
Semenjak kejadian kemarin bqyangan itu terus terulang dalam ingatan Tiffany sampai terbawa mimpi menyebabkan konsentransinya menahan rasa kantuk benar-benar terganggu, untuk hari ini saja sudah beberapa kalia mengulangi adegan scene kesalah yang dibuatnya anggota yang lain ikut berimbas.
"Breaakk!"
Duduk berdecak di tempat istirahatnya, Shandi datang memberinya air mineral botol meneguknya. "Aku salah lagi ya," ucaonya frustasi.
Shandi duduk di samping Tiffany seraya memberrskan barang yang berantakan. "Sebenarnya kau kenapa?"
Belum bercerita tentang kejadian itu, Shandi menebak sesuatu.
Belum sempat menjawab dari arah lain tampak Ardan berjalan ke arah mereka wajah ditekut masam. "Gara-gara ulahmu semua temanku meledekku, sakit kepala mendengarnya," keluh Ardan terkena imbasnya.
"Satu kali lagi aku tidak akan salah lagi," jawab Tiffany menggebu.
Sebenarnya Ardan sangat jengkel dengan tingkah Tiffany, saat salah bukannya minta maaf justru meminta yang lain terus mengulang sampai bisa dan tadi pun sang sutradara sudah marah terhadapnya.
"Shandi!"
Yang dipanggil menoleh dengan eksprrsi tidak enak, "Iya, Dan."
"Seret artismu untuk minta maaf pada teman yang lain!"
"Tidak akan!" Tiffany langsung menolak mentah.
"Kau sudah membuat proses syuting menjadi lambat, dari tadi juga ulang tapi kesalahan terjadi lagi di scene berikutnya. Tidak malu kamu, hah!" hardik Ardan kesal menunjuk-nunjuk wajah Tiffany.
__ADS_1
"Sudahlah, Dan. Lagian satu kali lagi aku pasti bisa, lebay sekali harus minta maaf segala." Tiffany cuek justru merebahkan kepala di atas mrja.
"Kau bisa pastikan itu?"
"Bisa. Pergi sana, menganggu saja."
Jika Ardan dan Tiffany sudah berdebat Shandi hanya bisa diam saja.
Scene diulang lagi semua sudah bersiap pada posisi masing-masing, kali ini Tiffany berganti pakaian dan make up sendiri tidak memakai jasa team yang disediakan produksi sambil mandi menyegarkan badannya
"Kau yakin menggunakan high heels setinggi itu?" tanya Yudhis aktor lawan mainnya. Berlebihan sekali dengan gaya Tiffany padahal mereka hanya melakonkan scene pacar marah, tetapi cruw yang lain malas memperingatinya apa lagi dirinya.
Tiffany yang berapan sebagai Einee akan berakting marah pada Yudhis yang berperan sebagai pacarnya Eldo, ceritanya nanti dirinya berjalan layaknya orang marah melewati beberapa anak tangga saat meninggalkan Eldo.
Dialog sesuai dengan skenario, bernapas lega karena tidak ada yang salah. Tapi semua menarik napas kasar dengan apa yang terjadi, langkah pulang Tiffany tidak hati-hati sudah tergelincir di anak tangga.
"Pasti mereka ada apa-apa nih."
"Tiffany tidak mungkin suka pada cameramen seperti Ardan."
"Ardan tampan, pacarnya kaya tapi sibuk. Siapa tahu dia mengambil kesempatan"
"Adegan jatuhnya tadi kusalin, dibuat story seru kali ya!"
"Ide bagus, nanti jangan lupa share ya. Pasti si sombong itu jadi malu!"
__ADS_1
Beberapa orang terlihat menggosip menggunjingi Tiffany berencana akan mempermalukannya.
Ardan telaten mengurut pergelangan kaki Tiffany, Shandi menghadap petinngi produksi pembuatan filim.
"Sakit, au-awhh!" ringisnya
Ardan diam saja fokus memijat membalur minyak, Tiffany menurut saja. Saat yang lain menjauhi dan memakinya, Ardan memang marah juga tetapi ia masih mau membantunya seperti sekarang ini. Terbuat dati apa hati lelaki ini, tanpa sadar tersenyum tipis.
"Sudah. Kau tunggu di sini, aku mau minta izin dulu kita pulang saja."
"Kau berani?"
"Ya harus. Kakimu tidak akan bisa dipakai syuting hari ini, lebih baik kita pulang saja."
"Tapi kau masih kerja, hanya aku saja yang pulang."
Ardan mengerinyit heran dengan kerendahan hati Tiffany, "Aku mau bawa kamu ke terapis yang khusus untuk kakimu, biar besok bisa lanjut lagi."
Hari yang kacau.
Di tempat lain Rivzal sedang asik makan siang berdua bersama Gharda tentunya, membuka sosial media tertarik dengan story akun milik salah satu crwu yang ada di tempat Tiffany sengaja mem-follow untuk memantau. Vidionya begitu mencengangkan, dengan enteng memberikan ponselnya pada Gharda.
"Biarkanlah sesuka hatinya." tanggapan Gharda wajah tenang.
👇👇👇
__ADS_1
Ada yang typo atau salah penulisan?? maaf ya. Btw, setuju nggak nih kalau Tiffany dan Ardan jadian saja