Cinta Pilihan Mas Duda

Cinta Pilihan Mas Duda
Ingin Pergi


__ADS_3

Setelah memgirimkan pesan pada ibunya mengatakan bahwa dirinya tidak jadi datang ke rumah sakit, padahal masih bisa menumpang atau dengan cara lain agar sampai tujuan, hanya saja memang tidak ada niat untuk menjenguk omnya yang sudah dipanggil ayah.


Menghubungi nomor seseorang mengajaknya bertemu malam ini dan menjemputnya, untubglah orang ini menerima negoisasi agar pertemuannya malam ini saja yang seharusnya itu besok siang. Rasanya tidak sabaran sekali akhirnya dunianya kembali lagi, tidak percuma ia menuruti rencana Bram tanpa peduli keselamatan Omnya ini, yang terpenting uang yang dia terima sangat menunjang untuk mengembalikkan dirinya seperti dulu, apa lagi anak buah Bram sudah bubar, tidak ada yang perlu dikawatirkan lagi.


Kemana dia selama dua hari bersembunyi? Takut ditangkap Tiffany tinggal di apartement yang difasilitasi pihak Bram dan mulai mempercantik dirinya dan berfoya-foya, ibunya tidak banyak bertanya soal itu karena mulutnya pandai berucap manis memperdayai ibunya.


Tiffany berbangga diri tiada yang menandingi pandai memanipulasi, untuk masalah Ardan nanti sajalah dulu walaupun sebenarnya dia sangat membutuhkan pria itu disisinya.


Dia Tuan Tito Mahendra, salah satu staf agensi yang mau menaunginya untuk kembali menjadi model. Malam ini juga Tiffany pergi meninggalkan rumah tanpa memikirkan orang tuanya, tidak peduli lagi apa pun yang terjadi di rumah itu.

__ADS_1


Tanpa banyak bertanya lebih lanjut, ia membubuhkan tanda tangan untuk dipromosikan ke agensi luar negeri.


Inilah alasan Tiffany sangat antusias mendapatkan tawaran modeling di dunia internasional, jika melanjutkan modeling di negara ini namanya sudah dalam daftar hitam, tidak mungkin baginya untuk melanjutkan karier di sini.


Dia juga sudah memanipulasi tentang latar belakangnya agar tidak menganggu kreadibilitas persyaratan untuk menjaga nama baik agensi.


"Usahakan dalam satu minggu ini anda harus mengurus berkas paspor dan lainnya, tinggallah di hotel ini agar anda mudah dicari kita akan mengadakan sesi karantina dan pelatihan pemotretan dan semacamnya. Apa anda mengerti?"


Tertawa gembira di kamar hotelnya misinya berhasil, sengaja mematikan ponselnya agar tidak ada yang menghubunginya.

__ADS_1


Keesokan harinya pada malam hari, Tiffany kembali ke rumah turun dari mobil mewah berjalan gaya angkuh, sengaja datang malam agar tidak menjadi pusat perhatian. Menyalakan lampu terbatuk karena debu yang menempel mengotori rumah, tidak membuka warung tidak ada yang diambilnya dari dalam.


Mencari berkas data dirinya tangannya yang jijik membuat kamarnya berantakan, "Aku kembali pada duniaku, disini bukan aku, diriku tidak akan pernah berubah, Ibu. Kau salah menilaiku. Sekarang aku akan menghilang dari hidup kalian, dan menempuh kehidupan baru di negeri orang. Mau ayah sembuh atau mati, mau ibu kecewa padaku atau tidak, mau kalian kembali pada Afrinda, aku sungguh tidak peduli. Aku akan hidup dengan caraku."


Keluar membawa koper dari rumah menaiki mobilnya melaju pergi, beberapa warga sekitar tidak sengaja melewati rumah Danu dan penasaran mengintip apa yang terjadi di dalam. Menyalakan ponsel memotret vidio saat Tiffany keluar, membagikannya ke grup warga sekitar dan menjadi bahan pergunjingan sepanjang hari.


Banyak desas-desus yang menuduh bahwa Tiffany pergi dari rumah mencuri sebagian barang dagangan dari warung padahal ibu dan ayahnya sedang dalam perawatan di rumah sakit.


Sementara Tiffany berpose cantik di depan kamera percaya diri sekali tanpa sadar ada maksud lain dari semua ini.

__ADS_1


Tito tersenyum sinis melaporkan hasilnya pada seseorang dari panggilan seberang, dia bisa naik gaji.


👇👇👇


__ADS_2