Cinta Pilihan Mas Duda

Cinta Pilihan Mas Duda
Hari Yang Sama


__ADS_3

Diruangan Bram tertawa puas membaca sebuah judul berita yang menjadi trending topik unum saat ini, pria ini telah melecehkan mantan pacarnya yang sedang dalam gangguan mental, membaca kalimat per kalimat sampai naskah berakhir semakin mengencangkan seringainya. Jelas dia mengetahui nama yang disebut sebagai si pelaku, Alfonso pasti menangis di nereka dengan melihat putra kebanggannya ternyata seorang yang, ahk. Lagi bibirnya terus menyeringai sinis, istri dan anak yang ditinggal masih hidup ternyata sama bodohnya. Tetapi rasanya kurang puas jika ia belum tangannya sendiri yang menghancurkan keturunan Alfonso, masih di tangan orang lain, yaitu Danu.


"Berikan koran ini pada Afrinda agar dia juga mengetahui kelakuan Gharda, pasti dia semakin tersiksa." Bram memberi perintah melalui panggilan ponsel pada salah seorang pelayan yang khusus mengawasi kamar Afrinda.


Sebenarnya Afrinda sudah berada di rumah utama, hanya saja kamarnya terletak si rumah belakang.


Dhalya menutup pintu ruang kerja Bram hati-hati, jantungnya berdegup kencang melihat kebengisan suaminya sendiri. Mengendap masuk ke dalam kamarnya bersembunyi di ruang ganti baju, kebingungan tidak tahu harus melakukan apa agar Afrinda tidak lagi menjadi korban kerakusan suaminya.


Ting!


Dering getar notifikasi pesan dalam ponselnya mengagetkannya, membuka isi pesan dari orang suruhannya. Wajahnya sangat cemas sekali bergetar membaca isi pesan singkat, ternyata Bram sudah membuat rekening baru diluar verifikasi negara ini dengan jumlah uang ratusan juta tersimpan di dalamnya.


Dam nomor reking ini diam-diam akan merekayasa diubah menjadi atas nama orang tua Dokter Egwin setelah pernikah nanti, tentunya tanpa sepengetahuan mereka.


Menghubungi putra keduanya bermohon jangan membantu kejahatan papahnya, justru putranya terkekeh ringan menyahut perkataan mamahnya. Percuma! Ayah dan anak sama liciknya, tinggal menunggu waktu kapan semua ini terbongkar. Dahlya lelah dengan harta gelap dari suaminya, tapi ia juga ikut menikmatinya selama ini. Satu hal yang dirahasiakan selama ini, sudah mempersiapkan agar Afrinda tidak terseret bila nanti mereka semua ketahuan.


"Mah."


Dhalya terkejut kedatangan suaminya yang tiba-tiba, "Jangan membuatku kaget, Pah." Dahlya secepat mungkin mengubah elapresinya.

__ADS_1


Bram melongos. "Mamah melamun."


"Pusing."


"Kenapa?" Bram membuka almari melihat koleksi jam tangannya yang mewah.


"Afrinda kapan keluarnya? Lety sudah mengomeliku karena dia tidak diizinkan masuk untuk mengukur badan Afrinda." keluh Dahlya tidak berbohong, memang tadi Lety si disaigner itu mengucapkan seperti itu.


"Katakan padanya pakai ukuran yang sama sampai gaun pernikahannya. Dan satu lagi, tanggal pertunangan Afrinda diundur. "


Dhalya bernapas lega untung duaminya tidak bertanya yang macam-macam.


Pelayan yang biasa mengurusnya datang membawa koran perintah dari papahnya wajib dibaca, air matanya tumpah kisah cinta yang mengenaskan


Memulai saja belum, tapi seolah keadaan memaksanya harus melupakan rasa cintanya pada Gharda. Entah kisah percintaan apa yang dialaminya sekarang ini, sebentar lagi ia bertunangan dengan Egwin yang sudah menjadi sahabat Gharda, Gharda akan bertunangan pada mantan pacar lelaki itu.


Lelah dengan tangisannya tertidur dalam keadaan badan yang mulai meremang, suhu tubuhnya tiba-tiba naik drastis memuntahkan makanannya, tidak seelok yang dulu tubuhnya semakin kurus dan tumbuh jerawat di wajahnya.


Keesokan paginya terbangun ada sesuatu yang menenpel di keningnya, menyingkirkan kain mengompres demamnya, terkejut pakaiannya sudah berganti dan sprai juga. Apa dia pingsan sampai tidak menyadari pergerakan dalam kamarnya? Ketukan pintu pelayan tersenyum hangat padanya mengucapkan selamat pagi, Afrinda hanya mengangguk kecil bangkit dari tempat tidurnya.

__ADS_1


Tadi malam itu benar-benar tertidur sangat lelap setelah dokter keluarga menyuapi obat penirun demam saat tidur, sekarang waktunya sarapan setelah itu harus memin obatnya agar sembuh.


"Mbok."


"Iya, Non."


"Mbok sudah dapat kabar tentang tanggal pertunangan Tiffany dan Gharda?" tanyanya suara serak.


"Jangan bahas soal itu, Non. Bahas saja pertunangan anda dan Dokter Egwjn."


"Jawab pertanyaanku, Mbok."


Mbok terlihst ragu-ragu ingin menjawab, netra Afrinda mengharap padanya dan meminjamka ponsel Si Mbok untuk melihat sesuatu.


Lagi perasaan dan lukanya semakin menganga, tanggal pertunangan Gharda dan Tiffanu adalah dihari tanggal yang sama dengan pertunangannya bersama Egwin.


👇👇👇


Burung cendrawasih makan kecipir

__ADS_1


Terimakasih yang sudah mampir.


__ADS_2