Cinta Pilihan Mas Duda

Cinta Pilihan Mas Duda
Berita Pernikahan


__ADS_3

Berita tentang pernikahan Gharda dan Afrinda tersebar luas di internet dan lagi menjadi perbincangan hangat, terlalu tiba-tiba padahal sebelumnya tidak ada beredar kabar berpacaran, belum lagi bagaimana bisa terjadi pernikahan kalau keluarga Sinatran saja yang mereka tahu sedang liburan lama di luar negeri.


Siang harinya sketaris besar perusahaan Sinatran mendatangi Gharda tanpa perlu jadwal perjanjian selayaknya etika bisnis, dengan tersenyum tanpa beban Gharda menyambut pria jangkung itu duduk di sofa ruang kerjanya.


"Apa maksud dari semua ini anak muda?" tanya sketaris yang memperkenalkan diri namanya Tio.


"Maksud yang mana?" Gharda masih memancing wajah datarnya.


"Kau mau menikahi putri Tuan Bram tanpa restu dari beliau."


"Restu?" Gharda berdecih. "Saya sudah berulang kali meminta pertemuan dengan beliau, tapi apa jawaban kalian. Justru anda yang menjawab, saya ingin berbicara langsung pada tuanmu. Anda paham?" Gharda tidak sopan lagi emosinya sedikit naik hanya sekedar melihat pria ini.


"Tuanku sedang diluar negeri tidak ingin diganggu oleh siapapun, kau paham!" ujar Tio menantang balik.

__ADS_1


Gerakan santai Gharda menyeruput teh miliknya meletakkannya dengan elegan memandang arogan ke arah depan. "Sekalipun ini tentang putrinya, jahat sekali."


"Kau yang menculik Afrinda, kami biarkan. Apa lagi! Sekarang kau dengan seenaknya merencakan pernikahan tanpa lamaran seizin tuanku, lancang!" Tanpa sadar Tio membentak Gharda.


Tidak takut sama sekali, menertawakan dalam hati tingkah Tio lucu menurutnya. "Saya sudah mendapat restu dari orang tua kandungnya."


Ucapan Gharda membuat Tio terbelalak, "Ka-kau sudah tahu?" Tergagap tidak menyangka.


"Tanyakan kebenaran itu pada tuanmu. Yang jelas pernikahan kami tetap berlangsung dengan atau tanpa restu dari tuanmu, jika tuanmu tidak mau hadir, orang tua kandung Afrinda siap mendampingi. Oh iya, satu hal lagi. Masalah biaya semuanya itu adalah tanggung jawab saya, jadi tidak perlu kirim uang sepeser pun pada saya," ujar Gharda dengan lantang.


"Kalau saya memang tidak berhak, lalu tuanmu apa? Buktikan, hubungi Bram sekarang juga suruh dia hadir besok membantu urusan pernikahan putrinya. Kalau dia tidak mau datang, itu artinya, seluruh rakyat di negeri ini akan tahu bahwa Afrinda bukanlah anak kandung mereka. Diluar sana akan mencap keluarga Bram telah membuang putrinya, asik liburan padahal pesta pernikahan putrinya. Apa kau tega melihat nama besar tuanmu tercemar? Telepon sekarang, saya yang akan bicara."


Tio ragu panggilannya diangkat, Bram dan istrinya tidak ada yang menjawab sudah lima kali panggilan. Anak-anak yang lain mematikan sepihak, Tio gelagapan.

__ADS_1


"Tuanmu tidak mengangkat!" Gharda tertawa lepas. "Pulang sana," usirnya.


Langkah malu Tio pulang.


Sudah beberapa hari terlihat Afrinda sedang diluar beraktifitas ditemani Ny.Syeni beserta Jelita dan Allen, sekalipun wajah-wajah anggota keluarga Sinatran tidak pernah terlihat. Mulai dari ke taman anak-anak, berbelanja bersama, mempercantik diri ke salon, mempersiapkan perlengkapan pwrnikahan, makan siang di luar.


Hal itu sengaja dipublis untuk memperlihatkan maksud tersendiri, membuat orang-orang mulai mempertanyakan keberadaan keluarga Afrinda dengan perdebatan panas di kolom komentar dan adu konten.


Menghindar terus dari kejaran wartawan sengaja membiarkan asumsi publik liar kemana-mana tidak meng-klarifikasi, dengan cara itu bisa mendesak Bram agar datang nanti ke pernikahan.


Bukan hanya untuk Bram saja, tapi juga keluarga kandung Afrinda di kota sana. Danu menangis seorang diri cemburu setiap kali postingan kebahagiaan putrinya bersama keluarga lain, dirinya ingin sekali turut mendampingi putrinya. Nurma dengan pesakitannya diam-diam mengintip tangisan suaminya, hatinya sesak menghadapi keadaan ini.


Apa ia harus datang?

__ADS_1


👇👇👇


__ADS_2