
Halo halo...!!!
Mau ada chapter tambahan lagi ya, soalnya pas kemarin bikin bonus chapter ternyata yang like lumayan banyak, mungkin masih pada pengen lihat kemesraan Albert & Nadira kali ya.
Tapi sebelum itu, ini apa gak ada yang mau mampir ke novel baru author? Judulnya 'Tawanan Ceo Liar' kisahnya mirip-mirip seperti Albert & Nadira, tapi kali ini bercerita tentang Galen si anak Albert yang sekarang sudah dewasa.
Itu ya covernya, bagus gak? Enggak ya, iyalah author kan gak pandai buat cover bagus. Mungkin karena itu novel author pada sepi😔
Nah kalo itu ss-an novelnya ya guys, semoga ada yang nyantol lah satu atau dua kesana.
#Cuplikan cerita
"Mmhhh.."
Galen tak henti-hentinya mencumbu tiap inci punggung terbuka Tiara yang saat ini tengah berbaring di bawahnya.
Sentuhan lidah serta jari jemari Galen di tubuhnya, membuat Tiara tak mampu berbuat apapun. Ia hanya bisa pasrah menerima semuanya.
"Desa-han yang manis, aku suka!" puji Galen yang kini telah berada di cuping telinga Tiara.
Dengan cepat Galen membalikkan tubuh Tiara hingga menghadap ke arahnya, tanpa basa-basi lagi ia pun melakukan penyatuan dalam sekali hentak hingga membuat Tiara memekik keras.
"Aaaakkkhh!!"
•
•
Tiara Maharani, mahasiswi cantik yang menjalani magang di sebuah perusahaan besar yang tengah naik daun. Ia baru berusia 20 tahun, dihadiahi paras cantik membuatnya kerap kali menjadi incaran para lelaki di sekitarnya.
Sudah hampir tiga bulan Tiara magang di perusahaan milik Galen, seorang ceo muda yang tampan dan memikat cukup banyak wanita itu.
Sejak pertemuan pertamanya dengan Galen, wanita itu langsung dibuat takjub sebab Galen memiliki sifat yang blak-blakan dan tidak tahu malu dimana pun mereka berada.
Galen menyatakan perasaannya pada Tiara saat gadis itu muncul di hadapannya, dan hingga kini mereka masih menjalin hubungan ranjang yang sangat panas dan mesra.
Hampir setiap malam Galen membawa Tiara ke kediamannya, tentu saja mereka melakukan hal panas sesuai permintaan Galen.
Tiara memang tak bisa menolak, kekuatan Galen jauh di atasnya dan Tiara pun tahu bahwa dia hanyalah seorang karyawan yang harus menuruti setiap perintah atasannya.
"Tiara!" panggil Galen dengan suara kerasnya, Tiara menoleh karena itu.
__ADS_1
"Ya pak bos, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Tiara dengan formal.
"Kamu gak perlu bersikap formal begitu lah di depan saya Tiara, kamu lupa semalam kita habis berhubungan panas sampai pagi?" ucap Galen.
Tiara sontak bergidik saat Galen merengkuh pinggang nya dan mengecup ceruk lehernya.
"Pak, ini di kantor," peringat Tiara.
Namun Galen tak perduli dengan itu, ia malah semakin berani bergerak intim dan mendorong tubuh Tiara sampai ke tembok.
Sesaat kemudian bibir mereka sudah saling menyatu dan melu-mat satu sama lain, Galen menelusupkan lidahnya secara tergesa-gesa.
"Ehem ehem.." suara deheman tersebut membuyarkan momen panas itu, mereka tersentak dan langsung mengakhiri ciuman tersebut.
"Pak Galen, kalau anda sedang bergairah, sebaiknya segera pergi ke ruangan anda atau paling tidak toilet di kantor ini. Apa anda tidak malu jika karyawan anda melihat hal barusan?" ucap seorang pria tua berambut putih.
"Itu bukan urusan anda, tuan Aslan yang terhormat," singkat Galen.
"Ya memang bukan, tapi pasti anda tidak mau kan dipandang buruk oleh orang-orang disini? Apalagi jika ada klien atau investor yang melihat, mereka bisa saja menarik semuanya," ucap pria itu.
"Sudahlah, anda lebih baik pergi! Anda tidak punya urusan lagi kan disini? Cepatlah pergi dan jangan ganggu saya!" kesal Galen.
"Baiklah pak Galen yang terhormat,"
Akhirnya pria bernama Aslan itu memutuskan pergi, membuat Galen merasa lega namun tidak lagi bergairah untuk melanjutkan kegiatannya dengan Tiara.
"Saya kan udah bilang tadi pak, kita di kantor dan bahaya kalau ada yang lihat. Eh bapak malah gak mau dengerin saya," ujar Tiara.
"Diam kamu Tiara! Kamu gak ada hak untuk nasehati saya!" sentak Galen.
Seketika Tiara menunduk takut, sedangkan Galen pergi meninggalkannya dengan ekspresi kesal.
...|||...
Iya, itu dia cuplikan cerita dari novel 'Tawanan Ceo Liar' yang sekarang sudah memasuki 5 episode. Ayo ayo pada mampir ya yang mau tau cerita lengkapnya!!😆😆
Oke sekarang saatnya kembali ke Albert dan Nadira...
•
•
Pagi hari tiba, matahari yang terik menyapa sepasang suami-istri yang masih tertidur di kamar itu dengan posisi saling memeluk satu sama lain.
Mereka sepertinya kelelahan setelah apa yang mereka lakukan malam tadi, ya tentunya kalian tahu mereka habis melakukan apa.
__ADS_1
Nadira terbangun saat merasa pancaran sinar mulai mengganggu matanya, ia pun membuka mata lalu merasakan sesuatu yang berat ada di atas tubuhnya.
Rupanya itu lengan besar sang suami, Nadira pun kesulitan untuk menyingkirkan nya karena memang Albert seperti sengaja mengeratkan dekapan nya.
"Mmhhh mas bangun! Mau sampai kapan kamu tidur mas? Ini udah pagi tau!" ujar Nadira.
Namun, tak ada pergerakan dari Albert.
"Ish dasar kebo! Ayo bangun mas, katanya kamu mau bawa aku jalan-jalan keliling Swiss! Kamu udah janji loh mas, ayo cepet bangun!" rengek Nadira sembari menggoyang-goyang tubuh Albert.
"Eenngghh apa sih sayang?? Kamu jangan ganggu tidur saya dong! Saya ini masih ngantuk tau, kamu lupa kalau saya semalam begadang?" ucap Albert.
Ya pria itu mengucapkannya dengan mata tertutup, dia juga berbalik memunggungi Nadira dan kembali tertidur pulas, hingga membuat kesabaran Nadira semakin habis.
"Kamu itu bener-bener ya mas, susah banget sih dibangunin nya! Ayo bangun mas, kita jalan-jalan di Swiss mumpung udah pagi!" rengek Nadira.
"Iya iya, nanti ya?" lirih Albert.
"Gak mau nanti, maunya sekarang!" pinta Nadira.
"Nanti,"
"Sekarang! Atau aku ngambek nih gak mau kasih kamu jatah lagi,"
Albert langsung berbalik menghadap Nadira, ancaman wanita itu rupanya berhasil karena Albert tampak cemas jika tidak diberi jatah.
"Hey, jangan gitu dong Nadira! Masa iya kamu gak mau kasih jatah suami sendiri?" ujar Albert.
"Ya makanya ayo kamu bangun! Kita mandi, sarapan, abis itu langsung jalan!" ucap Nadira.
"Iya iya iya, saya turutin deh semua kemauan kamu! Demi kepuasan kamu dan juga calon anak kita," ucap Albert mengalah.
"Nah gitu dong mas, baru deh aku makin sayang sama kamu!" ucap Nadira.
"Yaudah, kita ke kamar mandi aja sekarang! Kalau lama-lama disini, saya bisa minta lanjutin yang semalam loh," ucap Albert.
"Huh dasar mesum! Awas aja ya nanti kalo di kamar mandi masih minta jatah!" ujar Nadira.
"Hahaha, tergantung sayang. Kalau misal si junior masih mau lagi, ya terpaksa kita harus ngelakuin itu dulu sampai si junior gak tegang," kekeh Albert.
Nadira sontak mencubit hidung serta pinggang Albert bertubi-tubi mendengar ucapan mesum yang dilontarkan pria itu tadi.
"Aduh aduh sakit sayang!!" Albert terus merintih, tapi tak membuat Nadira berhenti mencubitnya.
...•••...
__ADS_1
Masih mau lihat keseruan mereka di Swiss apa enggak??🤔🤔🤔