Dinikahi Ceo Kejam

Dinikahi Ceo Kejam
Celine ngambek


__ADS_3

Keenan pulang ke rumah dengan tergesa-gesa, ia sungguh cemas mengingat adiknya sedang marah padanya akibat ia terlambat pulang.


Keenan pun bergegas masuk ke dalam rumahnya, mencari Celine dengan mengelilingi bagian dalam rumah itu.


Tanpa diduga, Celine ternyata keluar dari kamarnya menemui Keenan yang masih mencari-cari dirinya di sekitar sana.


"Bang!" ucap Celine memanggil abangnya itu.


"Loh, Celine? Huh syukurlah kamu ada di rumah, abang pikir kamu pergi gara-gara ngambek sama abang. Padahal abang udah panik banget tadi, tapi bagus deh kalau kamu gak pergi!" ucap Keenan.


"Ohh jadi abang maunya aku pergi nih dari sini?" tanya Celine.


Keenan terperangah dan langsung mendekat ke arah Celine sembari memegang dua bahu gadis itu dengan kuat.


"Hah? Ya enggak dong sayang, abang justru khawatir banget kalau kamu pergi. Udah ya, jangan ngambek terus kayak gitu! Abang minta maaf deh sama kamu karena abang telat pulangnya, tapi kita tetap bisa jalan-jalan kok." ucap Keenan.


"Mau jalan-jalan kemana emang?" tanya Celine.


"Ya kemana aja sesuka kamu," jawab Keenan.


"Ini udah sore, aku gak mau ah jalan sore-sore! Nanti yang ada kita pulangnya kemalaman, terus aku capek deh." kata Celine.


"Yah terus gimana dong? Kita gak jadi nih jalan-jalannya?" tanya Keenan cemberut.


"Salah abang sendiri, suruh siapa pulangnya lama banget! Aku udah dandan loh tadi, tapi abang malah gak pulang-pulang!" ucap Celine.


"I-i-iya, abang minta maaf ya sayang!" ucap Keenan.


"Aku udah maafin kok, sekarang lepas!" ucap Celine menyingkirkan tangan Keenan dari bahunya.


"Huft, kalau udah dimaafin kenapa kamu masih jutek gitu sama abang?" tanya Keenan.


"Gak tahu deh, mungkin aku masih kesal dikit." jawab Celine membuang muka.


Keenan pun kebingungan menghadapi sikap adiknya itu, ia hanya bisa garuk-garuk kening dan menanti keajaiban.


"Hadeh, gak Chelsea gak Celine sama-sama ngeselin kalo lagi ngambek!" batin Keenan.


Lalu, Keenan pun melangkah mengitari tubuh Celine dan berhenti tepat di belakang gadis itu. Ia mendekap tubuh Celine dari belakang, sembari menghirup aroma leher Celine.


"Kamu wangi banget, abang suka deh!" ucap Keenan.


"Bang, lu gak boleh peluk-peluk gue kan gue lagi marah sama lu!" ucap Celine.


"Apa? Ohh, jadi kalau kamu marah terus abang gak boleh peluk kamu gitu?" ujar Keenan.


"Ya iyalah, apalagi sampe cium-cium leher aku begitu." ucap Celine.


"Emang kenapa sih? Bukannya kamu suka ya diginiin sama abang?" goda Keenan.


"Enggak sih, ngarang aja!" elak Celine.


"Hahaha, kalau enggak biasa aja dong reaksinya gausah merem melek kayak gitu. Itu kan tandanya kamu suka diginiin sama abang," ucap Keenan sengaja meniup ceruk leher adiknya.


"Ih abang! Geli tau, jangan begitu ah!" ujar Celine berontak.


Namun, Keenan berhasil menahan tubuh Celine sehingga gadis itu tidak bisa berontak.


"Gapapa sayang, abang tau kamu suka. Oh ya, kamu mau gak temenin abang mandi?" ucap Keenan seraya menjilat telinga adiknya.


"Gak!" jawab Celine dengan cepat.


"Kenapa?" tanya Keenan memelas.


"Abang udah gak waras ya? Masa iya minta ditemenin mandi sama aku?" ujar Celine.


"Loh, apa salahnya?" tanya Keenan pura-pura polos.


"Ish, ya jelas salah lah! Abang itu kan cowok, nah aku cewek. Jadi, kita gak boleh mandi berdua kayak gitu!" jawab Celine.


"Emang kenapa?" tanya Keenan memancing.


"Nanti kalau ada setan lewat, kita bisa khilaf tau. Aku gak mau ah!" ucap Celine.


"Ya bagus dong kalo gitu," ujar Keenan.


"Hah? Bagus darimana?" ucap Celine terkejut.


"Iya bagus, jadi abang bisa miliki kamu seutuhnya. Kamu kan tahu, abang gak mau kehilangan kamu." ucap Keenan masih terus menciumi leher dan turun ke lengan gadis itu.


"Mmhhh, abang stop ah! Ingat, abang itu udah punya kak Chelsea!" tegas Celine.


Keenan reflek mengendurkan dekapannya dan Celine pun dapat melepaskan diri.


"Udah ya bang, aku mau ke kamar." ucap Celine.


Gadis itu pergi begitu saja meninggalkan abangnya yang masih terbengong disana, tampaknya Keenan terbayang sosok Chelsea di pikirannya.




Chelsea dan Nadira tiba di rumah, mereka langsung turun dari mobil dan membawa barang-barang belanjaan mereka.


"Pak Liam, itu sisanya yang di bagasi tolong dibawa sekalian ya ke dalam!" pinta Chelsea.

__ADS_1


"Siap non!" ucap Liam menurut.


Setelahnya, dua wanita cantik itu pun melangkah masuk ke dalam bersamaan.


"Mbak, bisa gak bawanya?" tanya Chelsea khawatir.


"Bisa kok Chelsea, segini doang mah gampang. Lagian ini juga gak terlalu banyak kok, masih enteng lah buat aku." jawab Nadira.


"Oh yaudah deh, kalo gak kuat nanti bilang aku aja ya mbak! Aku khawatir aja nanti mbak kenapa-napa karena bawa barang-barang itu," ucap Chelsea.


"Gapapa Chelsea, kamu gausah lebay deh! Jangan kayak mas Albert! Tiap kali aku mau ngelakuin ini itu, pasti selalu dilarang sama mas Albert." ucap Nadira cemberut.


"Hahaha, yang sabar ya mbak! Kak Albert lakuin itu kan demi kebaikan kamu dan anak kalian," ucap Chelsea.


"Iya sih, aku ngerti kok. Ya tapi mas Albert terlalu lebay tau menurut aku, dia sampai gak bolehin aku buat ngapa-ngapain dan disuruh diam-diam aja gitu di rumah." kata Nadira.


"Ini juga aku diizinin pergi, karena kamu yang bantu bujuk mas Albert. Coba kalau enggak, pasti aku gak bisa pergi ke mall kayak gini bareng sama kamu." sambungnya.


"Benar juga sih, emang kak Albert itu lebay. Mungkin dia gak mau kali terjadi sesuatu sama kamu mbak, maklumlah ini kan pertama kalinya dia mau punya anak." ucap Chelsea.


"Ahaha, benar kamu Chelsea! Yaudah, kita lanjut yuk!" ucap Nadira.


Chelsea mengangguk pelan, kemudian lanjut melangkah bersama kakak iparnya itu masuk ke dalam rumah.


Setibanya di dalam, mereka langsung sama-sama duduk di sofa dan meletakkan barang belanjaan mereka di atas meja.


"Huh akhirnya sampe rumah juga!" ucap Chelsea.


Nadira hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Chelsea yang seperti itu.


"Eh mbak, kamu haus gak?" tanya Chelsea.


"Ya haus sih," jawab Nadira seraya mengusap tenggorokannya.


"Nah, sama. Kalo gitu aku mau ke belakang deh minta pelayan buat bikin minuman," ucap Chelsea.


"Boleh," ucap Nadira singkat.


Chelsea bangkit dari duduknya dan hendak pergi ke dapur menemui pelayan, namun Liam muncul disana membawa barang-barang milik mereka.


"Misi non! Ini belanjaannya," ucap Liam.


"Iya pak, taruh aja disitu ya!" ucap Nadira menunjuk ke arah meja.


"Siap Bu!" ucap Liam patuh.


"Kebetulan pak Liam kesini, tolong bilangin ke pelayan ya minta suruh bikinin minuman buat aku dan Mbak Dira!" ucap Chelsea pada Liam.


"Baik non! Tapi, minuman apa ya non?" tanya Liam.


"Eee kalo aku es sirup aja, nah kalo mbak Dira gak tahu deh tuh." jawab Chelsea sambil duduk kembali.


"Oke non, Bu! Saya permisi dulu!" ucap Liam.


"Iya pak," ucap Nadira singkat.


Liam pun pergi ke dapur menemui para pelayan untuk menyampaikan perintah dari Chelsea.




Malam harinya, Keenan sudah berdiri di depan kamar Celine dengan membawa bantal miliknya.


Pria itu berniat tidur bersama adiknya disana sekaligus ingin membujuk sang adik.


Akan tetapi, entah mengapa Keenan tiba-tiba merasa ragu saat hendak mengetuk pintu itu.


"Duh, kok saya jadi ragu gini sih?" ujarnya.


Akhirnya Keenan menghilangkan rasa ragu itu, ia mengangkat tangannya dan mulai mengetuk pintu kamar Celine dengan keras.


TOK TOK TOK...


"Semoga aja Celine mau bukain pintunya!" ucap Keenan pelan.


Ceklek...


Betul saja, Celine langsung membuka pintu dan keluar menemui Keenan disana.


Celine menatap sinis ke arah Keenan, tampaknya gadis itu masih agak kecewa pada abangnya.


"Mau apa lagi lu kesini?" tanya Celine ketus.


"Hey! Kamu kok galak banget sih sama abang? Dan kenapa kamu masih bicara pake lu-gue ke abang? Kan abang udah bilang, kamu—"


"Udah lah bang, gausah basa-basi terus! Gue males dengerin ocehan lu yang gak jelas itu! Mending sekarang lu kasih tahu gue, mau apa lu ke kamar gue?!" potong Celine.


Keenan terdiam, ia sungguh tak menyangka Celine berani berbicara keras kepadanya.


Celine melirik ke bawah, mendapati bantal yang dibawa oleh Keenan di tangannya.


"Bantal? Ngapain lu bawa-bawa bantal segala? Lu mau pake bantal itu buat bekap muka gue sampe gue pingsan gitu?" tanya Celine curiga.


"Hahaha, ya enggak lah. Gue bawa bantal buat tidur di kamar lu ini, jadi malam ini gue tidur sama lu disini." jawab Keenan.

__ADS_1


"Lah kok gitu? Gak gak, gue gak mau tidur bareng lu!" ucap Celine menolak.


"Ya terserah, intinya gue bakal tidur disini sama lu. Awas, gue mau masuk!" ucap Keenan langsung menerobos masuk ke dalam kamar adiknya itu.


"Ih abang!" teriak Celine yang terkejut karena Keenan tiba-tiba bergerak memaksa masuk melewati dirinya.


Keenan tak perduli dengan teriakan Celine, ia justru melempar bantalnya ke atas ranjang dan melirik Celine sambil tersenyum tipis.


Celine pun menghampiri Keenan, wajahnya semakin tampak kesal dan cemberut karena abangnya itu memaksa untuk tidur disana.


"Ish bang, lu apa-apaan sih?!" protes Celine.


"Kenapa? Gue kan cuma pengen tidur disini sama lu, emang salah?" tanya Keenan sok polos.


"Ya salah lah, gue kan gak kasih izin lu buat tidur disini! Kenapa lu malah maksa dan masuk gitu aja?" ucap Celine emosi.


"Sabar sayang, jangan marah-marah! Gue pengen tunjukin ke lu malam ini, kalau tidur berdua sama abang sendiri itu rasanya enak banget loh." ucap Keenan tersenyum smirk.


"Dih, enak apanya? Gue kan udah pernah rasain, alhasil gue malah ditelanjangin sama lu. Udah deh, lu keluar sana dari kamar gue!" ujar Celine.


"Kalo gue gak mau, gimana?" ucap Keenan.


"Gue bakal teriak, supaya orang-orang bisa dengar dan hajar lu." ancam Celine.


"Silahkan aja, gue gak takut!" tantang Keenan.


"Ish, kok lu gak takut sih? Harusnya lu takut dong, terus keluar dari kamar gue!" ucap Celine.


"Lah lah, suka-suka gue dong!" ujar Keenan.


Keenan terkekeh kecil, lalu melompat ke atas ranjang Celine dan merebahkan tubuhnya disana dengan satu kaki di atas kaki lainnya.


"Nyaman banget ya tiduran di kasur lu!" ucap Keenan.


Celine memalingkan wajahnya kesal, bahkan tangannya juga sudah terkepal.




Keesokan paginya, Albert dan Chelsea pergi jogging bersama untuk menikmati pagi hari yang indah nan cerah ini.


Sebenarnya Albert juga hendak mengajak Nadira, namun ia berubah pikiran karena khawatir akan membuat istrinya itu kecapekan.


"Hah hah hah! Kak, kita istirahat dulu yuk!" ucap Chelsea yang sudah ngos-ngosan.


"Yah elah, baru juga keluar dari gerbang rumah kita. Masa kamu udah mau istirahat aja?" ujar Albert.


"Oh iya, hehe maklumlah kak aku kan jarang olahraga. Jadi, walau baru jalan sebentar udah capek gini deh." ucap Chelsea sambil nyengir.


"Yeh lucu kamu! Kemarin pas ke mall kok gak kecapekan? Malah kelihatannya bahagia banget abis belanja-belanja begitu, sampe saldo kartu kakak ludes." ujar Albert.


"Ahaha, itu yang banyak beli bukan aku kak, tapi mbak Dira." elak Chelsea.


"Ah kalian sama aja! Untung kakak orang kaya, bisnisnya dimana-mana ada. Jadi masih bisa isi saldo lagi deh yang banyak," ucap Albert menyombongkan diri.


"Hilih sombong! Kalo gitu gausah protes dong uangnya dihabisin sama aku dan Mbak Dira," ucap Chelsea.


"Gak protes, cuma marah." kata Albert.


"Ya tetep aja gak boleh!" ujar Chelsea.


Albert menggeleng pelan, kemudian mempercepat langkahnya sembari melakukan stretching meninggalkan adiknya di belakang sana.


"Ih kak, tunggu dong!" teriak Chelsea.


Chelsea pun terpaksa berlari kecil untuk mengejar kakaknya yang sudah berada lebih jauh di depannya.


Akhirnya Chelsea berhasil menyusul Albert, ia meminta pada Albert untuk memelankan langkahnya.


"Kak, pelan-pelan aja dong! Kakak kan tadi bilangnya mau ajak aku jalan pagi, bukan lari pagi. Kenapa kakak malah kenceng banget jalannya?" ucap Chelsea.


"Itu tadi kakak jalan loh, emang langkah kaki kakak tuh segitu sayang." kata Albert.


"Yaudah, dipelanin dong langkahnya! Aku bisa ngos-ngosan kalau terus kejar kakak," ujar Chelsea.


"Iya iya..." ucap Albert menurut dan memelankan langkah kakinya.


"Eh ya, kakak mau tanya deh sama kamu." ucap Albert sembari menoleh ke arah Chelsea.


"Tanya apa?" ucap Chelsea penasaran.


"Soal hubungan kamu sama Keenan, kalian itu sebenarnya masih pacaran apa enggak sih?" tanya Albert kebingungan.


"Secara status sih masih, tapi kayaknya juga udah mulai renggang." jawab Chelsea.


"Hah kok gitu? Emangnya kenapa hubungan kalian bisa renggang?" tanya Albert terheran-heran.


"Gak tahu, aku rasa Keenan itu sekarang udah gak cinta sama aku. Mungkin dia udah temuin wanita lain yang lebih daripada aku," jawab Chelsea.


"Ohh, yaudah kamu yang sabar aja ya! Kamu itu cantik kok, walau Keenan putusin kamu pasti bakal ada banyak pria di luar sana yang langsung deketin kamu. Tinggal kamu pilih aja deh mau yang mana, gampang kan?" ujar Albert.


"Aku juga gak permasalahin itu, cuma yang aku bingung siapa sih wanita yang bisa bikin Keenan lupain aku gitu aja? Secantik apa dia sampai-sampai Keenan jadi cuek sama aku?" ucap Chelsea.


Albert hanya diam membisu, ia pun tak tahu menahu mengenai wanita yang dicintai Keenan.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2