
Afrinda menatap kebingungan ada pria paru baya di sampingnya sedang berdiri tidak dikenalnya, sepertinya dia ingin bicara padanya terlihat bibir keriput itu bergerak menggumam sesuatu namun tutup lagi seraya memandangnya fokus.
"Ma-maaf, anda siapa ya?"
"Say-"
"Afrinda!" Kedatangan Egwin memotong ucapan Danu.
Afrinda lebih tertarik dengan kedatangan Egwin lupa dengan pertanyaannya pada pria tadi, menoleh berharap ada kabar baik darinya. "Apa Gharda sudah menghubungimu?"
Menarik kursi duduk di samping ranjang Afrinda, "Belum. Padahal Egwin sudah pergi satu jam yang lalu, aku sama mencemaskan dia."
"Tapi kamu kenapa tidak ikut bersamanya tadi?" Untuk mencairkan suasana mereka berdua mengganti panggilan aku-kamu agar lebih akrab dan santai.
__ADS_1
"Haaih. Gharda menyuruhku memantaumu untuk saat ini, sebentar lagi dokter yang aku utus untuk menggantikanmu tiba. Aku akan memcari Gharda, pikirkan dulu kesehatanmu, itu pesan Gharda untukmu." Egwin sudah menceritakan runtutan kejadian yang menimpa mereka, untunglah Afrinda sangat memahami tidak egois demgan kerinduannya.
"Seandainya aku seorang yang kuat, pasti aku akan membantu kalian. Nyonya Syeni hilang, Gharda difitnah, Jelly dan Allen pasti merindukan kalian demi menyelamatkan aku. Apa yang harus kuperbuat untuk meringankan beban kalian?" Afrinda merasa bersalah pada dirinya sendiri dan pada orang yang terkena imbasnya, sejujurnya ia ingin melakukan sesuatu melawan Bram, tapi sungguh mentalnya tidak kuat dan kesehatan yang sengaja dirusak oleh mereka mempersulit gerak-geriknya.
"Cukup kau sembuh dan racun itu bersih dari tubuhmu, turuti apa yang kami katakan dan selain itu biar menjadi urusan kami."
"Apa kalian tidak lelah melawan papahku? Sampai sekarang dia masih bersembunyi entah dimana, ini terlalu sulit," ujarnya resah.
"Tidak ada kata lelah untuk memperjuangkan kebenaran. Bukan sekedar perjuangan cinta Gharda untukmu, tapi juga tentang mempertahankan apa yang diberikan Tuan Alfonso untuk dipertanggung jawabkan di pundak Gharda. Kamu beruntung dicintai lelaki seperti Gharda," ungkapnya tersenyum tulus.
"Lupakan soal perasaanku, semuanya akan berubah seiring waktu. Jangan merasa bersalah begitu. Dan, oh ya. Pernikahan kita gagal, Bram yang membatalkannya dengan alasan masih banyak urusan di luar negeri. Dengan kekuasaanya, ia bisa membayar ganti ruginya di depan mata. Jadi, kita sudah resmi tidak mempunyai hubungan apa pun lagi."
Bram memang menyampaikan melalui sketarisnya, segala urusan surat-menyurat sudah dibayar ganti rugi, ikatan pertunangan juga diakhiri. Egwin mengembalikan apa yang diberikan Bram, dibantu uang Gharda juga. Orang tuanya marah besar, Egwin mengungsikan kedua orang serakah itu ke desa terpencil.
__ADS_1
Untung saja Afrinda tidak menyinggung tentang orang tua kandungnya, Danu bernapas lega bukan sekarang waktu yang tepat. Hari ini sudah bersyukur bisa sedekat ini melihat wajah putrinya, terpaksa memperkenalkan diri sebagai pemilik rumah ini menahan rasa nyeri saat dipanggil sebutan 'paman'. Awalnya keduanya merasa canggung mengobrol berduaan, Egwin keluar dari kamarnya. Lama-kelamaan obrolan melebar pembahasan ringan saling merespon dengan baik, dalam hati Danu tersenyum bahagia sekali.
Ini adakah langkah awal mendekati Afrinda, semoga hari berikutnya semua berjalan lancar.
Waktunya kembali kerumah sakit Tiffany sudah meneleponyya berkali-kali, berat hati masih ingin berlama-lama menikmati waktu ini.
Berbohong alasan ia kembali ke tempat kerja, Afrinda dadah-dadah pada Danu.
"Kenapa ya, kok rasanya nyaman sekali saat berbicara dengan Paman Danu. Aku merasa sesuatu tapi susah dijelaskan, huff."
"Dia memang sehangat itu orangnya," Egwin menanggapi.
"Semoga besok Beliau datang lagi ya," harapnya.
__ADS_1
Egwin tidak menganggapi lagi, takut salah bicara nanti keceplosan. Dokter wanita yang akan merawat Afrinda akhirnya tiba, meminum pil dan ramuan yang sudah dibawa. Tidak berselang lama Afrinda muntah berbusa pahit sekali, isi perutnya seakan diputar diremas-remas, satu jam lagi efek obatnya membuang melalui air seni dan kotoran. Afrinda harus bisa sembuh!
👇👇👇