ADS_1
Tanpa pikir panjaang Panca langsung melompat bersama beberapa anak buah Sabrina menangkap dan menghajar Bara sampai babak belur.
"Bawa di ke rumah sakit, biar cecunguk ini menjadi urusan ku!" Teriak Panca.
Panca tak akan melepaskan Bara dengan begitu mudahnya, atas apa yang di perbuatnya, bahkan ada nyawa yang kini berada di antara hidup dan mati karena kekejamannya, maka sudah selayaknya Bara menerima ganjaran yang setimpal dengan apa yang sudah di perbuatnya.
Mata Cila masih terbuka dan meneteskan air mata di sudut netranya saat Toni berusaha menolongnya, menahan tubuh lemasnya agar tak terbentur di lantai.
Nafasnya mulai terasa berat menahan rasa sakit dan panas di dada kanannya itu.
'Tuhan, terimakasih... jika ini merupakan akhir hidup ku di dunia ini, aku ikhlas. Dengan semua kejahatan yang banyak sekali aku lakukan, Kau masih memberi ku akhir kisah hidup yang indah, dimana aku di beri kesempatan untuk menyelamatkan hidup pria yang aku cintai, dan melihat wajahnya di akhir kesempatan ku membuka mata, juga merasakan pelukannya meski entah sebagai apa atau mungkin hanya karena merasa berhutang nyawa, sungguh aku tak akan meminta balasan apapun atas pengorbanan ku, namun jika dia memang merasa berhutang pada ku, katakan padanya kalau aku akan selalu menunggunya di kehidupan yang berikutnya, semoga di kehidupan lain dia bisa membalas perasaan cinta ku.'
Perlahan mata Cila terpejam sempurna, gelap, tak ada lalgi gambaran wajah pria yang di cintainya, tak ada juga samar-samar suara teriakan orang terdengar di telinganya.
"Cila, tolong jangan pergi, ayah mu sudah pergi terlebih dahulu, lantas kalau kau pergi juga, siapa yang akan menemani ibu mu ini, tolong bertahan nak, ibu mencintai mu dengan semua sifat baik dan buruk mu, tolong jangan pergi!" Tangisan Friska menggema di lorong rumah sakit yang menangisi nasib tragis putrinya, terdengar sangat mengiris hati, tangisan penyesalan seorang ibu yang merasa gagal dalam mendidik putrinya dengan baik.
Sungguh dia tak ingin menyalahkan siapapun dalam hal ini, semua yang terjadi memberikan kenyataan padanya kalau selama ini mungkin dirinya dan Rolan sudah salah dan abai dalam mengurus putri satu satunya itu, sehingga Tuhan memberinya teguran padanya untuk menjadi manusia yaang lebih baik lagi.
"Kami ikut berduka tante," lirih Raya saat beberapa menit yang lalu dokter keluar dari ruang operasi dan menyatakan kalau Cila tak bisaa lagi di selamatkan, wanita pejuang cinta dengan cara yang salah itu meninggal di atas meja operasi.
Tak ada yang salah dengan perasaan cinta, karena itu pasti di miliki oleh setiap manusia, yang menjadikan semua itu salah hanyalah bagaimana cara kita menyikapi perasaan cinta yang tumbuh di diri kita.
__ADS_1
Raya dan Sabrina menenangkan Friska yang terlihat sangat terpukul dengan kenyataan pahit yang harus di terimanya lagi, kehilangan orang-orang yang di sayanginya dalam waktu yang hampir berdekatan merupakan pukulan tersendiri baginya, rasanya sudah melebihi kata cobaan namun itu semua terasa seperti sebuah hukuman baginya.
Namun baik Raya maupun Sabrina sudah membulatkaan tekad untuk membantu Friska dan tak akan membiarkan wanita tengah baya itu hidup sendiri dalam kesedihan, bagaimana pun kejahatan yang sudah Rolan dan Cila lakukan pada mereka, sungguh Raya dan Sabrina tak sampai hati jika membiarkan Friska terpuruk dalam kesedihan sendirian.
Toni terpaku, ada sedikit rasa bersalah dalam dirinya, dulu dia sempat menyayangi Cila bak adiknya sendiri, sampai dia menyadari kalau Cila mengartikan lain perhatiannya itu.
Bukan rasa benci yang membuat Toni menjauh dari wanita yang dia tau sangat mencintainya itu, melainkan dia tak ingin Cila semakin terluka dan kecewa karena dia tau kalau dia tak akan mungkin bisa membalas rasa cintanya, karena Toni mempunyai sosok lain yang dicintainya, dan seperti hal nya rasa cinta Cila padanya, rasa cinta Toni pada Raya juga tak bisa di gantikan.
Sungguh Toni tak menyangka, jika Cila sampai rela mengorbankan dirinya sendiri hanya untuk dirinya, namun lagi-lagi Toni hanya sanggup berterima kasih dari sini, dan berdoa semoga Cila mendapat kebahagiaan di dunia lainnya.
Berbicara tentang kehilangan, mungkin bukan belajar hidup tanpa mereka yang terlebih dulu meninggalkan kita, tapi belajar hidup dengan cinta yang pernah mereka tinggalkan.
--Tamat--
Terimakasih sudah mengikuti cerita ini sampai akhir, terimakasih banyak buat para reader setia lope lope yang banyak buat semuanya,,,,
Silahkan mampir di cerita DENDAM CINTA SANG KAPTEN dan AKU MEMANG PELAKOR
jika berkenan.
__ADS_1
Maaf jika banyak salah kata, typo, dan cerita yang tak sesuai ekspektasi,,, luv u semuanya...
Hatur nuhun,,,, ❤❤❤❤❤❤