
Rumor keretakan hubungan Gharda dan Tiffany semakin meluas di sosial media dan diperkuat dengan beredarnya postingan vidio ulang tahun Jelita yang di mana tidak ada Tiffany terlihat di dalam vidio, belum lagi asumsi semakin luar menyudutkan Tiffany yang menyalahkan karena tidak menjenguk Jelita saat itu. Pihak Gharda sulit ditemui, wartawan kalah dengan bodyguard yang menjaga sangat ketat. Sementara Tiffany selalu mengatakan kalau mereka hanya sedang bertengkar layaknya pasangan wajar pada umumnya.
Kesimpulan netizen menanggapi berita ini menjadi tranding topik dan dibuat konten oleh beberapa orang untuk menghasilkan viwers dengan mengikuti speak up berita yang sedang viral, kolom komentar dan pesan sosial media Instagram akun Tiffany dibanjiri dengan pertanyaan yang sama.
Tiffany sudah tidak tahan lagi dengan permasalahan ini, hari ini benar-benar mempermalukan dirinya datang menginjak perusahaan Gharda niat menjumpai tetapi berakhir dengan hasil nihil karena selalu berhasil menghindar dengan alasan ini dan itu.
Masih banyak fans di gedung perusahaan mengejar meminta foto padanya, berdesakan membuat suasana semakin heboh memicu emosi naik tanpa sengaja Tiffany melempar salah satu ponsel fans yang mengantri foto. Vidio langsung cepat menyebar semakin mempersulit Tiffany.
Rivzal tersenyum puas memantau dari CCTV, biarlah itu menjadi uranan Tiffany. Sebenarnya dirinyalah yang mensetting kejadian ini, membocorkan kedatangan Tiffany yang penyamaran wanita itu saat datang ke sini.
__ADS_1
"Apa yang harus aku lakukan sekarang!" Tiffany memijit keningbya sembari berpikir mengatasi permasalahan ini, sampai pada ia teringat siapa perempuan yang berhasil menyelip posisinya di hati Gharda, Afrinda.
Ternyata wanita itu hanya pengajar biada di sekolahan elit, tersenyum sinis merancang sesuatu dalam otaknya.
"Paksa guru yang bernama Sofia itu menemui saya," titahnya menelepon salah satu pesuruhnya. Dengan biaya yang memadai, ia bisa cepat mendapat informasi dari orang yang berkemampuan untuk itu dibayar.
Matanya memincing sudah memperkirakan apa yang akan terjadi jika rencanaya berhasil, memanfaan cukup mudah jika mempunyai tujuan yang sama. Melempar kesalahan adalah jalan curangnya.
Memaksa untuk menemui Afrinda berjanji makan siang setelah pulang sekolah, kali ini Afrinda datang sedikit terlambat menyambut uluran tangan Ardan.
__ADS_1
"Apa kamu punya musuh di sekolah?" Pertanyaan pertama agak enggan menjawab, rayuan Ardan agar Afrinda mau bercerita berhasil.
"Sofia guru senior dariku, tapi justru aku yang lebih dipakai sekolah dari pada Miss Sofia. Lama-lama persaingan dan iri dengki membuat dia sering mengusikku, apa lagi akhir-akhir ini kredibilitasku sedang bermasalah dan ya Miss Sofia semakin gencar menganggku."
Dari cerita Afrinda, kini Ardan mulai paham apa yang akan dilakukukan Tiffany nanti.
Setelah makan siang berakhir mengantar Afrinda pulang, kembali ke kantor JessSky melanjutkan pekerjaan berpapasn dengan Tiffany yang berjalan terbutu-buru. Sengaja menabrkan diri meladeni omelan Tiffany yang mamarahinya karena telah membuang waktu Tiffany, Ardan hanya menyengir meminta maaf sekenanya saja tidak peduli dengan kemarahan Tiffany. Tidak ada yang menyadari tangan Ardan gesit menyelipkan sesuatu memasukkan ke dalam kantong kecil blazer. Benda mungil itu akan merekam percakapan mereka.
Hanya tinggal duduk menunggu sambungan yang sudah dipasangnya, rekaman itu langsung tersambung ke dalam ponselnya mendengar dengan senyum merekah mengetahui rencana itu.
__ADS_1
Dia Juardan, dan ini akan memanfaatkan celah mendekati Afrinda melalui rencana Tiffany. Tidak mencegah dari awal, justru ini kesempatannya berubah seolah menjadi air penanang.
👇👇👇