Bodyguard Penjaga Hati

Bodyguard Penjaga Hati
Terlalu Bodoh


__ADS_3

Raya memang selalu kalah debat, jika itu urusannya dengan Toni, pria itu seakan selalu punya jawaban atas apa yang menjadi bahan perdebatan nya.


Padahal Raya benar benar sedang menghawatirkan kekasihnya itu, dia tak ingin Toni terkena masalah apalagi ini lagi lagi terjadi gara gara dirinya, betapa dirinya selalu membawa masalah dalam kehidupan Toni. Raya merasa sangat bersalah jadinya.


"Maafkan aku,,," ucap Raya lirih.


"Maaf untuk apa lagi? Bukan kah kamu tak salah apa apa? Atau kamu mau minta maaf karena diam diam berhubungan dengan si Joshep itu di belakang ku?" goda Toni.


"Ishhh kamu ini apaan, sih!"


***


Sabrina merasa kesal karena hari ini dia harus bekerja bersama dengan Cila yang kemampuan bekerjanya sungguh sangat di bawah rata rata, dan tak bisa di andalkan,


"Oh Tuhan,,, apa dosa ku sampai dapat rekan kerja se bodoh ini!" kesal Sabrina saat berulang kali dirinya mengkoreksi dokumen yang yang di kerjakan oleh Cila, sejak tadi tak ada satu pun pekerjaan Cila yang benar, sehingga Sabrina harus mengerjakan bagian pekerjaan Cila juga.


"Apa kau sedang menyindir ku?" tanya Cila.


"Aku tidak sedang menyindir mu, aku sedang memberi tahu mu, kalau kau itu bodoh, sangat bodoh!" ujar Sabrina tak bisa menahan lagi kekesalnnya.


"Tapi sebodoh bodohnya aku tetap saj au yang di pilih Lion untuk menjadi tunangannya, bukan kau!" Cila tersenyum sinis bahkan penuh kemnngan karena merasa nasib dirinya lebih baik dan lebih beruntung di banding Sabrina yang hanya bisa mengharap kasih tak sampai pada tunangan nya.


"Haha,,, bangga amat jadi tunangannya Lion, aku mau tanya nih, selama kau bertunangan dengan Lion, apa dia pernah menyentuh mu atau mencium mu?" tanya Sabrina seraya menahan tawa nya.


Cila terdiam beberapa saat, pikirannya sedikit terpengaruh dengan ucapan Sabrina padanya berusan, dia lalu memutar memorinya, sepertinya memang Toni tak pernah melakukan apa yang di sebutkan Sabrina tadi, bahkan sekedar memegang tangannya pun seingatnya Toni tak pernah.


Selama ini hanya dirinya lah yang selalu aktif bergelayut atau menggandeng tangannya, dia juga ingat, selama menjadi tunangannya, dirinya lah yang mencium pipi Toni, itu pun hanya 3 kali saja seingatnya, tak pernah sekali pun Toni menyentuhnya.


"Apa maksud mu?" tanya Cila gelagapan menjawab pertanyaan Sabrina yang sepertinya mengetahui sesuatu tentang hubungannya dengan Toni yang tak pernah menyentuhnya itu.

__ADS_1


"Kenapa? betul kan, apa yang aku bilang tadi?" Sabrina tertawa seolah mengejeknya.


"Li-- Lion memang tak pernah berbuat yang lebih terhadap ku, karena dia menghargai ku, dia tak ingin merusak ku!" ujar Cila mencari pembelaan.


"Yakin, seperti itu alasannya? Bukan karena dia tak bernafsu dengan tubuh mu? Atau bahkan mungkin jangan jangan karen dia tak pernah mencintai mu?" ledek Sabrina lgi, rasanya atinya sangat senang melihat Cila merasa tertekan dengan perkatan perkataannya.


"Tau apa kau tentang hubungan kami, lagi pula aku tak harus mengumumkan apa saja yang sudah kami lakukan, apa lagi memberi tahu mu, apa urusanya!" Cila tetap bertahan dengan gaya sok angkuhnya.


"Tentu saja aku tau, Pria normal macam apa yang tahan tak menyentuh tunanganya sendiri, sementara dia pun pun punya kebutuhan biologis yang harus dia salurkan, atau selama ini dia menyalurkannya pada yang lain?" Sabrina memang jagonya medalam hal tindas menindas, apalagi kalau yang di tindas itu Cila, kata katanya sungguh pedas mengalahkan pedasnya cabe setan, nyelekit!


"Kalau tujuan mu mengatakan ini untuk mempengaruhiku agar aku bertengkar dan lalu berpisah dengan bang Lion, silahkan kau bermimpi, karena itu tak akan pernah terjadi, sampai kapan pun dia akan tetap menjadi milik ku!" tegas Cila yang merasa Sabrina kini sedang menghasutnya, dan dia sudah meyakinkan dirinya untuk tak akan pernah termakan hasutannya sedikit pun.


"Ya,,,, terserah,,, kalau aku punya tunangan yang tak pernah menyentuh ku sama sekali sih, agk agak aneh dan akan cari tau apa yang terjadi, tapi,,, kalau kau merasa nyaman dengan hal itu,,,ya monggo!" Sabrina mengangkat kedua bahunya dengan geraka yang sangat menyebalkan di mata Cila.


Tapi di pungkiri atau tidak, semu ucapan Sabrina kini mengganggu pikirannya, menebak nebak apa yang sebenarnya terjadi pada Toni, apa benar apa yang di kataan Sabrina kalau dirinya tak cukup menarik di mata Toni, atau malah benar kalau Toni punya kekasih lain di belakangnya?


Ah sial,,, kini Cila tak mood lagi mengerjakan semua pekerjaan nya, dan dia memilih untuk pulang meninggalkan semua pekerjaannya.


Semua itu memang sudah termasuk dalam rencana mereka, karena dengan begitu, Sabrina bisa dengan lelusa memanipulasi laporan dan dokumen tanpa harus sembunyi sembunyi dari Cila.


Tapi tentang dengan cara apa tadi Sabrina membuat Cila merasa tidak betah, tentu saja itu tanpa sepengetahuan Toni, dan bisa di pastikan pria itu akan murka jika saja dia sampai tau kalau Sabrina membuat Cila tak betah dengan cara yang tadi di lakukannya.


***


"Kenapa kamu sudah pulang jam segini?" protes Rolan saat melihat putrinya siang hari sudah di rumah.


"Tak ada pekerjaan lagi di kantor, semua sudah ku kerjakan!" bohong Cila.


"Kemana bang Lion?" Cila malah balik bertanya.

__ADS_1


"Dia di kantor polisi, semalam ribut dengan anak pejabat, apa kamu tak melihat beritanya, di media sosial sangat ramai," terang Rolan yang selalu up to date dengan berita berita yang tengah viral.


Cila buru buru mengeluarkan ponselnya, semenjak semalam dia memang belum mengecek ponselnya, apalagi pagi pagi sekali dia harus berangkat ke kantor lalu sibuk dengan dokumen dan laporan yang sebetulnya hanya dia bolak balikan saja tanpa mengerjakannya, karena yang akhirnya menggarap semuanya adalah Sabrina.


Cila merasa senang karena telah membuat Sabrina terlihat lebih sibuk dengan menambah porsi pekerjaannya sengan pekerjaan bagiannya, dia ingin memberi pelajaran pada wanita itu, namun bodohnya, dia tak pernah tau kalau ternyata apa yang dilakukannya itu akan berakibat sangat fatal pada nasib dirinya sendiri dan juga seluruh keluarganya.


"Apa apaan ini," gumamnya memeriksa semua pesan masuk yang isinya hampir sama semua yaitu rekaman perkelahian Toni dengan Joshep, meski dia tak tau apa yang telah membuat tunangannya terlibat perkelahian dengan salah satu temannya itu, naamun dia harus segera menyusul dan menyelamatkan Toni di kantor polisi, karena bagaimana pun, dirinyalah yang memperkenalkan Toni dengan Joshep.


"Hey kamu mau kemana, Cila?" teriak Rolan ketika tiba tiba putrinya bergegas pergi setelah membaca pesan masuk di ponselnya.


"Ke kantor polisi, menemui bang Lion !" jawabnya sambil berlari.


"Cila tunggu, kamu jangan---" ucapan Rolan terhenti karena dalam sekejap saja mobil Cila sudah hilang dari pandangan nya.


"Ah, anak itu, bikin susah saja!" geram Rolan.


Pekerjaan Rolan sebagi mafia yang berbisnis di dunia hitam, tentu saja berseberangan dengan aturan hukum yang berlaku, jadi sebisa mungkin harus menghindari hal hal yang berbau viral dan menyita perhtian banyak masyarakat, karena jika dirinya atau salh satu dari keluarganya muncul tau ambil andil dalam hal yang menjadi pusat perhatian banyak orang seperti itu, bukan tak mungkin ada beberapa pihak rival bisnis nya yang akan menggunakan ini sebagai peluang untuk menjatuhkan nya, akan dengan mudah mereka meng investigasi tentang bisnis nya dan di up ke publik, itu akan sangat berbahaya.


Makanya Rolan agak sedikit kecewa begitu mengetahui Toni terlibat perkelahian dengan salah satu anak pejabat, itu akan sangat membahayakan untuk bisnisna.


Kini Rolan khawatir kalau Cila akan berbuat ceroboh dan berindak semaunya demi menyelamatkan tunanannya itu, padahal tanpa Cila tau, Rolan pun sudh mengutus orang orang nya untuk membantu Toni agar terlepas dri masalah ini, meski Rolan tau kalau Toni pasti bisa menylesaikan masalahya sendiri, hanya saja Rolan tetap mengutus orang orangnya untuk berjaga jaga.


Bear saja, sampai di kantor polisi,Cila langsung menerobos sekumpulan wartawn yang memang sedang meliput berita tentang perkelahian Joshep yang di kenal sebagai anak salah satu pejabat tinggi di negeri ini.


"Joshep, kau keterlaluan, kenapa kau melaporkan tunangan ku, kau itu teman ku, kenapa kau tega berbuat seperti ini, lihat saja aku an melawan mu dan akan melaporkan balik perlakuan mu, kau tau siapa aku, kan? Aku putri dari Rolan Pabalo pengusa dunia hiburan malam di Jakarta ini tak akan tinggal diam!" teriak Cila memaki Joshep yang sedang melakukan sesi wawancara dengan beberapa wartawan, yang lalu tentu saja teriakan Cila itu menarik perhatian para pencari berita yang lalu langsung mengerubungi wanita itu untuk meminta penjelasan lebih lanjut tentang pernyataannya.


Langsung saja Cila memperkenalkan dirinya sebgai tunangan dari Toni, dan dia berkata akan berdiri paling depan untuk melindungi tunangannya itu, sekalian dia juga tebar pesona dan menyombongkan diri memberi tahu tentang siapa jati dirinya yang sebenarnya agar semua orang dan eluruh dunia tahu kalau diriya adalah putri satu satunya dari Rolan Pabalo sang pengush dunia hiburan terbesar di Jakarta.


Sungguh dia tak tau kalau kesombongan nya ini akan berbuntut ke murkaan sang ayah karena dengan pernyataanya itu sama saja Cila ingin mendorong ayahnya ke jurang kehancuran.

__ADS_1


Ah, Cila memang terlalu bodoh!


__ADS_2