
Menyesal dan ingin kabur. Malvin rasa ia tidak menginginkan apapun selain dua hal ini, kalau diberi kesempatan untuk memutar waktu, Malvin ingin sekali menolak tawaran Ailee saat gadis itu mengajaknya masuk ke dalam rumah gadis itu. Mati kutu di dalam mobil sudah jelas pilihan terbaik bukan jika dibandingkan harus menghadapi momen tidak mengenakkan seperti sekarang. Kalau sudah berada momen seperti sekarang, ia bisa apa?
“Selamat pagi Om,” sapa Malvin lalu berdiri dan mencium punggung tangan Erik.
Pria paruh baya itu sedikit mengerutkan dahinya heran, namun, meski demikian ia tetap mengangguk dan mengiyakan sapaan putra dari temannya ini.
“Gimana kabar Papa-mu?” basa-basinya kemudian.
Malvin mengangguk untuk mengiyakan. “Alhamdulillah sehat, Om.”
Kali ini giliran Erik yang mengangguk paham lalu menyuruh Malvin untuk kembali duduk, sebelum akhirnya ia yang duduk duluan.
“Kalau boleh tahu ini dalam rangka apa ya, Vin, kok kamu tiba-tiba anter anak saya pulang begini. Bukankah kalian sama-sama menolak rencana perjodohan yang disusun oleh kami, terus kenapa tiba-tiba begini?” Erik menatap Malvin dengan ekspresi seriusnya, “bisa kamu jelaskan apa maksud semua ini?”
Mampus. Malvin benar-benar merasa tidak tahu harus bilang apa untuk menjawab pertanyaan sang mantan calon mertua. Benar kan, ia bahkan gagal mendapatkan kedua putri dari Rajendra grup. Entah kenapa ia merasa miris. Meski untuk kasus Ailee, ia yang menolak, tapi tetap saja intinya kan memang demikian. Ia gagal mendapatkan keduanya.
“Meski putri sulung saya belum memperkenalkan kamu secara resmi dan sepertinya memang tidak akan pernah dikenalkan, tapi saya tahu hubungan kalian.”
Sekarang Malvin benar-benar ingin kabur kalau begini ceritanya.
__ADS_1
“Baiklah, Om, berhubung Om Erik sudah tahu tentang hubungan kami. Saya akan jujur, sejujurnya saya belum setuju dengan keputusan Yasmin yang menginginkan perpisahan. Lalu untuk masalah kenapa saya bisa di sini bersama putri bungsu Om, karena saya sedang berusaha mendapatkan informasi tentang Yasmin melalui Ailee. Hari ini Ailee meminta saya agar menemaninya pergi kondangan.”
“Lalu kamu setuju begitu saja?”
Sambil meringis, Malvin mengangguk dan mengiyakan.
Di luar dugaan Malvin, Erik tersenyum, di mata pria itu, senyum itu terlihat seperti senyum meremehkan, setidaknya itu yang Malvin pikirkan.
“Jadi bisa dibilang kamu memanfaatkan putri bungsu saya demi mendapatkan informasi putri sulung saya?”
Benar juga ya, astaga ya ampun Malvin bahkan baru menyadarinya.
“Apa kamu yakin tidak akan menyesal dengan keputusan berani kamu saat ini?”
Kedua pria beda usia itu secara spontan menoleh ke asal suara. Ailee. Gadis itu sudah tampak cantik dengan balutan kebaya dan rok lilitnya. Sesaat Malvin merasa seperti terpesona saat melihatnya. Entah ini hanya perasaannya atau bagaimana, tapi yang jelas memang Ailee tampak berbeda. Bagaimana menyebutnya ya, lebih cantik?
Menyadari tatapan terpesona milik Malvin, Erik berdehem cukup keras. Hal ini langsung membuyarkan lamunan pria itu.
“Papa ngomong aneh-aneh ya sama dokter Malvin?”
Spontan Malvin mendengus tidak percaya karena gadis itu yang tiba-tiba memanggilnya dengan sebutan ‘dokter’. Jujur, ia merasa aneh.
“Mana ada Papa aneh-aneh, kamu kali yang kelakuannya aneh-aneh.”
__ADS_1
Erik langsung berdiri tanpa mengatakan apapun. Pria itu hendak pergi begitu saja, namun, dicegah oleh Malvin.
“Om, kita mau sekalian pamit. Soalnya takut keburu siang.”
Tanpa mengeluarkan suara Erik hanya mengangguk untuk mengiyakan. Lalu tanpa banyak berpikir Ailee langsung mengajak pria itu meningggalkan rumahnya. “Gue lama ya? Bokap gue ngomong aneh-aneh ya, bro?”
Malvin kembali mendengus lalu mendorong dahi gadis itu dengan gerakan gemas. “Lo pinter banget sih cari mukanya. Tadi aja sok-sokan manggil dok, eh, gilliran bokap lo cabut lo panggil gue bro lagi.”
Ailee menggeleng tidak terima. “Enak aja, gue nggak begitu ya. Tadi pas ada nyokap gue, gue tetep panggil lo bro kan?”
Sekali lagi Malvin mendengus malas, ia sudah tidak terlalu peduli lagi lah dengan kalimat gadis itu. Ia tidak berkomentar banyak dan langsung mengajak segera berak gadis itu untuk segera berangkat.
Tbc
__ADS_1