
"Semoga berhasil, semoga, semoga!!" serunya pengharapan pada diri sendiri. Masih bercermin melihat penampilannya bersiap dengan kostum badut walaupun ini sangat membuatnya kegerahan akan tetapi ini tidak sebanding dengan luka yang dirasakan Jelita karena perbuatannya sendiri, tersenyum meyakinkan memakai topeng kostum di kepalanya.
Bapak badut membuka pintu kamar menghampiri Gharda menepuk pundak ikut memberi dukungan, mobil yang mengantar Jelita sudah dekat dan mereka semu harus bersiap turun.
Afrinda dan Ticha cantik dengan kostum peri yang dipilihkan, anak-anak berganti pakaian yang sudah dibawa dari rumah dihiasi topi ulang tahun dan terompet yang dipegang tiga orang anak.
Para maid juga turut serta.
Ujung mata itu tidak bisa lepas dari kecantikan Afrinda curi pandang tersenyum dari balik topeng penutup kepalanya, semua ini adalah ide cemerlang dari Afrinda. Sampai ia tidak sadar sudah mulai melupakan Tiffany yang adalah kekasihnya, bahkan tidak ada daftar undangan.
Kali ini Astrid teman Afrinda ikut, seksi konsumsi perannya sibuk menata meja kue dan bingkisan yang akan dibawa pulang nanti. Rivzal heboh sendiri ada orang baru, gaya genitnya mencari perhatian membantu Astrid tetap sabar menghadapi ketusnya Astrid padanya.
Dokter Egwin tidak mau kalah, alasan membawa nama Allendra, padahal maksud lain tidak mau ketinggalan untuk melihat Afrinda juga sebenarnya. Duduk di samping Afrinda tersenyum lembut, betapa bahagianya ia. Sengaja juga, orang yang di dalam kostum badut itu biar semakin panas. Semoga saja saingannya yang satu lagi tidak datang, Ardan bocah ingusan itu.
"SEMUANYA SIAP-SIAP YA! ROMBONGAN JELITA SUDAH MEMASUKI GANG RUMAH!" Afrinda menginstruksikan dari mikrofon yang tersambung dari speaker bluetoth.
Di dalam mobil Jelita memperhatikan sekitarnya, rumah tertutup sepi sekali. Memasang wajah cemberut, lagi-lagi seperti ada yang dicarinya tapi ia tidak mengerti dengan perasaanya.
Omanya mendadaninya seperti mau ke pesta, padahal'kan hanya mau ke rumah saja baru pulang dari rumah sakit. Tidak mau bertanya lebih banyak ia menurut saja.
__ADS_1
Kakek Mang Leo mengangkat tubuhnya duduk di kursi roda, tidak peduli dengan godaan yang diberikan padanya.
"Bantu oma buka pintu ya," pinta omanya.
Jelita hanya mendorong sebisanya, tetap oma yang memutar engsel. Sampai seruan dari dalam membuatnya terkejut.
"SELAMAT ULANG TAHUN JELYY!"
Taburan kertas warna-warni bertaburan mengiringi kursi rodanya, suara terompet meramaikan suasana, nyanyian ulang tahun mengiringi, om badut muncul dari tengah-tengah ruangan datang seraya bertepuk tangan melompat-lompat gemas membuat Jelita tersenyum lucu.
Gharda semakin semangat berkat senyuman itu, entah kekuatan dari mana sehingga ia bisa berhasil melakukan trik sulap mengubah satu lembar tissue menjadi bunga mawar diberikan pada Jelly. "Selamat ulang tahun anak manis," ucapnya dan lagi berhasil menirukan suara orang lain.
"Ada satu hadiah lagi dari om. Jelly masih mau?"
"Mas-ih, Om!" Mendengar kata hadiah, antusias berusaha semakin mengencangkan agar tenggorokannya mau diajak kerja sama.
Gharda terdiam beberapa saat memutar otak fokus mulai melakukan trik menutup kedua tangannya dan sedikit mengejar detik sampai sebuah gantungan kunci mainan foto Jelita terbingkai mungil muncul di atas telapak tangannya.
"Cantik!" pekiknya kegirangan. Perlahan suaranya mulai membaik.
__ADS_1
Gharda membelai pucuk kepala Jelita menatpnya dalam-dalam, menahan air matanya sekuat tenaga.
Acara selanjutnya Jelita sudah berada di depan meja ulang tahunnya, lilin angka 6 sesuai usianya. Entah mengapa ia terus menarik om badut ikut berdiri di sampingnya, selain ada omanya juga.
Sebelum acara tiup lilin dimulai, Jelly menatap sekelilingnya mencari sesustu. Ayahnya tidak ada. Jangan sampai menangis, om badut mengalihkan pikiran sedihnya.
Kemudian menunjuk jari mungilnya meminta Miss Frind ikut bergabung bersamanya.
Afrinda terkejut, Ticha dan Astrid bersiul menggodanya agar cepat menghampiri meja itu.
Nyonya Syeni ikut mengompori bergeser ke samping membiarkan Gharda dan Afrinda berdiri tepat Jelita di tengah-tengah mereka.
Ticha mengambil alih mikrofon, mengajak menyanyi memulai lagu pembuka ulang tahun. Sebelum tiup lilin semua menjadi hening agar Jelly betdoa dulu.
Harusnya berdoa dalam hati, tapi bibir mungilnya ikut berperan mengantar suara ke dalam mikrofin.
"Jelly ingin Miss Frind jadi mamahku."
👇👇👇
__ADS_1