Cinta Pilihan Mas Duda

Cinta Pilihan Mas Duda
Foto


__ADS_3

Gharda hanya membiarkan dokumen itu tanpa berniat mengerjakan, segelas kopi hangat mungkin sudah mulai dingin karena tidak disentuh sama sekali. Sejujurnya dia pun malas bekerja hari ini, tapi di rumah pun ia merasa enggan karena ada Afrinda di sana. Jadilah dirinya sendiri yang bekerja hari ini mengabaikan hari libur yang tercatat di kalander.


Teringat kejadian tadi pagi yang jelas-jelas ada Araz sedang melihatinya dengan tatapan sedih, bukan Afrinda. Tapi apa mungkin? Ahk! Mengacak tatanan rambutnya kasar, sepertinya harus benar-benar keluar hari ini.


Nomor Tiffany tidak bisa dihubungi membuatnya semakin frustasi, menghubungi managernya ternyata Tiffany sedang di kantor percetakan majalah JESSSKY. Lebih baik dia pergi menyusul saja.


Semua karyawan percetakan dan editor lainnya melihat Gharda tatapan memuja, tidak peduli berjalan menuju ruang pribadi Tiffany.


"Gharda." Tiffany berdiri terkejut tumben sekali dia mampir ke sini. Sekelibat bayangan Tiffany tersenyum penuh arti.


"Kau sibuk?" tanya Gharda duduk di hadapan Tiffany.


"Seperti yang kamu lihat sendiri, huff." Ayok pasang wajah kasihanmu, lupakan pertengkaran kalian kemarin.


Meminta maaf atas kesalahannya, Gharda tersenyum hangat maafnya diterima. Untuk sesaat mereka berdua berbincang hangat.


Ini kesempatannya!


Berpura-pura ke kamar mandi dengan meninggalkan berkas pekerjaanya berantakan di atas meja, ada sesuatu yang sudah diselipkan di antara ceceran kertas dan harus berlama di dalam kamar mandi sampai Gharda membaca isi kertas tersebut.


Satu detik...


Satu menit...


Gharda risih melihat kertas yang berantakan di atas meja, mengumpulkan agar terlihat lebih rapih dan ada satu lembaran kertas yang menarik perhatiannya. Tunggakan biaya penerbitan majalah yang membengkak, Gharda berdecak merasa kasian.

__ADS_1


"Ghardaa!" Terburu-buru Tiffany berlari merebut kertas yang dipegang Gharda. "Kamu!" serunya pura-pura kesal.


"Kau butuh bantuan untuk JessSKy?"


"Tidak usah, Ghar. Aku masih bisa menghandelnya sendirian, aku sudah banyak meminjam darimu," ungkap Tiffany sedramatis mungkin.


"Jangan berkata begitu, aku tidak menagih uangnya. Aku paham seberapa keras kamu berusaha mempertahankan ini semua, tidak ada penolakan untuk bantuanku!"


Tidak sampai beberapa lama suara notifikasi dari ponsel Tiffany membuat ia tersenyum lega, uang sudah ditransfer.


"Ini banyak sekali," ucap Tiffany.


"Tidak apa, pakailah dengan baik."


Gharda mengeliling ruangan Tiffany dan menemukan sesuatu yang tersembunyi di balik pot bunga di atas meja sofa tamu, ada foto anak kecil berseragam sama seperti seragam Jelita. "Ini foto siapa?"


DEG.


"I-itu foto keponakanku," jawab Tiffany gugup.


Gharda mengerinyit bingung masih memperhatikan foto yang masih ada ditangannya, ganti memperhatikan paras wajah Tiffany lamat-lamat.


"Ghar, ada apa?" Tiffany merasa seperti diintimidasi.


"Sejak kapan kau punya saudara kandung?"

__ADS_1


"Itu anak dari sepupuku," kilah Tiffany.


"Oh iya? Tapi kamu pernah bilang, tidak berhubungan apa-apa lagi dengan kel-"


"Itukan hanya foto yang tidak sengaja tersimpan, apa salah?" Tiffany sudah mulai gugup.


Lagi Gharda memandang paras wajah anak kecil yang ada dalam foto kemudian memandangi wajah Tiffany dengan waktu yang agak lama. "Aku bawa foto ini ya. Seragamnya di foto ini sama seperti seragam Jelita, mungkin Jelita kenal dengannya."


"Jjangan!"


"Kenapa?"


"Ya-ya buat apa?"


"Penasaran saja. Sudahlah, aku pulang dulu." Gharda tidak menghiraukan ucapan Tiffany, gegas memasukkan foto ke sakunya mencium kening Tiffany singkat lalu pergi.


"Mampuss! Kenapa kamu teledor Tiffany, lupa menyimpan fotonya. Kalau sampai Gharda menyelidiki, bisa hancur semuanya!" Tadi menyempatkan diri sebentar hanya sekedar merindukan putrinya melalui foto yang diambil dari berkas sekolah putrinya, tetapi mengapa sampai lupa menyimpannya?!


Ting!


"Pah, mamah tidak mau menjengukku lagi ya? Kenapa Tuhan memberiku sakit, kalau hanya membuat mamah marah padaku? Mana mamah tidak datang lagi?"


Suara voice note putrinya membuat perasaanya bergejolak.


👇👇👇

__ADS_1


__ADS_2