
Suhendra pulang ke rumah diantar oleh Keenan dengan mobilnya, ia sebenarnya masih belum tega melepas Nadira kepada Albert mengingat Albert adalah pria yang arogan dan tidak suka dibantah juga kasar pada siapapun tanpa pandang bulu.
Namun, Suhendra tak memiliki pilihan lain karena Albert sudah terlanjur tertarik pada putrinya itu. Ia tidak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkan Nadira dari tangan Albert, apalagi ia mempunyai hutang yang cukup banyak pada Albert.
"Sudah sampai pak, silahkan turun!" ucap Keenan.
"Iya pak Keenan," ucap Suhendra pelan.
Hari sudah cukup malam, Suhendra membuka pintu lalu perlahan turun dari mobil itu dengan perasaan lesu dan sedih.
Disaat ia hendak melangkah menuju rumah, tiba-tiba Keenan menahannya dengan berteriak dari belakang memanggil dirinya.
"Tunggu pak!" teriak Keenan yang turun dari mobil dan menghampiri Suhendra dengan cepat.
Suhendra menoleh dan bertanya.
"Ada apa pak Keenan? Apa ada yang ketinggalan?" tanya Suhendra bingung.
"Ya, tunggu sebentar pak!" ucap Keenan.
Pria itu kembali ke mobilnya, ia membuka bagasi mobil dan mengambil sebuah koper sedang dari dalam sana. Ia menenteng koper tersebut, membawanya menuju Suhendra.
"Apa itu?" tanya Suhendra penasaran.
"Eee ini oleh-oleh dari tuan Albert untuk pak Suhendra dan istri, silahkan diambil pak!" jawab Keenan sembari menyerahkan koper itu.
Suhendra pun menampani koper itu, awalnya ia biasa-biasa saja saat melihat koper tersebut dan ia tak merasa curiga atau apapun. Namun ketika ia membukanya, ia langsung terperangah lebar.
"Uang? Ini maksudnya apa pak Keenan? Kenapa saya diberikan uang sebanyak ini?" ujar Suhendra syok.
"Iya pak, itu hadiah dari tuan Albert karena bapak sudah mau memberi restu pada pernikahan tuan Albert dan nona Nadira! Sekaligus juga, tuan Albert ingin bapak atau istri bapak untuk menjauh dari nona Nadira dan jangan pernah mendekati dia lagi!" jelas Keenan sambil tersenyum.
"Apa ini? Jadi maksudnya tuan Albert ingin menukar Nadira anak saya dengan uang ini, iya? Ini gak benar, saya gak mau terima berapapun uangnya! Silahkan ambil kembali pak, dan bilang sama tuan Albert kalau putri saya tidak bisa dibeli dengan uang seperti ini! Saya ini bapak kandungnya, jadi saya berhak menemui putri saya kapanpun itu!" ucap Suhendra.
__ADS_1
"Iya pak, saya paham! Tapi, disini tuan Albert telah resmi menikahi nona Nadira dan dengan begitu tuan Albert juga berhak melarang siapapun untuk menemui istrinya, termasuk bapak atau istri bapak!" ucap Keenan santai.
"Enggak! Saya gak akan rela dipisahkan dari putri saya, seandainya kamu sudah memiliki anak pasti kamu bisa mengerti perasaan saya pak Keenan! Tidak mungkin saya bisa jauh dari Nadira, ini saya kembalikan uang milik tuan Albert karena saya tidak mau menerimanya!" ujar Suhendra emosi.
"Maaf pak! Apapun itu, saya tidak perduli pak! Ini perintah langsung dari tuan Albert, jadi bapak sebaiknya menurut saja jika tidak ingin terjadi sesuatu pada putri bapak!" ucap Keenan.
Suhendra terdiam begitu mendengar ucapan Keenan, ia pun memikirkan nasib putrinya di tangan Albert.
"Yasudah pak, kalau begitu saya pamit dulu! Silahkan diambil uangnya pak untuk biaya hidup bapak, dan ingat pesan-pesan saya tadi!" ucap Keenan.
Suhendra masih saja terbujur kaku disana, bahkan saat Keenan pergi dengan mobilnya Suhendra juga masih belum bergerak dari tempatnya.
"Maafkan bapak Nadira!"
Tak lama kemudian, Sulastri keluar setelah mendengar suara keributan dari depan rumahnya. Ia melihat suaminya tengah berdiri lesu disana dengan sebuah koper di depannya.
Sulastri langsung bergerak menghampiri Suhendra, ia syok berat begitu melihat isi koper yang masih terbuka itu, banyak sekali uang berwarna merah tergeletak di dalam koper itu tak terhitung berapa jumlahnya.
"Pak, ini uang siapa pak? Darimana bapak dapat uang sebanyak ini?" tanya Sulastri bingung.
"Ini dari tuan Albert, Bu!" jawab Suhendra dengan bibir bergetar.
"Apa??"
•
•
Keenan masih dalam perjalanan menuju rumahnya setelah mengantar Suhendra sesuai perintah dari Albert, ya kali ini ia akan pulang ke rumah karena ia merasa lelah dan rindu dengan keluarganya.
Pria itu masih terus kepikiran dengan nasib Nadira, gadis cantik yang diculik oleh tuannya sendiri dan dipaksa menikah begitu saja. Keenan tak habis pikir dengan sikap Albert, bagaimana mungkin Albert bisa bersikap seperti itu pada Nadira?
"Tuan Albert itu kejam banget! Saya aja sampe gak tega lihat wajah pak Hendra dan nona Nadira di pernikahan tadi, kasihan sekali mereka harus berurusan dengan tuan Albert!" gumamnya.
__ADS_1
Tiba-tiba saja ponselnya berdering, membuat Keenan harus melipir sejenak dan mengangkat telpon itu.
📞"Halo sayang! Kenapa nih kamu telpon aku? Malam-malam begini lagi, emangnya kamu gak tidur apa?" tanya Keenan.
📞"Kamu gimana sih sayang? Aku kan sekarang masih di luar negeri, jamnya beda dong sama disana sayang! Disini itu masih sore, ini aja aku baru kelar kelas siang tadi! Makanya aku capek banget, terus pengen istirahat sambil dengar suara kamu sayang!" jelas Chelsea sang kekasih.
📞"Oh iya ya aku lupa sayang, maaf ya soalnya aku lagi pusing banget sekarang ini!" ucap Keenan.
📞"Hah? Pusing kenapa sayangku?" tanya Chelsea.
📞"Iya sayang, biasalah gara-gara ngurusin kelakuan abang kamu yang semakin menjadi-jadi itu! Asal kamu tau aja sayang, barusan abang kamu nikahin tuh si gadis yang aku ceritain semalam!" jelas Keenan.
📞"Hah? Apa? Maksud kamu kak Albert udah nikah gitu? Kok dia gak ngabarin aku sih kalo mau nikah? Ya ampun bener-bener laknat tuh orang, bisa-bisanya adek sendiri dilupain!" ujar Chelsea kesal.
📞"Sabar sayang! Abang kamu itu kan lagi sibuk sama pernikahannya, mungkin dia belum bisa kasih kabar ke kamu. Udah lah gausah emosi gitu, nanti kalo kamu emosi aku juga yang kena imbasnya dimarahin sama tuan Albert!" ucap Keenan.
📞"Hahaha iya iya maaf! Oh ya, kamu udah makan apa belum nih sayang?" tanya Chelsea.
📞"Belum, ini aku masih di jalan mau pulang. Rencananya mau makan di rumah aja bareng papa mama, soalnya udah lama gak ketemu mereka aku kangen banget!" ucap Keenan.
📞"Oh gitu, yaudah aku matiin dulu ya? Takut ganggu kamu yang lagi nyetir, nanti malah bahaya lagi!" ucap Chelsea.
📞"Iya sayang, maaf ya!" ucap Keenan.
📞"Gapapa, hati-hati di jalan sayang! Sampai nanti lagi, i love you mmuuaachh!" ucap Chelsea.
📞"Love you too, sayang!" ucap Keenan tersenyum.
Tuuutttt....
Telpon langsung dimatikan oleh Chelsea, dan Keenan pun menaruh kembali ponselnya di dashboard, lalu melajukan mobilnya seperti tadi untuk melanjutkan perjalanan menuju rumah.
Setelah mendengar suara sang kekasih, kini perasaan Keenan menjadi lebih tenang dan tidak terus kepikiran dengan kelakuan Albert tuannya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...