Dinikahi Ceo Kejam

Dinikahi Ceo Kejam
Kita putus


__ADS_3

Celine amat terkejut saat ia keluar dari kamar dan Keenan langsung saja mendorong tubuhnya masuk kembali ke dalam kamarnya.


Pria itu tampak mencengkram erat dua tangan Celine, menghimpit tubuh gadis itu di dinding seraya mengunci pintu kamar tersebut.


"Akh bang! Kamu kenapa sih? Aku baru mau keluar, kenapa kamu bawa aku kesini lagi?" tanya Celine.


"Sssttt diem cantik! Aku pengen bicara tegas sama kamu, ini mengenai hubungan kita berdua yang harus segera memiliki kejelasan! Aku gak mau dianggap menggantung kamu, dan aku juga gak mau kamu lepas dari genggaman aku." kata Keenan.


"Maksudnya apa sih bang? Kamu kalau bicara yang jelas dong, langsung aja ke intinya gitu gausah pake basa-basi biar aku gak bingung!" ucap Celine terheran-heran.


"Itu udah jelas loh sayang, aku pengen kita segera nikah supaya hubungan kita ini jelas di mata hukum maupun agama. Jadi, kamu juga gak bisa main-main lagi sama cowok lain selain aku!" ucap Keenan tersenyum smirk.


"Kamu gausah ngada-ngada deh! Mana bisa saudara kandung nikah? Kalau kamu mau nikah, yaudah nikahin aja kak Chelsea sana!" ujar Celine.


"Loh, aku kan maunya sama kamu. Masa nikahnya malah sama Chelsea?" ujar Keenan.


"Kak Chelsea itu pacar kamu, kasihan dia kalau tau pacarnya maksa-maksa buat nikahin adiknya! Apa kamu gak mikirin perasaan kak Chelsea gimana?" ucap Celine terheran-heran.


"Buat apa? Sebentar lagi juga aku bakal putusin Chelsea, kamu gausah cemas ya cantik!" ucap Keenan seraya mengelus wajah adiknya.


"Putusin? Serius bang?" tanya Celine kaget.


"Ya iyalah, karena yang aku mau itu cuma kamu. Biarpun resikonya besar, tapi aku gak perduli. Aku bakal tetap putusin Chelsea nantinya," jawab Keenan.


"Kamu jangan begitu deh bang! Kalian kan udah pacaran lama banget, masa mau putus gitu aja cuma gara-gara kamu mau nikahin aku?" ucap Celine.


"Ohh, jadi kamu maunya aku nikahin kalian berdua gitu? Okay, no problem." kata Keenan.


"Ih ya gak gitu lah! Aku maunya kamu nikah sama kak Chelsea aja, bukan aku." ujar Celine.


"Gak bisa sayang, aku ini cintanya sama kamu bukan sama si Chelsea lagi. Pokoknya kamu bakal aku nikahin sebentar lagi, titik!" tegas Keenan.


"Cinta?" Celine masih terkejut dan menganga tipis.


"Iya sayang, itu alasan kenapa aku mau nikahin kamu." jawab Keenan sambil tersenyum.


"Tapi, gimana bisa kamu cinta sama aku padahal aku ini adik kamu?" tanya Celine heran.


"Cinta itu buta sayang, kalau udah cinta pasti apapun bisa terjadi. Lagipun, emangnya kamu gak mau menikah sama aku? Aku janji bakal bikin kamu bahagia sayang!" ucap Keenan.


"Bang, apa kata mama sama papa di atas sana kalau mereka tahu anaknya ini menikah? Mereka pasti sedih loh bang, kamu jangan ngasal deh kalo ngomong!" ujar Celine.


"Kenapa mereka harus sedih? Justru mereka bakal bahagia melihat anaknya bahagia, iya kan sayang?" ucap Keenan tersenyum renyah.


"Kamu emang udah gila ya, bang!" umpat Celine.


"Iya, aku gila karena kamu sayang. Untuk itu, aku mau kamu nikah sama aku secepatnya supaya gak ada laki-laki lain yang bisa deketin kamu!" ucap Keenan.


"Yaudah bang, tapi aku minta kamu buat bicara dulu sama kak Chelsea dan jelasin semuanya ke dia di depan aku! Kalau emang kamu cinta sama aku, pasti kamu berani lakuin itu semua." ucap Celine sambil tersenyum.


"Okay, aku bakal bawa kamu buat temuin Chelsea secepatnya. Kamu tinggal tunggu waktu aja sayang, sabar ya!" ucap Keenan.


Celine benar-benar tak habis pikir dengan sikap abangnya itu, ia tidak menyangka jika Keenan berani mengatakan itu padanya.


"Ih ini bang Ken kenapa begini sih? Dia serius mau nikahin gue gitu?" batin Celine ketakutan.




Albert pulang ke rumah, ia langsung menemui Chelsea di kamarnya untuk menyampaikan apa yang baru saja ia bicarakan dengan Keenan di kantor sebelumnya.


TOK TOK TOK...


Albert mengetuk pintu sambil sesekali menoleh ke kanan dan kiri memastikan apakah ada orang atau tidak disana, karena ia tidak mau jika obrolannya dengan Chelsea didengar oleh orang lain.


Tak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki dari dalam kamar itu dan pintu pun terbuka membuat Albert tersenyum puas karena adiknya ada di dalam sana.


Ceklek...


"Kak, ada apa?" tanya Chelsea pelan.


"Maaf ya Chelsea, kakak udah ganggu kamu! Kakak cuma mau ngobrol biasa sama kamu," jawab Albert sambil tersenyum.


"Ngobrol soal apa kak?" tanya Chelsea penasaran.


"Kita bicara di dalam kamar kamu aja," pinta Albert.

__ADS_1


"Oh, yaudah ayo masuk!" ucap Chelsea.


Chelsea melebarkan pintu kamarnya, memberi jalan bagi Albert untuk masuk.


Tak lupa Albert menutup pintu agar tidak ada orang yang mengetahui bahwa mereka ada disana.


"Ada apa sih kak?" tanya Chelsea.


Albert tak menjawab, pria itu terus berjalan hingga tiba di dekat ranjang. Barulah ia berhenti dan terduduk disana sembari memandang wajah Chelsea yang masih sangat penasaran itu.


"Kak, kakak mau ngobrol apa?" tanya Chelsea lagi dan lagi sembari duduk di sebelah abangnya.


"Soal Keenan, pacar kamu itu. Tadi kakak sudah sempat bicara sama dia di kantor, dan kakak tanyain ke dia apa dia masih cinta sama kamu atau enggak. Ini semua kakak lakuin, karena kakak cemas sama kamu sayang." jawab Albert.


"Oh ya? Terus, jawaban Keenan apa kak? Dia masih cinta atau enggak sama aku?" tanya Chelsea penasaran.


"Eee itu dia sayang, dia jawabnya juga masih ragu-ragu. Kakak jadi gak tahu sebenarnya dia masih cinta sama kamu atau enggak, karena dia pun terlihat bingung." jawab Albert.


"Hah? Maksudnya gimana sih kak? Ragu-ragu gimana?" tanya Chelsea tak mengerti.


"Ya begitulah sayang, Keenan bilang kalau dia masih bingung antara cinta atau enggak sama kamu." jelas Albert.


"Kok gitu sih? Itu artinya dia emang udah gak cinta lagi sama aku kak, tapi dia takut aja ngomongnya sama kakak." kata Chelsea cemberut.


"Kakak juga ngira gitu sih, yaudah lah kamu sabar aja ya sayang! Kamu itu cantik loh, masih banyak cowok di luaran sana yang mau sama kamu kok. Don't worry dear!" ucap Albert sembari mengusap rambut adiknya dengan perlahan.


"Okay, but I think it will be hard to forget Keenan from my mind." ucap Chelsea lesu.


"Tidak akan sulit, kakak akan bantu kamu lupakan Keenan. Selain itu, kakak juga bisa carikan lelaki pengganti Keenan untuk kamu. Kamu tinggal bilang aja mau yang kayak gimana!" ujar Albert.


"Entahlah kak, belum waktunya buat aku cari pengganti Keenan sekarang. Mungkin aku masih akan berharap Keenan bisa kembali ke pelukan aku, gak ada salahnya kan kak?" ucap Chelsea.


"Ya enggak dong sayang, tadi sih kakak juga kasih dia kesempatan untuk memperbaiki hubungan kalian dan dia mengiyakan itu." ucap Albert.


"Semoga aja aku bisa baikan sama Keenan ya kak!" ucap Chelsea tersenyum.


"Iya, aamiin!" ucap Albert terus mengusap puncak kepala Chelsea dan perlahan memeluk tubuh adiknya itu dengan erat.




Chelsea langsung menghampiri Keenan yang telah berada disana lebih dulu, ia tersenyum karena mengira Keenan akan meminta hubungan mereka baikan seperti semula.


"Keenan!" ucap Chelsea memanggil pria itu dan berhenti tepat di sampingnya.


"Eh Chelsea, syukurlah kamu mau datang!" ucap Keenan menghadap ke arah Chelsea.


"Pastinya dong, aku kan juga mau dapat penjelasan mengenai hubungan kita." kata Keenan.


"Yaudah, kalo gitu kita langsung ke intinya aja ya supaya cepet!" ucap Keenan.


"Sure," ucap Chelsea singkat.


Keenan mengambil nafas panjang seraya memejamkan matanya, ia melangkahkan kakinya lebih dekat dengan Chelsea.


"Chelsea, sebelumnya kita sudah menjalani hubungan selama kurang lebih lima tahun dan aku juga sangat mencintai kamu. Dalam kurun waktu itu, kita sudah sama-sama merasakan momen yang indah dan membahagiakan. Ya walau belakangan ini aku selalu sibuk dengan urusan kerjaan dan jarang menemani kamu," ucap Keenan.


Chelsea manggut-manggut saja berusaha mendengarkan perkataan Keenan.


"Nah sekarang ini, aku mau memperjelas status hubungan kita supaya gak ada masalah lagi diantara kita. Aku pengen kamu tahu, bahwa aku ini sudah tidak mencintai kamu lagi. Semua rasa aku ke kamu itu udah beda, tidak seperti dulu lagi. Dan aku rasa sekarang saatnya untuk aku mengakhiri hubungan kita berdua," ucap Keenan.


Deg!


Seketika jantung Chelsea terasa seperti berhenti berdetak mendengar ucapan Keenan, ia tak menyangka jika Keenan akan mengakhiri hubungan mereka saat ini juga.


"Maksud kamu bicara begitu apa sih? Kamu gak lagi bercanda kan sayang? Masa iya kamu mau kita putus gitu aja?" ujar Chelsea.


"Maaf Chelsea! Ini sudah keputusan aku, kamu harus terima semua ini ya! Aku yakin kamu pasti bisa dapetin pengganti yang lebih daripada aku! Kamu itu cantik Chelsea, pasti banyak laki-laki di luar sana yang mau sana kamu!" kata Keenan.


"Enggak sayang, kamu pasti bercanda kan? Ini semua gak benar kan sayang?" ujar Chelsea.


"Sekali lagi aku minta maaf sama kamu Chelsea, tapi ini semua sudah keputusan aku dan aku gak lagi bercanda sama kamu. Tolong kamu bisa ngertiin keputusan aku ya Chelsea!" ucap Keenan.


Chelsea terdiam dan terus menggelengkan kepalanya, ia bergerak maju hendak meraih dua tangan Keenan untuk digenggamnya.


"Keenan, aku mohon! Aku gak bisa pisah dari kamu sayang, aku ini cinta banget sama kamu walau kamu selalu bikin aku kesal karena kamu gak pernah punya waktu buat aku." kata Chelsea.

__ADS_1


Perlahan Keenan menyingkirkan tangan Chelsea dari lengannya.


"Aku gak bisa rubah keputusan aku Chelsea, aku mohon kamu ngerti ya dan mau terima semua ini!" ucap Keenan dengan lembut.


Chelsea pun mulai meneteskan air mata, ia sungguh tak menyangka ini akan terjadi padanya.


"Hiks hiks... emangnya apa sih alasan kamu putusin aku sayang? Ada wanita lain di hidup kamu?" tanya Chelsea sesenggukan.


"Iya Chelsea, itu salah satu alasannya." jawab Keenan dengan mantap.


"Hah? Lalu, siapa wanita itu? Memangnya dia secantik apa sih sampai bikin kamu rela tinggalin aku kayak gini?" tanya Chelsea tampak kesal.


"Dia ada disini kok, dan sebentar lagi kamu akan tahu siapa dia." jawab Keenan.


"Mana dia?" tanya Chelsea penasaran.


Keenan tersenyum, kemudian menoleh ke belakang memberi kode pada wanita disana untuk segera muncul di hadapan mereka.


"Ini dia orangnya," ucap Keenan.


Sontak Chelsea terkejut bukan main melihatnya, matanya melongok lebar dan tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.




Nadira datang menghampiri suaminya di ruang kerja sembari membawakan secangkir kopi.


Ia tersenyum manis seraya menaruh cangkir kopi itu di atas meja dan mendekati suaminya.


"Mas, udah dong jangan kerja mulu! Ini udah malam tau, kamu emangnya gak capek apa? Kita istirahat dulu yuk!" ucap Nadira sambil memegang dua pundak Albert.


Sontak Albert mendongak menatap wajah istrinya sambil tersenyum lebar.


"Duh, kamu ini paling bisa deh soal goda menggoda saya. Nanti dulu ya sayang, saya masih harus selesaiin yang ini. Paling sebentar lagi saya susul kamu ke kamar, sekarang kamu duluan gih istirahat di kamar!" ucap Albert.


"Enggak mas, aku mau disini aja temenin kamu. Ini aku udah buatin kamu buat kamu, supaya kamu juga gak ngantuk pas kerja." kata Nadira.


"Loh, kamu gimana sih sayang? Tadi suruh saya istirahat, tapi malah kamu buatin kopi. Ya tapi gapapa sih, saya juga butuh kopi buat segerin mata." ucap Albert terkekeh.


"Hehe, iya juga ya.." ujar Nadira sambil nyengir.


"Yaudah, kamu duduk gih sini di pangkuan saya!" pinta Albert seraya melebarkan pahanya.


"Hah? Ngapain mas?" tanya Nadira kaget.


"Gapapa sayang, biar saya tambah semangat aja kerjanya. Saya soalnya mau cium wangi tubuh kamu, itu enak banget loh." jawab Albert.


"Hadeh, kamu ini ada-ada aja deh mas." ujar Nadira sembari menggelengkan kepalanya.


Albert tersenyum saja, sedangkan Nadira langsung duduk di pangkuan suaminya itu.


Albert pun langsung melingkarkan tangannya di perut Nadira dan mengendus lehernya.


"Eenngghh.." lenguh Nadira pelan.


"Uhh kamu wangi banget sayang, saya suka sama wangi kamu ini! Jangan jauh-jauh dari saya ya sayangku, cintaku!" ucap Albert.


"Enggak kok mas, aku bakal selalu ada di dekat kamu." ucap Nadira sengaja membenamkan wajahnya di dada sang suami.


Tentunya Albert memanfaatkan itu untuk terus bermain di leher sang istri dan menimbulkan bekas merah disana.


"Oh ya mas, Chelsea itu kenapa ya daritadi gak keluar kamar? Kamu tahu gak dia kenapa atau ada masalah apa gitu?" tanya Nadira mendongak menatap wajah Albert.


"Entahlah, saya juga kurang ngerti. Mungkin aja ini menyangkut hubungan dia sama Keenan," jawab Albert sambil tersenyum.


"Eee emangnya mereka ada apa sih, mas?" tanya Nadira keheranan.


"Kan saat ini hubungan mereka lagi diujung tanduk, bisa jadi Keenan udah putusin Chelsea dan itu bikin Chelsea sedih." jawab Albert.


"Hah? Kasihan banget dong Chelsea! Kok Keenan bisa kayak gitu sih, mas?" ucap Nadira.


"Saya gak tahu sayang, biarin ajalah itu kan hak Keenan mau meneruskan hubungannya atau enggak." ucap Albert.


"Iya sih," ucap Nadira singkat.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2