
Ardan datang kembali ke ibu kota setelah ia menerima tawaran dari Rivzal yang memguntungkan asalkan ia melakulan perayarstan, mengawasi Tiffany jangan kembali lagi ke ibu kota kalau bolwh mungkin mampu mengubah sikap arogan Tiffany. Tidak masuk akal memang, tapi ia tetap menerimanya demi kesuksesan karier yang dijanjikan Rivzal padanya.
Bertemu dengan Tiffany dalam keadaan dunia terbalik, dulunya wanita ini selalu tampil modis riasan tebal mempercantik tubuh namun sekarang terlihat seperti masayarakat lokal pada umumnya mengikat rambut ke atas hanya memakai kaos oblong dan celana traning sehari-hari, yang dulunya sibuk syuting kesana-kemari sekarang menjelma menjadi penjaga warung. Sangat jauh dari yang dia tekuni dulunya, benar pepatah mengatakan roda pasti berputar.
Tidak sulit memancing Tiffany agar mau bercerita padanya, mungkin memang waktu itu pun mereka berdua ada kedekatan emosi yang terkhusus.
Ardan tidak mengejaknya justru ia rendah hati meminta maaf karena telah meninggalkan Tiffany saat terpuruknya, senyum mengembang keduanya kembali berteman lagi.
Bahkan sempat menginap di rumah ayahnya Danu kemudian meluangkan waktu untuk menemani Ardan untuk memotret keindahan alam di tempat ini, semua berjalan baik-baik saja kelihatannya Tiffany ada perbuhan selama Ardan memberikan nasehat yang baik. Puas rasanya, atau ini hanya perasaanya saja?
Om Danu meneloponnya agar ke rumah sebenrar menemani istrinya kurang enak badan di kamarnya, bangkit dari motelnya menuju rumah Om Danu.
__ADS_1
Tiffany tidak kelihatan, tumben. Mengetuk pintu kamar Tante Nurma tidak ada sahutan, mungkin masih tidur pikirnya. Menunggu sampai dua jam beberapa pembeli pulang kecewa yang punya rumah pun belum bangun, sudah hafal terbiasa menganggap ini rumah sendiri Ardan kehausan membuat minuman untuknya. Matanya tertarik pada sampah plastik mungil sembarang di atas meja yang bersih dan itu mengamggunya, sisa bubuk yang melayang di udara mengendap menyengat hidungnya, sampah apa ini membaca tulisan dalam pembungkusnya. Jelas tertulis serbuk obat tidur dosis tinggi yang biasanya dipakai untuk cairan suntikan pasien yang kesakitan, dicarinya dari google.
Mendobrak pintu kamar Tante Nurma benar saja, panik membawa ke rumah sakit kota. Menghubungi Tiffany nomornya tidak aktif, perasaanya tidak tenang. Beberapa saat kemudian dokter keluar memberikan penjelasan kondisi Tante Nurma, sangat fatal apa bila obat tidur itu terminum sekali lagi, untunglah tidak parah dan masih bisa ditangani dengan baik.
Sampai sore begini Tiffany belum kembali juga, menghubungi salah satu temannya yang bertugas di pernikahan Afrinda, Tiffany tidak ada di pesta itu mereka semua sudah pulang karena sudah selesai dari beberapa jam yang lalu.
Nurma sudah terbangun bertanya dimana putrinya, Ardan berkata bohong, Tiffany tiba-tiba mendapatkan tawaran casting baru menginap beberapa hari, tadi sudah datang saat belum sadar.
Merawat menemani masa kritis suaminya selama satu minggu tidak bamgun dari komanya, tiba-tiba Tifany pulang setelah beberapa hari dan berhasil mengelabui ibunya lagi.
Nurma terhasut lagi menyakahkan Afrinda, andai saja tidak datang ke pesta itu pasti tidak terjadi seperti ini.
__ADS_1
"Ibu, aku ingin masuk ke dalam melihat ayah," ucap Afrinda memohon-mohon, sama sekali dirinya tidak diberi kesempatan untuk ayahnya.
Nurma tidak merasa iba tetap pada pendiriannya, fakta di pengadilan pun sudah menyatakan Afrinda adalah putri kandungnya, hati Nurma masih tertutup menolak kenyataan. "Lebih baik kau bawa istrimu ini pergi dan jauhi keluarga kami, kau dan dia pembawa sial pada suami saya. PERGI!"
Gharda dan Afrinda pulang dengan kecewa diusir, istrinya menangis dalam pelukannya. "Sayang, yakinlah suatu saat nanti ibumu pasti membuka hatinya untukmu, darah lebih kental dari segalanya. Aku saja bisa berbaikan sama mamah setekah perselisihan selama bertahun-tahun, hal yang sama akan terjadi padamu dan ibumu. Tunggu ayahmu sembuh, semua akan terbuka pada waktunya."
Duduk berdua di bangku restorant makan siang sambil menunggu seseorang, Ardan muncul dalam mode lebih bersahabat tidak seperti saat perasaan dulu pada Afrinda.
"Aku akan tetap berada dipihak Tiffany, mencaritahu apa yang dirahasikan wanita itu."
👇👇👇
__ADS_1