Cinta Pilihan Mas Duda

Cinta Pilihan Mas Duda
Bukan Seperti Seharusnya


__ADS_3

Gharda memukul setir kemudi berkali-kali merutuki kebodohannya yang sangat fatal kali ini, berteriak frustasi tidak peduli dengan tangannya yang lebam. Terjebak dalam lingkaran yang sama untuk kedua kalinya Tiffany merusak kehidupannya, rasa kasihan ternyata ada maksud yang terselubung dan Gharda berhasil masuk ke dalamnya.


Dalam satu hari Danu dan Tiffany berhasil melancarkan aksinya menuduh bahwa ia telah melakukan pelecehan pada Tiffany yang masih dalam kondisi mental yang kurang sehat, semua foto dirinya bertelanjang dada memeluk Tiffany sedang terlelap dengan wajah yang kusam, beserta beberapa foto lainnya dalam kamar yang sama. Berita itu jelas sangat merugikan Gharda namun menguntungkan Tiffany, saham di perusahaanya menurun dan mendapat rating bintang satu dalam internet, laman sosial media miliknya yang sudah usang pun tidak luput diserang netizen menyalahkannya.


Sipenulis caption sepertinya belajar banyak untuk mengarang sesuatu yang tidak ia lakukan, sampai bisa dipercayai banyak orang.


Rivzal datang membuka pintu mobil lalu masuk menyerahkan sebuah amplop cokelat padanya, tidak sabar ia membuka membaca hasil lab forensik yang baru saja telusuri kebenarannya. Mulutnya ternganga membaca meremas kertas, foto itu tidak mengandung editan atau rekayasa sama sekali, semua bersih dan fakta dia adalah orang difoto itu.


"Bagaimana ini, Zal." Baru kali ini ketakutan gurat kecemasan nampak diwajahnya, tubuhnya bersandar pada kursi kemudi mengusap wajahnya kasar.


"Foto itu memang tidak di edit, tapi tentu kejadian yang di balik foto itulah yang direkayasa. Buang waktu kalau mencari bukti dengan cara seperti ini." Rivzal lebih tenang dalam berpikir.


"Hahh. Saya sengaja menjedotkan kepala ke pintu supaya terhindar dari efek obat perangsang itu, benar-benar mereka tidak kehabisan cara untuk menjebak saya. Astaga."


"Gharda,,,Gharda! Setidaknya kau tidak melakukan apa yang diberitakan itu, dan hal itulah adalah sebuah kebenaran yang pasti akan terungkap. Tindakanmu sudah tepat, jangan menyesali dirimu terus, kita harus cari dari akar yaitu mamahmu sendiri." sahut Rivzal mode sahabat.

__ADS_1


Sementara Nyonya Syeni juga sama berangnya, Danu membawa Tiffany ke rumahnya meminta agar bertanggung jawab segera menikahkan Tiffany.


"Putra saya tidak mungkin melakukan seperti itu!" serunya membela diri.


"Jangan membela putramu yang jelas bersalah! Lihat keponakanku menjadi lebih parah setelah kejadian itu, hasil visum juga jelas, buktinya semua ada!" Danu menunjuk Tiffany sedang duduk dengan tatapan kosomgnya memandang lurus ke depan persis seperti orang yang kehilangan jiwa.


"Kau yang menjebak putraku!" Syeni sudah menangis. Bibi Emma tergopoh datang merangkul nyonyanya agar tidak jatuh pingsan.


"Dasar Gharda saja yang tidak bisa menguasai diri!"


"Cukup!"


"Kau pengecut tidak mau tanggung jawab," ledek Danu. "Beberahapa hari lagi saya akan datang meminta pertanggung jawabanmu, kalau tidak, kau siap dipenjara!" ancamnya langsung membawa Tiffany pulang.


Membantu mamahnya duduk memberi obat penenang, mengusap pelan bahunya bertanya pelan-pelan dengan lembut pada mamahnya.

__ADS_1


"Ada hubungan apa mamah dan Danu?"


Dengan tersendat karena masih menangis isakan kecil Ny.Syeni bercerita jujur dari awal sampai akhir dan kenyataan hubungan soal keberadaan Afrinda juga sudah diceritakannya. "Maafkan mamah, Nak. Mamah sudah menghancurkan kebahagianmu dan tidak berterus terang padamu." Sesal Ny.Syeni tersedu-sedu.


Gharda terdiam kecewa, tanpa kata meninggalkan mamahnya masuk ke dalam kamarnya. Mamahnya memanggil tapi tidak dihiraukan, ia butuh waktu sendiri dulu saat ini.


Mengapa mamahnya menyembunyikan hal sebesar ini? Jelas mamahnya belum peecaya padanya untuk membantu menyelesaikan masalah masa lalu orang tuanya, tentang Afrinda adalah anak musuh bebuyutan keluarganya, Danu awalnya memang menekan persyaratan agar Tiffany kembali kepelukannya, bukankah sama saja sebenarnya Danu memanfaatkan mamahnya!


Kepalanya seperti mau pecah memikirkan semua ini, dan satu hal yang paling ditakutinya dari pengakuan mamahnya. Afrinda pasti sudah mengetahui berita ini.


Ny.Syeni tidak berani mengetuk pintu kamar Gharda, berjalan lunglai ke dalam kamarnya merenungi kesalahannya yang terlalu percaya diri seolah tindakannya sudah benar. Nyatanya Gharda benar-benar ikut korban dari masa lalu yang belum selesai. Dirinya salah memperkirakan, bukan seperti ini seharusnya.


👇👇👇


Terimakasih untuk kalian yang masih setia mengikuti dan mendukung novel ini,,

__ADS_1


Ada Berlian warna abu-abu


Untuk kalian sehat selalu!!


__ADS_2