
Keadaan penjualan majalah mengalami penurunan pertahunnya bahkan sekarang sudah mencapai perbulannya, sudah memuat berita viral sekalipun namun minat tetap berkurang. Tidak sebanding dengan budget pengeluaran penerbiatan dan sudah termasuk pengurangan karyawan satu per satu. Minat baca masyarakat terhadap majalah sudah berkurang, hai salah satunya dari pihak eksternal. Tapi tidak di pihak internal.
"Ahkk, sial!!" raung Tiffany membuang tas ke sembarang arah kamarnya. Duduk tertunduk di atas tempat tidur menelungkupkan wajahnya.
Sudah satu jam lebih ia dan si pihak client menunggu kedatangan Gharda, namun yang ditunggu tidak kunjung datang dan waktu sudah terbuang sia-sia yang mengakibtakan pihak client marah keputusan bulat membatalkan kerja sama.
Pulang dengan tangan kosong tidak ada hasil sama sekali, harapannya dari keuntungan ini sudah lenyap seketika.
Dengan kelicikan mencuri ide yang sudah dipersiapkan Gharda lalu menjualnya ke salah satu perusahaan yang berjasa serupa, Tiffany tergiur dengan hasil perjanjian gelapnya dengan pihak pesaing perusahaan Gharda. Tidak main-main apa yang isi perjanjiannya. Jika Tiffany berhasil mencuri ide Gharda, maka ia akan mendapat hasil yang cukup untuk menutupi kekurangan dana penerbitan majalahnya yang sedang bermasalah. Siapa yang menjadi kambing hitamnya nanti, Tiffany sudah mempersiapkan skenario halus mengorbankan salah satu divisi manager marketing. Tapi rencana tinggal rencana, semuanya gagal.
"Kau sampai menghianati Gharda hanya demi mempertahankan usahamu yang sebentar lagi mungkin bangkrut. Itu tidak lucu, Fany," ucap Shandi berpendapat.
__ADS_1
"Aku juga menginginkan majalah itu hangus sekalian, semua keluarga besarku akan menertawakanku kalau sampai ini terjadi."
"Itu salah siapa? Salahmu sendiri, kau yang memulai kehancuranmu, Fany." Shandi menatap sinis Fany.
"Apa kau bilang, hah! Kau ikut-ikutan menyalahkanku!" bentak Tiffany tidak terima.
"Iya!" Shandi ikut berdiri menentang Tiffany, ia harus menyadarkan temannya ini dari keangkuhannya. "Mantan suamimu Egwin sudah menjamin semua kebutuhanmu bahkan sudah menbantu menutupi kekurangan majalahmu, menutupi aibmu. Tapi kau justru menceraikannya meninggalkan anakmu yang sakit-sakitan, hanya alasan kau tidak mau uangmu sepeser pun keluar untuk membiayai pengobatan anakmu dan kau tidak mau membantu keluargamu yang sedang kesusahan waktu itu. Lagi-lagi karena kau pelit, berlagak bisa hidup mewah dari usaha majalahmu dan pekerjaanmu sebagai selebriti. Sekarang? Kau sebentar lagi mungkin akan hancur!"
Suara tamparan berbekas kemerahan di pipi Shandi.
"Tiffany! Sakitnya tamparanmu ini tidak seberapa bagiku, akulah orang yang pertama kali menertawaimu jika kehancuranmu tiba. Aku sahabatmu sudah berusaha memperingatimu!" Shandi meninggalkan Tiffany. "Putrimu sakit!" serunya sebelum hilang di balik daun pintu.
__ADS_1
Pernikahannya dengan Dokter Egwin adalah pernikahan rahasia dari publik, tidak mau kehilangan penggemar karena pernikahan ini. Meskipun mati-matian Dokter Egwin membujuknya agar mau hidup normal saja, Tiffany menolak tetap bertahan demi hidup mewahnya dan dia suka dikenali banyak orang. Hingga kehamilan pertamanya saja hampir digugurkan, dua tahun permikahannya dengann Egwin kandas mengenaskan di meja perceraian yang dilakukan secara sembunyi dari publik.
Setelah bercerai, Tiffany merasa bahagia karena terbebas dari kekangan cinta Egwin dan bayi pesakitan yang merepotkan itu. Kembali ke jalan sebelumnya Tiffany tetaplah Tiffany, perempuan yang gila kemewahan dan gila sanjungan dari para penggemarnya. Mengeluarkan banyak biaya untuk menutupi skandal yang hampir beredar, biaya gaya hidup mewahnya, menyuap beberapa rumah produksi besar agar ditetapkan sebagai pemeran utama sebuah filim yang akan dibintanginya.
Hal itulah yang menyebabkan dana untuk perngoprasian penerbitan menjadi tersendat, akhirnya sekarang Gharda yang menjadi topangannya.
Notifikasi pemberitahuan pesan dari ponselnya membuyarkan lamunan Tiffany, mengusap air matanya ia menyentuh layar membuka pesan dari aplikasi hijau tersebut.
Satu foto anak kecil perempuan terbaring terpejam berwajah pucat di rumah sakit dengan masker oksigen dan selang infus.
👇👇👇
__ADS_1