Cinta Pilihan Mas Duda

Cinta Pilihan Mas Duda
Perasaan Bahagia


__ADS_3

Sepanjang malam memggempur tubuh istrinya menikmati hal yang sudah lama dirindukkanya, awalnya permainan kaku Afrinda masih ragu dan kesakitan setelah selaputnya robek oleh milik suaminya, Gharda mampu mengimbangi menengkan istrinya yang sempat manik. Lama-kelamaan reaksi tubuh mulai menandakan lebih bergairah berkeringat merasakan nikmat malam pertama sesungguhnya.


Kelelahan baru menyadari telah melewatkan malamnya perut Afrinda berbunyi, meringis merasakan pangkal pahanya nyeri, Gharda melarangnya turun memakai bajunya berjalan ke arah dapur mengambil makan malam. Sudah jam 01:30, berdecak sendiri sudah membiarkan istrinya kelaparan, membuka alat penghangat makanan setelahnya kembali ke kamar makan bersama.


"Tunggu sebentar biar kuambilkan bajumu dulu." Gharda membantu memakaikan istrinya.


"Aku yang menyuapimum"


"Sayang, yang sakit itu bukan tanganku!"


"Tidak ada bantahan, ayo buka mulutmu!"


Selesai menghabiskan makanannya, Gharda melarang Afrinda beranjak dari tempat tidur, dia sendiri yang mengembalikannya ke dapur.


"Sayang."


"Iya."


Meraih tangan istrinya mencium punggung tangannya lembut, "Terima kasih atas malam ini."

__ADS_1


"Untuk apa?"


"Aku merasa bangga dengan yang kita alami malam ini, aku adalah pria pertamamu, tapi aku seorang duda, itu artinya kau bukan yang pertama bagiku. Tapi sumpah, Araz adalah wanita terakhir dalam pernikahan sah dia istriku. Aku tidak pernah melakukan lagi sekali pun aku berpacaran dengan Tiffany, tidak, Frind. Prinsipku menjaga kehormatan seorang wanita, dan akan melakukannya dalam ikatan sah pernikahan. Terdengar munafik memang, nyatanya itulah yang kutanam dalam hidupku, dan Tuhan memberikan wanita yang masih suci seperti kamu, Sayang."


Afrinda tersenyum terharu menahan air matanya hatinya terenyuh memdengar ungkapan jujur suaminya, menelusupkan ke dalam pelukan suaminya. "Aku juga bangga padamu, Sayang. Kamu bisa menjaga markah cinta untuk seseorang wanitamu, sangat jarang jika seorang pria mampu menahan nafsu seksualnya statusnya sebagai duda. Terima kasih telah menjaganya untukku " Dengan kesadaran penuh dirinyalah yang lebih dulu berinsiatif mencium bibir suaminya.


Sehingga terjadilah ronde berikutnya semakin terasa bahagia yang sempurna, Gharda memcium kening istrinya mengucap terima kasih dan menyelimuti istrinya yang tidur kelelahan lalu dirinya memeluk badan Afrinda menyusul tidur


Matahari terbit sudah pukul berapa Gharda terbangun dengan perasaan luar biasa bahagia, istrinya sudah lebih dulu bangun memcari ke kamar mandi tidak ada. Menuju dapur benar saja istrinya sedang menata meja makan.


"Sayang, sudah bangun," sapa Afrinda sembari menuangkan teh hangat menyershkan pada Gharda yang sudah diduk tersenyum manis ke arahnya."Minumlah dulu teh hangat ini."


Eh-.


Afrinda tercengang dengan lontaran pertanyaan suaminya tidak tahu malu, "Kau!"


Gharda teetawa lepas, "Santai, tidak ada orang lain'kan."


"Dari pada kamu semakin melantur, lebih baik kita mulai sarapan saja ya. Aku sudah tidak sabar ke sekolah melihat Jelita."

__ADS_1


"Baiklah istriku."


Menyantap sarapan pagi ini dengan lahap, pasangan baru ini akan menjemput putrinya yang sedang acara kemah di lapangan sekolah itu sendiri.


"Aku sudah merindukan sekolah ini!" Afrinda berseru kegirangan mengingat dia juga pernah mengabdi di sekolah, dengan perasaan lega sudah lebih percaya dori berjalan masuk karena sudah sah menjadi ibu sambung Jelita.


Memberi salaman hangat pada rekan lama mengucapkan selamat, lihat'kan pada akhirnya Afrinda sudah lebih dihargai karena berstatus istri orang kaya, yang dulunya memandang sinis padanya, kini berganti memuja munafik.


Dia tidak peduli.


"Bunddaa!"


Teriakan Jelita dari lapangan sedang melakukan kegiatan games, memberi semangat pada putrinya ikut merasa gembira.


Acara kemah sudah berakhir, anak-anak sudah dijemput orang tuanya. Jelita memeluk ayahnya erat sudah rindu sekali.


"Bundaa!" Jelita merentangkan tangan dipeluk bundanya.


Tapi ada yang aneh di leher bundanya. "Bunda lehernya kenapa merah merah??'"

__ADS_1


👇👇👇


__ADS_2