Cinta Pilihan Mas Duda

Cinta Pilihan Mas Duda
Menghianati


__ADS_3

"Hai ibu dan ayah, aku Jessica Imelda sudah berganti nama menjadi Jessica Tiffany Areva, maaf kalau aku menulis surat ini mendadak.


Aku tidak bisa hidup seperti sekarang yang hanya penjaga warung di daerah terpencil timpat kita tinggal sekarang, rumah itu terlalu semput untukku, suasana kotanya bukanlah bagian hidupku.


Aku suka camera, dan ibu tahu itu'kan, aku tidak bisa lepas dari gemerlap lampu yang membuatku bahagia saat orang mengenalku.


Aku mendapat tawaran memulai karier modelingku diluar negeri, itu adalah impian terbesar dalam hidupku. Kuterima dan sudah bertanda tangan atas namaku dan akan meninggalkan kalian hidup berdua, jangan halangi aku lagi.


Jangan cari aku lagi!"


Kertas itu terjatuh melayang di udara, Nurma terisak setelah membaca surat dari Tiffany.


"Dia tidak mungkin meninggalkanku," ucapnya di sela isakannya. Badannya hampir limbung kalau saja tidak ditahan Afrinda dan Ria tetangga yang memberikan surat itu.


Afrinda memungut surat memberikannpa pada sang ayah, Danu hanya menghela napas berat ini benar tulisan Tiffany. Dirinya tidak bisa berbuat apa, sedari awal firasatnya sudah bisa merasakan bahwa gadis itu tidak benar-benar mau berubah. Ia menyesali istrinya yang terlalu menyayangi Tiffany, Nurma bahkan menanggis sekencang itu meminta pulang dulu kerumah.

__ADS_1


Dengan perdebatan dan kesepakatan agar Nurma bisa lebih tenang, Egwin mengizinkannya pulang sebentar, Nurma berteriak tidak percaya dengan isi surat yang dibacanya memohon agar diizinkan pulang.


Afrinda membantu ibunya berjalan ke dalam mobil yang disediakan Gharda, sementara Gharda tinggal menjaga Danu di rumah sakit.


Disusul mobil rombongan warga yang menjenguknya, sepanjang jalan Afrinda kualahan menenangkan ibunya.


"Bu, nyawaku kemarin hampir menghilang, apa ibu akan sesedih ini karena kehilanganmu?" gumamnya dalam hati, ada yang tersayat.


Tanpa sadar Nurma menjatuhkan kepalanya pada pundah Afrinda yang mengusapnya lembut, entah karena apa tiba-tiba saja Nurma mulai tenang dan menejamkan mata.


"Pasti ada pencuri masuk!" Nurma madih berspekulasi.


"Bu Nur, kami pernah melihat ada mobil yang mengantar Tiffany kesini tengah malam."


Menggeleng berlari ke dalam kamarnya merogoh lemari, "Dimana cincin itu, hah!" Berteriak kencang cincin perkawinannya dan masih ada dua set gelang harganya lumayan mahal hilang beserta suratnya.

__ADS_1


Mencakar ke dalam lemari tempat penyimpanan berkas, membukanya satu per satu sertifikat rumah ini juga hilang dan buku rekening madih ada tabungan hari tua. "Dia mencurinya?!"


Para warga yang ikut masuk ke dalam rumah berdecak kasihan, bagaimana bisa seorang yang dianggap anak tega mencuri harta orang tuanya yang sedang sakit demi biaya keluar negeri.


Menggeledah kamar Tiffany sangat berantakan tidak dibersihkan, Afrinda memberikan masker penutup mulut pada ibunya. Mencakar apa saja yang bisa dicari, Afrinda menemulan ini adalah pakaian yang sama oleh wanita yang mereka cari di pesta itu.


Sementara Nurma menemukan kertas bulti transferan bernilai uang Rp.100.000.000, "Dari mana dia dapat uang ini sebanyak ini?"


Kopernya tidak ada di kamar ini pagi, surat identitas dirinya juga, hanya menyisakan pakaian lama Tiffany.


Nurma tertunduk lesu di pelukan Afrinda, semuanya habis dicuri oleh wanita itu. Perhiasan, sertifikat rumah ini, barang warung yang masih bisa dijual kembali, dan buku rekening yang tersisa.


"Mengapa kau menghianati ibu, Nak."


👇👇👇

__ADS_1


__ADS_2