Cinta Sesuai Dosis?

Cinta Sesuai Dosis?
Welcome Baby


__ADS_3

"Kita ambil tindakan malam ini, ya?"


Tubuh Saga seketika rasanya langsung lemas saat mendengar kalimat Ine. "Harus banget malem ini, nggak bisa kita tunggu sampai minggu depan? Usia kandungannya baru 35 minggu, Ne."


Ine menepuk pundak Saga. "Enggak papa, Ga, seenggaknya udah cukup. Terlalu beresiko kalau nunggu minggu depan, Ga. Seenggaknya malam ini jauh lebih aman, lebih cepat lebih baik. Tiap waktu berharga, Ga, telat sedikit kita bisa kehilangan kesempatan itu. Lo percaya sama gue kan?"


Ine tahu dan mengerti keputusan ini memang berat, tapi ia tidak punya pilihan lain. Saga harus segera membuat keputusan.


Saga menyugar rambutnya ke belakang. "Kasih gue waktu buat mikir."


Ine mengangguk tidak masalah. Ia kembali menepuk pundak Saga. "It's okay, tapi gue harap lo nggak terlalu lama mikirnya. Kita nggak bisa terlalu banyak membuang waktu, Ga. Gue harap lo--"


Mendengar kalimat Ine, ia jadi tidak bisa berpikir. Maka dari itu Saga langsung membuat keputusan saat itu juga. Keselamatan istri dan calon bayinya terlalu berharga dan ia tidak boleh salah mengambil langkah.


"Ya sudah, kita ambil tindakan malam ini. Lakukan yang terbaik buat anak dan istri gue, lo harus menyelamatkan keduanya. Gue nggak mau tahu."


Ine menghela napas. Kalimat Saga sedikit membebaninya kalau boleh jujur. Tapi ia tidak masalah karena ia cukup mengenal pria itu.


"Pasti, Ga. Gue akan melakukan yang terbaik, lo nggak usah khawatir! Lo bantu doa ya, agar semua berjalan lancar."


Saga mengangguk lalu pamit untuk menemui Mama dan Ayana.


"Gimana, Ga?" tanya Kartika khawatir, "enggak ada masalah kan? Yana perlu rawat inap nggak?"

__ADS_1


Bukannya langsung menjawab, Saga malah menghela napas panjang sambil menatap sang istri dan juga sang mertua secara bergantian. Kalau boleh jujur, ia sedikit berat hati untuk mengatakan keputusan Ine.


"Mas, kenapa sih? Kamu bikin aku khawatir tahu," tegur Ayana sedikit kesal, "kenapa sih? Anak kita nggak papa kan?"


Kali ini Saga mengangguk.


"Terus kata dokternya gimana?" tanya Kartika.


"Yana harus melahirkan malam ini, Ma. Dokter akan melakukan tindakan caesar malam ini juga."


"Mas, harus banget malam ini?"


Saga mengangguk untuk mengiyakan. "Enggak papa, ya? Ine bilang kalau kita nggak ambil keputusan ini, dedeknya atau kamu bisa kenapa-kenapa."


Ayana bimbang ia menoleh ke arah sang Mama dengan perasaan cemas dan khawatir. Ia ingin melahirkan secara normal seperti kebanyakan perempuan lainnya.


"Apa nggak bisa kalau lahiran normal, Mas? Coba kamu tanya sama dokter Ine."


"Enggak bisa, Yan, kondisi kamu kurang fit, Ine harus ambil tindakan operasi. Kamu demam dan tekanan darah kamu tinggi."


Kartika mengelus rambut sang putri lalu mencium keningnya. "Enggak apa, Na, semua bakal baik-baik saja. Nurut aja apa kata dokter ya?"


"Tapi, Ma."

__ADS_1


"Mau melahirkan normal atau Caesar sama aja, Na. Yang penting anaknya selamat, kamunya juga sehat. Lagian caesar sekarang kan udah canggih-canggih, kamu pasti bisa cepet pulih lagi terus urusin si baby."


Ayana menghela napas pasrah. Ia tidak bisa egois. Maka dari itu mau tidak mau ia akhirnya mengangguk pasrah.


"Ya udah kalau begitu, aku mau."


***


Operasinya berjalan dengan lancar, kondisi Ayana dan bayi, dua-duanya bagus. Bayi berjenis kelamin perempuan dengan berat badan 2,8 kg dan panjang 49 cm.


"Anak lo cakep, Na, nggak mirip lo," goda Malvin saat masuk ke dalam ruangan Ayana. Perempuan itu sedang latihan berjalan ditemani Saga, "gue rasa juga ntar gedenya nggak kayak lo yang kurang tinggi ini."


"Apa lo bilang?" amuk Ayana dengan wajah galaknya, "lo ngatain gue pendek?" dikatain ia langsung mengadu ke suami, "Mas, Malvin itu loh."


"Biarin."


Malvin langsung mencibir. "Dih, beraninya ngadu lo."


"Biarin kan gue punya suami. Ngomong-ngomong gue dari kemarin belum liat dokter Yasmin."


"Apaan? Orang pas lo masuk RS dia ikut kok."


"Terus kenapa sekarang gue nggak liat lagi?"

__ADS_1


"Sibuk," jawab Malvin singkat, "gue cabut duluan deh. Banyak kerjaan, liat kondisi lo sekarang ntar gue laporan ke dokter Ine deh, biar lo bisa langsung pulang. Katanya bayi lo juga sehat kan nggak ada masalah?"


Tanpa menunggu jawaban dari keduanya, Malvin langsung pergi begitu saja. Sedangkan Saga dan Ayana hanya mampu bertukar pandang sambil menatap punggung Malvin yang kini menghilang di balik pintu. Keduanya menebak pasti Malvin sedang bertengkar dengan sang kekasih.


__ADS_2