
"Semuanya sudah siap?" tanya Gharda pada anak buahnya.
Salah satu dari anak buahnya mengangguk melangkah duluan membawa barang-barang, Gharda mengekor mendorong kursi roda mamahnya, badannya sudah jauh lebih baik hanya dia saja yang masih parno kesehatan mamahnya.
"Kau sudah kabari Afrinda kepulanganmu?" Ny.Syeni tersenyum bahagia melihat perkembangan hubungan putranya dan calon menantu.
"Sudah dong, Mah. Tadi kami chattingan saja, dia lagi sibuk katanya ada tamu di tempatnya sana," Cerita Gharda.
"Tamu siapa? Kalian harus hati-hati nanti ada sesuatu yang terjadi kalau sampai orang lain yang datang."
"Kami mengenal tamunya, mamah juga. Danu datang ingin memperkenalkan istrinya."
Selama ia pamit terakhir kemarin, Gharda belum bertemu datang ke rumah itu, berkomunikasi via telepon sesekali melakukan panggilan vidio. Afrinda sangat memahami kekasihnya, Gharda tidak cemas semakin semangat untuk bamgkit.
Rivzal menjemput mereka dia menyetir, Mang Leo sudah pensiun sudah tinggal di vila milik Gharda.
"Aku sudah rindu Jelita," gumam Gharda.
Sementara di rumahnya Jelita dan Allen yang tidak pernah ketinggalan bocah berdua itu sudah duduk menunggu kepulangan ayahnya, Astrid dan Ticha menata makan siang masakan mereka untuk menyambut kepulangan Nyonya dan boss mereka.
"Papah kamu belum pulang, kita gantian, kamu yang menginap di kamar aku."
__ADS_1
"Iya, Jelly. Tadi papah sudah menelepon dari ponsel Miss Ticha."
Saat sedang asik berceloteh berdua, suara klakson mobil dari luar Jelita berlari membuka pintu senyum lebar.
Begitu melihat siapa yang turun saat pintu mobil di buka, berteriak kencang memanggil ayahnya berlari memeluk lutut ayahnya erat. "Ayyyyahhh pulang!!!"
Tanpa mengulur waktu badan mungil itu terangkat melayang tinggi di udara masuk ke dalam gendongan ayahnya, ciuman bertubi-tubi membuat Jelita tertawa kencang kegelian kumis yang mulai tumbuh subur. "Ayah lebih rindu kamu," ungkapnya.
Ny.Syeni sudah diturunkan Rivzal duduk di kursi roda, cemberut pada Gharda ia juga rindu cucunya.
"Oma tidak rindu ya?"
Astrid, Ticha, Dan Allen berdiri di teras, tidak berani sok ikut campur dengan keluarga ini. Tetapi ada yang aneh dari wajah Allen, menunduk dari tadi tidak banyak bicara. Ticha merasakan hal itu, merangkul Allen mengusap punggungnya
"Kapan papahku pulang, Miss?"
Ticha dan Astrid saling pandang, "Kita tunggu saja ya, papahmu secepatnya akan pulang," jawab Ticha seadanya.
Menyeka pipi Allen, Astrid menggoda Ticha mengatakan sudah cocok menjadi ibu pengganti.
Suasana rumah ramai para pelayan ikut serta berjejer memberi salam hangat, Ny Syeni sampai menangis terharu dibuatnya. Tidak menyangka para pekerja ini masih tetap bertahan mengabdi masih mempercayai sebagai tuan.
__ADS_1
Menggelar tikar makan bersama lesehan saja, dibantu untuk duduk di lantai Ny.Syeni menyampaikan rasa terima kasihnya atas kesetiaan dan kepercayaan menunggu kembali ke rumah, para pekerja di rumahnya tersenyum bahagia sangat dihormati tuannya.
Tidak lupa menguplod foto mengirim pada Afrinda, ini adalah saat yang berharga dalam hidupnya. Tidak pernah Gharda membayangkan bahwa ia masih diberi kesempatan untuk memperbaiki semuanya, pegawai perusahaan yang menunggunya kembali, pekerja di rumahnya pun turut melakukan hal yang sama. Dibalik cobaan ini banyak hikmah yang ia dapatkan, menengadah memejamkan mata ia patut bersyukur dan berjanji akan lebih giat bekerja keras untuk semua ini.
Acara doa dan makan bersama mulai, dengan candaan saling menyantap hidangan di piring masing-masing, sesekali Gharda dibuat repot olah kedua bocah ini tidak bisa memisahkan daging dari tulangnya.
Yang bertugas membersihkan bekas makan, keluarga kembali ke ruang tamu.
"Allen, sini papahmu mencari!" seru Gharda memanggil Allen yang sedang asik bermain.
Egwin di seberang sana tidak kalah antusiasnya, wajah yang sangat dia rindukan muncul memenuhi layar ponselnya.
Afrinda bersembunyi dari belakang takut ketahuan ada bersama Egwin, anak-anak belum diperbolehkan diberitahu.
Suara cempreng Allen yang curhat pada sang papah membuatnya haru sekaligus rindu, tapi ada yang masih mengganjal di hatinya, kabar orang tua kandungnya masih belum ada sampai saat ini.
Apakah mereka masih hidup?
👇👇👇
Hai hai,,,masih setia ya...Makasih...Kita akan menuju konflik baru, konfliknya ringan kok...Ditunggu ya..
__ADS_1