
Ternyata tidak mudah mengambil keuntungan dari Ardan, laki-laki ini sungguh lihai juga mengambil kesepakatan darinya.
"Saya tidak mau kedarangan saya sia-sia jika tarif dan persyaratan tidak sesuai janji anda pertama kali." Ardan harus bertindak hati-hati, perempuan yang duduk dihadapannya ini bisa saja memperdayainya. Baru tadi malam ia dapat peringatan dari salah satu teman seprofesinya yang baru saja keluar dari tempat mereka, bahwa penerbitan majalah JessSky sedang dalam masalah penurunan penjualan.
"Jangan rakus dulu, bahkan pihak kami belum merasakan keuntungan yang anda berikan!" seru seorang yang mendapingi Tiffany saat ini.
"Kau meragukanku?"
"Bukan masalah meragulanmu. Tapi ini bisnis, siapa yang mau rugi, harus sama-sama untung "
"Bagaimana kalau sama-sama rugi, kita batalkan saja. Dan saya siap mengganti biaya pinaltinya"
"Jangan!" pekik Tiffany mengambil keputusan.
Orang yang di samping Tiffany menoleh keheranan.
"Begini saja. Kami akan memberikannya langsung seluruh uangnya, tapi biar saya sendiri yang mencari lokasi pemotretannya." Tiffany bernegoisasi penuh maksud.
"Akan saya pikirkan." Ardan memberi keputusan yang menggantung.
__ADS_1
Sialan!! Tiffany memukul setir mobilnya kesal, sebenarnya apa mau laki-laki itu. Tidak punya pilihan lain untuk menerima perjanjian konyol itu, harus merelakan dana yang lumayan menguras kas penerbitan padahal kerja sama belum juga dimulai. Tapi tidak apa, Tiffany adalah Tiffany yang tidak pernah kehilangan cara untuk menjerat mangsanya demi keuntungan yang sudah dia perkirakan.
Lelah dengan pertemuan yang menguras energi, ia memutar mobiol menuju pusat perbelanjaan untuk menghilangkan stres.
Jika ia keluar dengan berpenampilan seperti ini, tentu sangat merepotkan harus meladeni penggemarnya. Membuka kotak besar dan mulai memasang satu per satu aksesoris yang menjadi alat penyamarannya.
Dengan langkah elegan Tiffany berjalan tanpa ada yang menyadari kedatangan dirinya, memasuki salah satu mall terbesar di kotanya. Kali ini Shandi maupun supir pribadinya tidak ikut, ia hanya ingin menikmati waktunya sendiri. Mau ke kantor Gharda, gengsi baru kemarin mereka bertengkar.
Masker yang menutupi mulutna, kaca mata hitam bertengger di wajahnya, menggulung rambutnya ke atas dan menutupi bajunya dengan sweater lengan panjang.
"Aneh sekali dia, pakai gaun tapi pakai sweater lagi. Ck, kuno."
Melanjutkan perjalanan tiba-tiba arah pandangnya menangkap sesuatu, ada Nyonya Syeni dan Jelita di sana.
Jelita tampak tersenyum bahagia sambil memilih-milih boneka yang kecil-kecil di sana, tangan siapa yang digandeng anak itu ia tidak mengenalinya. Yang jelas Jelita sangat bersemangat dan sesekali terlihat bergelayut manja pada perempuan itu. Sementara Nyonya Syeni mengikuti dari belakang.
Tanpa sadar terus mengikuti arah kemana mereka bertiga berjalan, menyelinap diantara rak barang dan berpura-pura memilih barang. Ternyata nama perempuan yang digandeng Jelita adalah Miss Frind, itu percakapan yang dapat didengarnya.
Sampai ke tempat bermain pun tetap mengikuti, perempuan dewasa itu dengan senang hati menemani Jelita ikut bermain bahkan yang dipanggil Miss Frind itu juga ikut bermain berpasangan dengan Jelita.
__ADS_1
Ada wanita lain rupanya yang satu langkah lebih maju darinya dengan mendekati Jelita, tapi apa Gharda mau dengan wanita lain selain dirinya? Tidak mungkin, ia tahu benar Gharda sangat mencintainya.
Sangkin dalamnya Tiffany melamun kepercayaan dirinya, tidak menyadari ada salah satu pengunjung yang memotretnya dari belakang.
Buk!
Salah satu pengunjung laki- berjalan tidak hati-hati dan badan mereka saling bertimpa karena Tiffany sedang berjongkok di depan rak barang.
"Maafkan saya. Anda tidak apa-apa, Nona?" tanya si penabrak tadi membantu Tiffany berdiri. Respon Tiffany yang menepis tangan laki-laki itu kasar dan tatapan matanya tajam dari balik kaca mata hitamnya.
Gawat. Orang-orang mulai melihatnya.
"Dia Jessica Tiffany Areva, kalau tidak percaya buka saja maskernya!" seru salah satu pengunjung.
Semakin riuh suasana mall, ini sangat mamalukan!
Nyonya Syeni memandangnya tersenyum sinis, dia mengikuti sampai ke sini. Benar-benar memalukan! Gumam Nyonya Syeni.
Kejadian itu sontak viral di media sosial.
__ADS_1
👇👇👇