Cinta Pilihan Mas Duda

Cinta Pilihan Mas Duda
Happy 1


__ADS_3

"Ayo anak-anak bangun!"


Pagi sudah dihebohkan dengan keadaan kamar Jelita mainan berserakan di atas permukaan lantai, Allen memginap tadi malam karena ingin didandani Afrinda hari ini pesta perpisahan TK di sekolah.


Kedua gadis sepupuan ini langsung membuka mata lebar-lebar tidak sabaran melompat dari ranjang berhambur mandi berdua. Mereka sudah mamdiri untuk masalah mandi jadi tidak perlu ditemani lagi, Afrinda tetap memgawasi sengaja tidak menutup pintu kamar mandi ada dua orang di dalam hanya sekadar jaga-jaga saja.


"Ticha, kamu sudah memasak makan siang untuk kita nanti?" tanyanya pada Ticha dari ponsel selulernya.


"Kamu terbaik! Ya sudah lanjutkan aktifitasnu."


"Bunda aku mau pakai gaun yang pink itu boleh?" Allen menunjuk gaun yang manarik di matanya.


"Mana-oh tentu ***-"


"Aku juga mau pakai gaun itu, Bunda." Jelita datang menyukai gaun yang sama.


Ini tidak benar, Afrinda memandang keduanya lalu ke arah jejeran gaun yang menggantung rapi di dalam lemari.


"Kamu mau yang itu juga ya Jelly?"


"Hu-um."


"Ya sudah deh, itu buat Jelly saja. Aku mau yang mana saja boleh " Lagi Allen mengalah tersenyum kecil.


"Hehe, terima kasih Allen yang baik."

__ADS_1


"Tunggu. Gaun pink yang kalian maksud ini tidak cocok untuk dipakai hari ini, Sayang-sayangku. Ada yang lebih cantik dari gaun ini." Afrinda tidak akan membiarkan siapun saling iri, hal kecil seperti ini jika tidak dididik dari awal maka akan salah diwaktu dewasanya.


"Tapi Jelly mau yang itu, Bunda," rengek Jelita cemberut.


Afrinda tersenyum lembut berdiri mengambil dua gaun yang berwarna senada hanya modelnya yang sedikit berbeda, "Kalau kalian pakai gaun yang ini pasti semakin imut. Kalian'kan sahabat, tidak mau pakai yang kembaran begini?"


"Boleh," jawab Allendra antusias gaun ini pun tak kala cantik dari gaun yang sebelumnya.


"Huuung?" Jelita masih mempertimbangkan.


"Sebenrar ya, Bunda mau ambil sesuatu untuk semakin mempercantik gaun ini."


Dia teringat sesuatu saat itu ia sedang beberes kamar Araz dan menemulan satu kotak aksesoris lalu Gharda memberikan untuknya sayang juga jika tidak dipakai'kan, berlari tergesa membuka lemari umum di samping ruang santai membawanya ke dalam kamar.


"Ttarra, ini dia!"


"Coba berkaca sana."


"Hhiyeyy, di atas kepalaku ada kupu-kupunya." pekik Jelita kegirangan ia sudah melupakan gaun yang tadi.


"Aku bunga mawar warna emas, lalala cantiknya " Allen tersenyum berputar memainkan rok gaunnya.


Ketiganya turun dari dalam kamar betjalan hati-hati, Egwin sudah datang sedang mengobrol santai dengan Gharda dan Mang Leo yang kebetulan berkunjung hari ini. Tatapan kedua bapak ini terpaku pada hasil riasan putrinya, memberi jempol pujian pada Afrinda.


"Frind, cantik sekali." Egwin mulai memcari gara-gara.

__ADS_1


"Apa?" Gharda melotot.


"Ya Allen'lah, kau kira aku memuji istrimu, sewot sekali."


"Makanya cari istri baru dong, Ticha di depan mata, sok menolak. Agar ada wanita yang bebas kau puji-puji." Giliran Gharda yang membuat Egwin bungkam.


"Sialan kau," kesal Egwin.


"Sudah-sudah, aku mau bersiap dulu. Kalian jaga anak-anak jangan bergerak lasak, nanti dandanannya rusak.".


"SIASP BOSS!" seru mereka berempat bersamaan.


Hiruk-pikuk kebahagiaan terpancar dari setiap siapa yang datang di acara perpisahan ini, berbagai macam penampilan anak-anak satu per satu di atas panggung. Kelas Ticha musikalisasi puisi lagu anak-anak, yang lain bernyanyi Allen yang membacakan puisi. Tepuk tangan orang tua bangga dengan hasil latihan dan kerja keras selama ini.


Tiba saatnya makan siang memilih tempat di bawah pohon, Afrinda, Ticha dan Astrid mempersiapkan makanan untuk rombongan. Masakan buatan Ticha tak kala lezat menggugah selera makan, tanpa sadar Egwin menambah porsinya mendapat godaan keras dari Gharda dan Rivzal, Astrid ikut mengompori semuanya tergelak Ticha malu-malu.


Hampir di penghujung acara semua merasa sukaria dengan pergelaran yang berlangsung sukses, acara foto-foto antar kelas dan guru-guru berjalan teratur, dilanjutkan ucapan terima kasih dan pembagian bingkisan serta sovenir untuk orang tua yang datang lalu sayonara penutupan pulang.


"Mamah mau kita semua makan malam di rumah ya, ada hal yang ingin di sampaikan untuk kita semua."


Ucapan Nyonya Syeni mengundang penasaran, semua ikut berkumpul duduk lesehan saja para pelayan ikut serta makan bersama atas perayaan kelulusan Jelita dan Allendra.


"Baiklah makan malam sudah selesai, waktunya Gharda yang menyampaikan pemberitahuan ini." Gharda memandang gugup mamahnya.


"Saya-eh maksudnya begini, minggu depan tepatnya hari sabtu akan diadakan acara resepsi petnikahanku dan Afrinda. Sekalian peresmian perkemalan Ayah Danu dan Ibu Nua sebagai orang tua kandung istri saya."

__ADS_1


Semua betsorak gembira dan inilah waktu yang ditunggu-tunggu semua anggota keluarga, Danu memeluk putrinya menangis terharu.


👇👇👇


__ADS_2