Dinikahi Ceo Kejam

Dinikahi Ceo Kejam
Apa yang abang lakuin?


__ADS_3

Pagi telah tiba, Keenan terbangun setelah mendengar suara kokokan ayam di samping rumahnya.


Ia mengerjipkan matanya, merasa syok sendiri saat menyadari di sebelahnya ada Celine alias adiknya yang cantik itu.


"Hah? Celine??" ujarnya reflek bangkit dari posisinya saat ini.


Keenan terus memandangi Celine, ia heran bagaimana caranya ia bisa tertidur di kamar itu bersama adiknya sendiri.


Apalagi ia sadar jika dirinya tidak mengenakan pakaian apapun dan hanya tertutupi oleh selimut tebal.


Bahkan, Keenan juga merasa kalau Celine dalam kondisi yang sama sepertinya dirinya.


Keenan terus berpikir keras, ia bingung apa yang sudah terjadi semalam dan berusaha mengingat kembali yang sudah ia lakukan kepada Celine sampai mereka bisa tidur bersama.


"Saya sudah ngapain aja ya sama Celine semalam? Ayolah Keenan, ingat Keenan!" ucap Keenan sembari memukul-mukul kepalanya.


#Flashback


TOK TOK TOK...


Keenan yang sudah bersiap tidur, terkejut ketika suara ketukan muncul dari luar.


Keenan pun bergegas membuka pintu untuk memastikan siapa yang datang.


Ceklek...


Ia terkejut lantaran Celine tengah berdiri di depan kamarnya sembari memegang boneka miliknya.


"Cel, lu ngapain?" tanya Keenan heran.


"Eee kak, aku boleh tidur sama kakak gak malam ini? Daritadi aku gak bisa tidur tau, aku ngerasa kayak ada yang ngintip di kamar aku." jawab Celine.


"What? Tidur sama gue? Lu yang bener aja deh Cel, masa kita tidur bareng? Kita ini udah sama-sama gede, gak boleh tidur bareng kayak gitu!" ucap Keenan terheran-heran.


"Ayolah kak, sekali ini aja deh! Aku beneran gak bisa tidur kalo begini terus!" paksa Celine.


"Gak bisa sayang, gue gak mau sesuatu yang gak diinginkan terjadi nanti! Mending lu balik ke kamar sana, gak ada apa-apa kok!" ucap Keenan.


"Ah kakak mah jahat!" cibir Celine.


"Bukannya jahat Cel, gue kan cuma mencegah. Biar gimanapun, gue juga laki-laki normal. Kalo gue tidur berdua sama cewek, pasti gue kepengen juga lah. Gue gak mau rusak adik gue yang cantik ini, jadi lu tidur di kamar lu aja ya!" ucap Keenan.


"Tapi kak, di kamar aku itu gak enak. Gimana aku bisa tidur kalau begitu?" ucap Celine memelas.


"Ya dienakin aja dong sayang, gimana kek caranya. Udah ya, intinya lu gak boleh tidur disini! Gue mau tidur nih ngantuk, jangan ganggu gue lagi ya!" ujar Keenan sembari menguap.


Celine memanfaatkan kesempatan itu untuk masuk ke dalam kamar abangnya, ia menyelinap dan langsung berbaring di atas ranjang Keenan.


Keenan sontak terkejut dengan kelakuan adiknya, ia menggeleng pelan dan menghampiri Celine yang sudah terbaring disana.


"Dek, jangan kayak gini dong!" ucap Keenan pelan.


"Apalagi sih kak? Aku kan udah bilang, aku mau tidur disini sama kakak malam ini. Cuma malam ini aja kok kak, aku janji deh!" ucap Celine berbalik sembari mengangkat dua jarinya.


"Haish, mau malam ini atau malam besok juga tetap aja gak boleh sayang! Udah sana kamu balik ke kamar sebelum gue marah!" ujar Keenan.


"Gak mau!" Celine tetap kekeuh ingin tidur disana dan tak mau menuruti perkataan abangnya.


"Okay, jangan salahin gue ya kalo nanti terjadi sesuatu sama lu disini! Yaudah, lu boleh tidur disini tapi jangan macam-macam!" ucap Keenan.


"Oke kak, makasih!" ucap Celine tersenyum.


Melihat senyuman Celine, justru membuat Keenan makin terpesona dengan adiknya itu.


Celine segera membalikkan tubuhnya beralih membelakangi Keenan dan bersiap tidur.


Keenan mendengus pelan sembari menutup serta mengunci pintu kamarnya.


Lalu, Keenan pun naik ke ranjang dan berbaring di sebelah adiknya sembari menarik selimut.


Keenan terus memandangi punggung Celine, ia tahu bahwa adiknya itu tidak memakai dalaman.


"Nih anak kurang ajar emang!" batinnya.


Keenan tersenyum smirk, kemudian dengan sengaja memeluk tubuh adiknya dari samping sembari membekap mulut gadis itu.


"Mmppphhh mmppphhh.."


#Flashback end


Keenan sudah mengingat kembali kejadian malam tadi, ia pun terkekeh pelan dan kembali mendekati tubuh Celine yang tengah tertidur pulas itu.


"Cel, bangun sayang! Ini udah siang loh, lu emang gak mau sekolah?" ucapnya seraya meniup telinga Celine dan menggoyang-goyangkan pinggulnya.


"Eenngghh.. kenapa sih kak? Aku masih ngantuk." ucap Celine dengan mata tertutup.


"Udah siang cantik, yuk bangun jangan tidur terus! Lu harus sekolah tau, buruan bangun!" ucap Keenan memaksa adiknya segera bangun.


"Ah kakak rusuh banget sih!" bentak Celine.

__ADS_1


Celine pun berbalik menatap Keenan, ia menganga lebar saat melihat tubuh abangnya yang bertelanjang dada itu.


"Aaaaa..." Celine reflek berteriak keras dan menutupi kedua matanya.


"Heh! Udah gausah teriak-teriak kayak gitu! Dari semalam kan lu juga udah lihat tubuh sixpack gue ini, mending buka mata lu! Lagian kita kan sama-sama telanjang, kenapa mesti kaget sih?!" ucap Keenan tersenyum tipis.


"Hah?" Celine membuka matanya dan melihat tubuhnya dibalik selimut, ia makin syok saat mengetahui dirinya juga polos tanpa pakaian sama seperti abangnya.


"Ih kok aku gak pake baju apa-apa? Kakak abis apain aku semalam?" tanya Celine heran.


"Hahaha, gimana sih? Kan kita abis enak-enak semalam. Masa lu lupa?" jawab Keenan santai.


"Apa??" Celine terkejut bukan main.




Albert baru selesai mandi, ia pun bersiap memakai pakaiannya yang sudah disediakan oleh Nadira disana.


Tampak Nadira juga masuk ke kamar, tersenyum ke arah suaminya yang hanya mengenakan handuk di depan cermin.


"Masss.." Nadira memanggil suaminya itu dengan sedikit manja dan menggoda.


Tentu saja Albert tergoda dengan apa yang dilakukan Nadira, pria itu tersenyum saat Nadira mendekatinya perlahan lalu melingkarkan tangannya di pinggangnya itu.


"Mas, kamu wangi banget sih!" ucap Nadira yang kini sudah memeluk Albert manja sembari mengendus dada bidangnya.


"Iya dong, saya kan seorang bos. Jadi, saya harus wangi supaya karyawan di kantor gak ada yang nyinyir." jawab Albert.


"Oh gitu, tapi kamu wangi begini bukan buat wanita lain kan mas?" tanya Nadira.


"Kenapa? Kamu cemburu? Tenang aja sayang, saya ini kan udah berubah sekarang! Saya cuma mau sama kamu, karena kamu itu udah paling sempurna tau!" jawab Albert.


"Ih bisa aja kamu mas," ucap Nadira tersipu.


"Hahaha, duh gemes saya sama kamu! Kalau gak ada rapat penting di kantor, pasti udah saya terkam kamu pagi ini sayang!" ujar Albert.


"Jangan dong mas! Aku kan udah mandi, begitu juga kamu. Mending sekarang kamu pakai pakaian kamu deh, mau aku bantu?" ucap Nadira.


"Oh boleh, sekalian bantu pegangin Albert junior di bawah sana ya!" ucap Albert terkekeh.


"Ish, gak mau ah! Semalam kan udah tuh, masa pagi ini harus lagi sih?!" tolak Nadira.


"Gapapa dong sayang, demi suami tau! Menyenangkan suami itu pahalanya besar tau, kamu harus lakuin itu!" ucap Albert.


"Iya iya.." ucap Nadira pasrah.


Albert tersenyum puas, mendorong perlahan puncak kepala Nadira hingga wanita itu berjongkok di hadapannya.


Ya tentu saja kalian sudah tahu kejadian selanjutnya yang terjadi antara sepasang suami-istri itu disana.


Setelah merasa puas, Albert melepas tangannya dari tengkuk Nadira agar wanita itu bisa kembali berdiri seperti semula.


"Uhuk uhuk uhuk.." Nadira terbatuk-batuk dan merasa sedikit mual setelah aktivitas yang baru saja ia lakukan tadi.


"Hahaha, kasihan istriku ini!" ujar Albert.


"Ish, kalo kasihan kenapa minta digituin?!" ucap Nadira cemberut.


"Hehe, kan biar aku puas sayang." ujar Albert.


"Yaudah, cukup kan mas? Kamu sekarang udah puas?" tanya Nadira.


"Iya cantik, udah kok." jawab Albert.


"Oke, kalo gitu pake nih baju sama celana kamu! Kita langsung keluar terus sarapan, kamu nanti telat loh!" ucap Nadira.


Albert mengangguk pelan, ia membiarkan Nadira memakaikan pakaian di tubuhnya sambil sesekali memegang bagian dada Nadira yang terekspos biarpun tertutup baju itu.


"Mas, jangan nakal deh! Kamu gak boleh begitu!" ucap Nadira menegur Albert.


"Iya sayang iya.." ucap Albert terkekeh kecil.


Akhirnya Albert telah selesai berpakaian, mereka pun siap-siap untuk keluar dari kamar dan melanjutkan aktivitas seperti biasa.


"Oh ya, tadi pas di luar ada Vanesa gak?" tanya Albert pada istrinya.


"Eee ada sih mas, dia bantuin aku masak tadi. Emangnya kenapa? Kamu gak sabar pengen ketemu Vanesa?" jawab Nadira ketus.


"Gak gitu sayang, saya cuma nanya aja." elak Albert.


"Halah alasan!" cibir Nadira.


Albert tersenyum renyah, mencubit pipi Nadira gemas lalu merangkulnya dan mulai melangkah keluar dari kamar.



__ADS_1


Keenan menghampiri adiknya di meja makan, ia lihat Celine masih cemberut saat menikmati sarapan paginya disana. Ada sedikit rasa cemas ketika ia hendak menghampiri Celine.


"Cel, gue antar lu ke sekolah ya?" ucap Keenan.


Celine menoleh ke arah Keenan, menatapnya sinis dan langsung bangkit dari duduknya.


"Abang jahat ih, abang ngeselin! Gue benci sama lu, bang!" Celine terus-terusan mengumpat pada kakaknya itu sembari memukuli tubuhnya.


Keenan hanya bisa pasrah menerima semua celaan Celine padanya, ya karena ia sadar bahwa apa yang ia lakukan semalam kepada Celine adalah perbuatan yang salah.


"Kenapa abang ngelakuin itu sama aku sih? Abang katanya sayang sama aku, tapi kok malah begitu?!" bentak Celine.


"Cel, sabar dong jangan marah-marah mulu! Niat gue kan baik tau, gue cuma pengen anterin lu berangkat sekolah. Emangnya salah ya?" ucap Keenan pura-pura polos.


"Ih lu gausah ngeles gitu deh, bang! Yang gue maksud itu kejadian semalam!" bentak Celine.


"Semalam apa? Gue gak ngapa-ngapain lu kok semalam, jangan ngaco deh!" ujar Keenan.


"Ish, gak apa-apain gimana? Gue bangun tadi dalam kondisi naked, pasti ulah lu kan bang?!" ucap Celine tegas.


"Eee ya iya sih.." jawab Keenan gugup.


"Tuh kan, emang lu itu sialan banget bang! Gue benci sama lu!" ujar Celine terus memukuli lengan kekar abangnya.


"Aduh aduh! Cukup dong Cel, lama-lama sakit juga tau! Lagian kan itu bukan salah gue, lu sendiri yang maksa mau tidur di kamar gue!" ucap Keenan.


"Ya gue kan udah bilang bang, gue takut tidur sendiri. Harusnya lu jagain gue dong, bukan malah bertindak kayak gitu! Dasar mesum!" ucap Celine.


"Iya iya, gue minta maaf ya sama lu Cel! Udah dong jangan marah terus!" ucap Keenan.


"Gak marah gimana? Lu udah lecehin gue, bang. Jelas lah gue emosi! Gue itu udah jaga kehormatan gue susah payah, eh malah ancur gitu aja di tangan abang gue sendiri." kata Celine.


"Hah? Lu bicara apa sih?" tanya Keenan heran.


"Au ah, males gue ngomong sama lu lagi! Gue mau berangkat sekolah sendiri aja, gue juga gak mau tinggal disini lagi sama lu!" ujar Celine emosi.


"Loh loh, jangan gitu dong cantik!" ucap Keenan.


"Bodoamat!" umpat Celine.


Celine mengambil tasnya, kemudian melangkah pergi dari sana meninggalkan abangnya.


"Celine, tunggu!" teriak Keenan.


Keenan yang panik, langsung berlari mengejar Celine karena ia tidak mau adiknya itu marah dan pergi meninggalkannya disana.




Begitu keluar dari kamar, Albert dikejutkan dengan adanya Vanesa yang sudah berdiri di depan kamarnya itu sambil tersenyum ke arahnya.


Sontak Albert merasa heran sekaligus tidak enak kepada Nadira yang ada di sampingnya, ia khawatir akan terjadi keributan lagi disana.


Nadira sendiri kembali mengerucutkan bibirnya saat melihat Vanesa disana, ia tak mengerti apa mau dari Vanesa.


"Selamat pagi Albert! Kamu pasti lapar kan? Aku udah masakin makanan enak loh buat kamu, kita makan sama-sama yuk di meja makan! Aku yakin kamu pasti suka deh!" ucap Vanesa.


"Eee..."


"Mas Albert maunya makan masakan aku, dia gak suka masakan wanita lain!" potong Nadira.


"Iya kan, mas?" sambungnya bertanya pada Albert seraya menyelipkan tangannya di lengan pria itu.


"Ah benar itu, saya emang paling suka masakan istri saya ini. Tapi, kamu tenang aja Vanesa! Saya juga tetap bakal cicipi masakan kamu kok, jadi kita semua bisa sama-sama happy sekarang." jawab Albert sambil tersenyum.


Ya Albert memang berusaha berlaku adil pada kedua wanita itu, ia tidak ingin salah satu dari mereka merasa sakit hati.


Namun, tentunya hal itu menyakiti hati Nadira. Terbukti Nadira langsung melepas tangannya dari Albert dan membuang muka.


"Sayang, kamu kenapa?" ucap Albert bertanya pada istrinya.


"Gak tahu ah!" ucap Nadira ketus.


Vanesa memanfaatkan kesempatan itu untuk mendekati Albert, ia maju dan melingkarkan tangannya di sela-sela lengan Albert.


"Albert, kita ke meja makan sekarang yuk!" ucap Vanesa dengan nada manja.


"Hah? Kamu apa-apaan sih Vanesa? Lepasin tangan saya!" ucap Albert berontak.


Melihat kelakuan Vanesa, semakin membuat Nadira geram dan terus melotot ke arah wanita itu dengan dua tangan terkepal.


"Heh! Lepasin tangan suami aku!" bentak Nadira.


"Kenapa sih Nadira? Kamu sendiri tadi yang lepasin tangan Albert kan, jadi gak masalah dong kalau sekarang aku yang gandeng dia?" ucap Vanesa.


"Jangan kurang ajar ya kamu! Disini itu kamu bukan siapa-siapa, kamu gak pantas pegang tangan mas Albert kayak gitu!" ucap Nadira langsung menarik lengan Albert menjauh dari Vanesa.


Albert semakin dibuat pusing dengan kejadian pagi ini, tapi entah kenapa ia justru senang karena dengan adanya Vanesa disana maka ia dapat mengetahui betapa cintanya Nadira kepadanya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2