Cinta Pilihan Mas Duda

Cinta Pilihan Mas Duda
Tiffany Part 1


__ADS_3

Pesawat itu akhirnya membawanya pada tujuan hidup yang sebenarnya, kaca mata hitam bertengger tersenyum lebar menikmati penerbangan tidak sabaran untuk sampai di tempat yang sudah ada dalam perjanjiannya.


Senua tentang kehidupan yang baru saja ditinggalkan seolah tidak berarti apa-apa baginya, tidak ada raut sedih atau sacamnya.


"Hai, Tiffany. Kau tidak sedih meninggalkan keluargamu di negara asalmu?"


Dia Nella, teman rekan satu perjuangannya yang juga turut serta menandatangani kontrak yang sama hanya adal negara saja yang berbeda, duduk berdampingan.


"No," jawabnya melipat tangan tidak memandang lawan bicaranya.


"Kau tidak takut kenapa-kenapa nanti? Dengar, kau sudah menandatangani kontrak siap menjalani masa pelatihan untuk mengemban model permanen di tempat kita nanti, kau juga siap melepaskan masa lalumu syarat agar namamu bersih saat mulai debut. Seandainya saja jika terjadi sesuatu padamu, apa kau tidak mau pulang pada keluargamu?" Nella berujar.


"Jangan terlalu banyak mengomentari yang bukan urusanmu, saya punya pilihan sendiri bukan seperti model lain yang cemen seperti kau salah satunya.

__ADS_1


"Pikirkan baik-baik, Tiff. Tetap berhati-hati saat kau mengambil keputusan besar dalam hidupmu, jangan gegabah, kita tidak tahu apa yang terjadi di masa depan nanti, bisa saja kau akan butuh keluargamu kembali. Jika kau memutiskan hubunganmu pada mereka? Lalu bagaimana dengan dirimu jika suatu saat nanti kau harus pulang, kau mau pulang kemana?"


"Diam kau, Nelli. Kau tidak mengerti apa-apa," hardik Tiffany mulai meninggikan suaranya.


Nelly menciutbmembungkam mulutnya, hal ini harus segera dilaporkan pada Gharda tuannya. Kehadirannya adalah bertujuan untuk mengawasi Tiffany dan membujuknya agar tidak menetima tawaran itu. Sepertinya dia sudah tidak mampu untuk menasihati Tiffany, mengingat Gharda menjawab pesan singkatnya tadi, kalau memang inginya memetap di negeri ini, itu adalah keputusannya. Yang terpenting misi Gharda membuang Tiffany ke luar negeri sudah berhasil, untuk yang lain itu biarkan dirinya sendiri yang memiliki jalan hidupnya.


Pesawat sudah mendarat satu per satu dari penumpang tuurun dijemput oleh staf pihak agensi, Tiffany dengan riang masuk ke dalam mobil yang akan mengantarnya sampai ke tempat tujuan.


Tidak banyak staf yang ikut dalam rapat pertemuan, Tiffany dan Nelli duduk bersebelahan menunggu rapat dimulai.


Dalam rapat kali ini ada dua agensi besar yang akan beradu merebut dua model pilihan antara Tiffany dan Nella, dikaruniai kandidat yang pantas membuat nasib kedua wanita ini mujur.


Tito Mahendra yang membawa Tiffany dan Nelli masuk ke dunia modeling ini, yang satu karena sogokan Tuan Gharda, dan yang satu murni proses yang panjang.

__ADS_1


Satu minggu masa karantina yang sangat menyebalkan bagi Tito dan staf, membuat mereka tidak menyukai perilaku Tiffany kerap merasa sok senior dari temannya yang lain.


Namun diluar dugaan ada salah satu agensi yang menjadi rivalnya tertarik pada karakter Tiffany, temtu mempertimbangkan hal ini tidak mudah. Tito mengancam Gharda menolak mempertahankan Tiffany, dia sidah muak jika berurusan dengan wanita aneh ini, hingga Gharda menyerah dan memutuskan biarlah Tiffany yang memilih, toh yang penting dia sudah jauh dari keluarga Gharda.


"Tiffany. Apakah kamu siap menjadi model bagian dari wajib patih pada syarat yang kami berikan!"


"Apa itu?"


"Harus berkewarganegaraan di sini, siap kami bentuk menjadi karaker baru. Jika karier kamu naik, maka kau bisa menjadi petinngi bagian kami, jika kariermu dalam satu tahun tidak menunjukkan perkembangan, kau harus menjadi budak dalam kariermu!"


Budak?


Nelli dan Tito memohon pada Tiffany jangan mengambilnya, tetapi namanya adalah Tiffany sudah membubuhkan tanda tangannya setuju.

__ADS_1


Awal kehancuran dari hidupmu!


👇👇👇


__ADS_2