Cinta Pilihan Mas Duda

Cinta Pilihan Mas Duda
Penculikan


__ADS_3

"Dimana ini?" Afrinda mengerinyit bingnung terbangun ditempat asing, ruang yang gelap menoleh ke arah samping tangannya tertancap infus. Berdecak ingatan tindakannya tadi tidak sia-sia, untunglah ia tidak jadi berpindah ke alam lain. Dirasa badannya lumayan segar, meraih cangkir meneguk air minumnya yang tersedia di nakas.


Tidak ada orang, ini di rumah sakit mana tidak tahu. Jam dinding menunjukkan ini sudah pertengahan malam, mungkin mamahnya menjaga diluar dan papahnya belum pulang dari luar negeri.


Disaat yang bersamaan tepatnya di bandara, Egwin turun dari pesawat bersama Gharda yang berpura-pura tidur di atas brankar rumah sakit dengan penampilan berbeda. Sebelum berangkat tadi, Egwin telah mendadani Gharda sedemikian rupa hingga mirip seperti pasien yang sedang sekarat lengkap dengan peralatan medis yang menempel tapi ini sudah diatur. Tersenyum senang berhasil lolos dari pesawat, memberikan surat keterangan rujukan yang sudah dipalsukan kepada petugas pihak rumah sakit di kota ini.


Status Egwin yang sudah tidak diragukan dan jabatan gelar yang tersemat membuatnya mudah dipercayai petugas, tanpa banyak bertanya tubuh Gharda didorong masuk ke dalam ruang yang sudah disediakan sebelumnya.


"Terima kasih atas kerja samanya. Untuk penangan selanjutnya biarkan saya yang mengerjakan."


Dari perjanjian yang diantarkan Egwin, ceritanya si pasien pindah kerumah sakit ini karena permintaan si pasien maunya dirawat di rumah sakit di kotanya tinggal tetapi Dokter Egwin yang tetap sebagai dokternya, mengurus surat-suratnya seperti sungguhan padahal Egwin sudah mempunyai permainan bersama kepala rumah sakit. Itulah dirinya dengan mudah membaea Egwin masuk ke rumah sakit ini.


Di ruang rawat lain, Nurma sudah sadar sejak tadi. Tiffany dengan telaten merawatnya, Nurma hanya syok saja belum mengetahui suaminya yang sudah menemukan Dahlya. Tidak ada yang berubah, Nurma tetap menyayangi Tiffany sekali pun benar putrinya masih hidup


Danu sudah permisi pulang tidak ada yang di rumah, Nurma dan Tiffany setuju. Tetapi sebenarnya dia tidak pulang, mengintip dari balik dinding di delan kamar Afrinda berada. Dua orang penjaga berdiri mengawal ketak pintu itu.


"Bagaimana cara aku masuk keruangan itu?" kesalnya tidak menemukan celah untuk menyusup.

__ADS_1


Satu tepukan hampir membuatnya berteriak terkejut, untung Egwin sigap menutup menyeret Danu ke arah lain yang lebih jauh dari jangkauan orang-orang yang bisa saja mendengar mereka.


"Ka-kau!" Danu hampir berhenti bernapas melihat siapa pria yang dihadapannya ini, mantan menantunya. "Kenappa bisa kau sampai di kota ini?"


"Langsung saja ke intinya mantan paman martua, tujuan saya ke sini ingin menculik putrimu."


"Tiffany?" Danu salah paham.


"Bukan, putri kandungmu."


"Jangan asal bicara!"


Mau tidak mau Danu menuruti perintah Egwin, ia juga sudah penasaran tentang putrinya. Dengan waktu singkat ia sudah mempersiapkan tempat dan mobil untuk dibawa nanti.


Ddduaarrr!!


Para penjaga pasien dan suster berhamburan berlarian menuju suara ledakan dari arah barat, salah satu suster perawat bahkan meminta tolong pada pegawai Afrinda untuk menemani mereka.

__ADS_1


Kedua orang itu pergi melupakan Afrinda.


"Sua-ra apa itu!" Afrinda terbangun ketakutan. Kakinya ingin keluar suara pintu terbuka membuat otaknya tidak sempat berpikir macam-macam, seorang pria tegap berpakain suster perawat pria datang menghampirinya.


"Tolong, saya tak-uuhuumppp!!"


Gharda menutup mulut Afrinda menggunakan sapu tangan yang diberikan bius dosis ringan.


"Cepat, Ghar. Mobil sudah siap!" sahut


Danu dari intercom di telinganya.


Membawa tubuh Afrinda dipindahkan ke brankar yang diantar Egwin, mereka berjalan layaknya memindahkan pasien ke ruangan lain.


Tujuan mereka adalah memancing Bram datang menumi secara langsung, tanpa sadar ada pihak dari sudut sana tersenyum membantu rencana ini.


"Kalian bekerja lebih dari yang saya bayangkan, semoga ini berhasil ya."

__ADS_1


👇👇👇


Siapa hayooo yang ada di paragraf terakhir.


__ADS_2