Cinta Pilihan Mas Duda

Cinta Pilihan Mas Duda
Bertemu Lagi


__ADS_3

Adapun tentang Tiffany yang saat ini masih menggalau menyibukkan diri dalam pekerjaanya, mengabaikan kesehatannya tidak tidur hampir tengah malam mengejar target filim yang akan diperankannya nanti. Sebenarnya ia masih menyimpan dendam pada Afrinda karema kekasihnya sudah beralih pada wanita itu, tapi ia pun harus menahan diri terlebih dahulu sambil memikirkan cara apa lagi untuk menghalangi jangan sampai dirinya sendiri yang tersingkir.


"Shandi, mau kopi lagi!" Tiffany membangunkan Shandi dari rebahannya, menghilangkan kantuk yang sudah menyerangnya.


"Ini sudah jam berapa, tidurlah."


"Kalau kau tidak mau, aku bisa membuat sendiri." Tiffany turun ke dapur membuat kopi untuknya.


Pagi ini semua aktor, cruw serta staf wajib menghadiri rapat pertemuan sebelum memulai syuting esok lusa, berdandan secantik mungkin menutupi kantong mata yang menghitam.


Ardan sudah menunggunya di parkiran, Tiffany berhasil memasukkan jasa Ardan dalam pengambilan gambar atau team kameramen. Ardan menerima tawaran tersebut dengan senang hati.


Sudah menunggu kabar Afrinda, hanya bisa menghela napas tak ada perkembangan keberadaan wanita itu. Rasa bersalah menyeruak dalam hatinya, juga rindu yang belum terobati.


"Kau sudah sarapan?" tanya Ardan mendelik curiga, wajah make up itu sangat jelas terlihat pucat.


"Sudah," jawabnya pendek mengibaskan tangan menyuruh agar segera menyalakan mesin mobil.


"Tapi wajahmu pucat."

__ADS_1


"Jangan pedulikan itu."


Ardan tidak melanjutkan percakapan lagi, memutar setir mengarah ke alamat yang disebutkan dalam surat pertemuan rapat.


Berpencar bergabung bersama team masing-masing, Tiffany duduk santai di samping aktor yang akan menjadi lawan mainnya. Semua orang bertanya padanya dengan wajah yang semakin pucat, dengan senyum biasa Tiffany berkata semua baik-baik saja.


Sementara Ardan yang duduk bergabu bersama teamnya, terpisah di ruangan berbeda, perasaanya sangat memcemaskan Tiffany.


Terakhir sesi tanya jawab tentang pembahasan filim, mulai terasa pusing matanya berkunang-kunang keringat dingin menjalari kulit putihnya. Satu detik sampai bermenit rasanya semakin tidak bisa dikendalikan, Tiffany jatuh pingsan.


Mendengar suara gaduh di ruang sebelah, team cruw menghentikan rapatnya bergegas masuk menerobos ke ruang aktor/aktris cast filim.


"Tiffany!" pekik Ardan khawatir sampai tidak sadar telah bertindak mengangkat tubuh lemah Tiffany berjalan tergesa membawa ke rumah sakit terdekat tidak peduli tatapan bertanya semua oramg.


"Apa diantara mereka adalah perasaan? Teman bisa jadi cinta."


"Bisa saja Ardan yang menyukai Tiffany?"


Bisikan itu membuat berbagai macam spekulasi tentang hubungan keduanya, yang jelas hal ini akan menjadi perbincangan hangat di dalam kalangan mereka.

__ADS_1


Perasaan cemas yang tidak dapat disembunyikan, entah alasan apa sampai Ardan bisa mempunyai rasa perhatian pada Tiffany, memukul setir bingung dengan dirinya sendiri.


Tubuh Tiffany didorong petugas membawa ke ruang pemeriksaan, Ardan mengikuti berdiri menunggu di lusr ruangan.


Egwin yang berada di ruangannya menerima informasi tentang Tiffany, memakai masker dan kaca matanya tersenyum penuh arti berjalan ke arah ruangan Tiffany dibaringkan,. Pemuda ini lagi, kenapa Tiffany juga mengenali pemuda ini? Dunia ini ternyata tidak selamaya luas, buktinya ia menemukan pemuda ini sudah lebih satu kali kemarin bersama Afrindan dan sekarang bersama Tiffany. Bukan saatnya untuk bertanya tentang itu, Ardan tidak mengenali Egwin sudah masuk.


Akhirnya kesempatannya tiba, berbicara langsung pada Tiffany. Asam lambungnya kambuh dan kelelahan memicunya.


Dua jam Ardan tetap menunggu terpaksa harus pulang karena masih ada pekerjaan lain, Shandi yang bergantian menjaga masih dalam perjalan.


Mengerjapkan mata menelisik kepalanya masih terasa pusing, ruangan putih ada selang infus di pergelangan tangannya. Dirinya dirumah sakit.


Ceklek..


Suara decitan pintu membuatnya merasa gamang siapa yang datang ke ruangannya, sepatu lelaki ujung celana berwarna hitam. Matanya melebar jantungnya seperti mau keluar, Egwin tersenyum smrik ke arahnya menghampiri tatapan mengancam.


"Apa kabar mantan istriku?"


"Ka-kau!"

__ADS_1


Kenapa? Kenapa dia justru dibawa ke rumah sakit milik Egwin?


👇👇👇


__ADS_2