Dinikahi Ceo Kejam

Dinikahi Ceo Kejam
Meoongg


__ADS_3

Albert tiba di ruangannya, ia langsung masuk begitu saja setelah membuka pintu dan melangkah menghampiri sosok wanita yang sedang terduduk di kursi membelakanginya.


Wanita itu terkejut dan spontan berdiri sembari menoleh ke arah pintu saat mendengar suara pintu terbuka, wanita yang tak lain ialah Carolina pun tersenyum ketika mengetahui ada yang datang ke dalam ruangan itu.


"Morning!" Albert menyapa wanita itu dengan senyum manisnya sembari mengulurkan tangan.


"Pagi juga pak!" ucap Carolina lembut.


"Kenalkan saya Alberto Hernandez, ceo di perusahaan ini atau yang biasa dipanggil tuan Albert." Albert mengenalkan dirinya pada Carolina.


"Ah iya pak Albert, saya Carolina. Saya yang mengajukan diri untuk menjadi sekretaris bapak disini," ucap Carolina meraih tangan Albert dan berjabat tangan dengannya.


"Ya, saya sudah tahu. Tadi asisten saya sudah memberitahu soal itu." kata Albert.


Carolina tersenyum lebar dengan kedua tangan ia lipat di depan, Albert melangkah ke kursinya sembari meminta Carolina duduk kembali.


"Sudah, silahkan duduk!" pinta Albert.


"Baik pak, terimakasih!" ucap Carolina.


Gadis cantik itu pun duduk kembali di kursinya, berhadapan dengan Albert yang sepertinya akan mulai bertanya-tanya pada dirinya sebelum resmi mengangkat Carolina sebagai sekretarisnya.


"Nama kamu Carolina Angeline kan?" ucap Albert mengajukan pertanyaan pembuka.


"Iya pak, itu nama lengkap saya. Tapi, saya biasa dipanggil Carol atau Angel." jawab Carolina menjelaskan mengenai namanya.


"Oh begitu, yasudah saya akan panggil kamu Lina." kata Albert sambil tersenyum.


"Loh, kenapa kayak gitu pak?" tanya Carolina terheran-heran.


"Saya tidak mau disamakan dengan orang-orang di luar sana, jadi saya memilih nama panggilan yang belum dipilih orang untuk kamu. Belum ada kan yang panggil kamu Lia?" jelas Albert.


"Belum sih pak, tapi..."


"Sudahlah, tidak usah diperdebatkan masalah nama itu! Yang terpenting kan kinerja kamu di perusahaan ini harus memukau!" potong Albert.


"Baik pak!" ucap Carolina.


"Hahaha... sepertinya gadis ini memang pandai dan saya yakin dia bisa memajukan perusahaan ini seperti sebelumnya! Saya harus pastikan semua orang yang bekerja disini mempunyai kualitas yang baik, tidak seperti Vanesa itu!" batin Albert.




Vanesa yang diusir oleh Keenan, kini masih berada di sekitar perusahaan Albert karena ia merasa tidak puas setelah Albert terus-terusan menolak dan menghindar darinya.


Vanesa pun terus menggerutu sembari mengusap perutnya dengan lembut penuh kemalangan, entah mengapa ia tiba-tiba bersedih sekaligus khawatir jika nantinya anaknya lahir dan bertanya mengenai ayah kandungnya.


"Ini semua gara-gara Nadira! Sebelumnya hubungan aku dan Albert itu baik-baik saja, tapi sejak gadis kampungan itu datang semuanya jadi berantakan! Awas aja, aku akan cari cara untuk habisin kamu!" geram Vanesa.


"Nak, yang sabar ya! Ayah kamu emang sekarang lagi tergila-gila sama cewek kampungan itu, tapi mama yakin kalau suatu saat nanti ayah kamu akan kembali sama kita sayang!" ucapnya pada calon bayi di dalam kandungannya.


Drrttt..


Drrttt...


Ponselnya berdering dan Vanesa pun langsung mengecek siapa yang menelponnya.


"Papa? Ada apa sih papa telpon segala!" ujarnya.


Tanpa berlama-lama lagi, Vanesa dengan segera mengangkat telpon dari ayahnya itu walau dalam keadaan sedikit kesal.


📞"Halo pah! Ada apa papa telepon-telepon aku sekarang? Papa gak tahu apa kalau aku lagi sibuk!" tanya Vanesa dengan nada ketusnya.


📞"Kamu kok ngomongnya gitu sih sama papa? Papa ini papa kamu loh, harusnya kamu senang kalau ditelpon sama papa! Bukan malah bete kayak gitu Vanesa!" ujar Harrison.


📞"Iya pah, maaf! Abisnya aku kesal banget, tadi aku diusir lagi sama Albert!" ucap Vanesa.


📞"Ohh gitu... pantas aja kamu bete banget sayang, ternyata kamu gagal lagi ya buat deketin Albert. Sudahlah Nesa, kamu tidak perlu melakukan itu lagi! Daripada kamu capek-capek kejar Albert tapi gagal terus, lebih baik kamu coba dekati Nadira dan pengaruhi dia untuk meninggalkan Albert! Selain itu, kamu juga bisa mengambil kesempatan untuk bisa bersama Albert dengan mempengaruhi istrinya itu." saran Harrison.


📞"Umm... maksud papa, aku harus deketin Nadira dan baik-baikin dia gitu?" tanya Vanesa.


📞"Iya sayang, itu hanya akting. Dengan dekatnya kamu sama Nadira, otomatis Nadira bisa lebih percaya dengan apa yang kamu katakan. Lalu, dia juga akan lebih mudah kamu hasut untuk menjauhi Albert!" jawab Harrison.


Vanesa berpikir sejenak, sebelum akhirnya ia memutuskan untuk setuju dengan rencana papanya.


📞"Baiklah pah, aku setuju sama saran dari papa itu! Mulai sekarang aku bakal coba deketin Nadira, supaya aku juga bisa dekat lagi sama Albert dan rebut Albert dari dia." kata Vanesa.

__ADS_1


📞"Ya, itu bagus sayang!" ujar Harrison.


❤️


Tanpa disadari oleh Vanesa, rupanya Keenan berhasil menguping pembicaraan gadis itu di telpon dengan papanya.


Ya Keenan sedari tadi bersembunyi dibalik pepohonan depan perusahaan itu, Keenan awalnya penasaran karena tingkah Vanesa cukup mencurigakan, hingga akhirnya ia memutuskan untuk menguping pembicaraannya disana.


"Benar dugaan saya! Ternyata Vanesa dan papanya bekerjasama untuk memisahkan tuan Albert dari Bu Nadira, ini semua tidak bisa dibiarkan! Saya harus cari tahu siapa ayah dari Vanesa!" gumamnya.


Bruuukkk...


Keenan yang hendak pergi dari sana, justru tanpa sengaja menyenggol tempat sampah yang ada disana sampai terjatuh dan menimbulkan suara yang lumayan kencang.


Vanesa pun mendengar itu, ia reflek menoleh ke belakang berusaha mencari tahu suara apakah yang muncul itu.


"Siapa itu..??" Vanesa berteriak sembari celingak-celinguk ke kanan dan kiri mencari sumber suara.


Sementara Keenan berusaha menyembunyikan dirinya dibalik pohon besar itu, dan berharap agar Vanesa tidak mengetahuinya.


"Waduh gawat nih! Vanesa jalan kesini lagi," batinnya merasa cemas.


Vanesa sudah mulai curiga ada seseorang yang menguping percakapan ia dengan Harrison di telpon tadi, gadis itu pun melangkah ke dekat pohon untuk menangkap pelakunya.


Meoongg...


Tiba-tiba seekor kucing oren muncul dari balik pepohonan, Vanesa pun memutar bola matanya dan menyangka kalau suara tadi adalah ulah dari kucing tersebut.


"Ternyata cuma kucing, bikin panik aja kamu mpus!" ujar Vanesa geleng-geleng kepala.


Setelah dirasa aman, Vanesa pun berlalu pergi dari tempat itu dan menyetop taksi untuk pulang ke rumahnya.


Keenan bernafas lega sembari mengusap dadanya, ia sangat bersyukur karena Vanesa tidak mengetahui keberadaannya.


"Huh syukurlah! Hey pus, makasih ya kamu udah tolongin aku!" ucap Keenan menghampiri dan mengelus bulu kucing tersebut.


Meoongg...




Nadira masih membayangkan kejadian semalam saat Albert menyatakan cinta padanya lewat sebuah cara yang cukup unik, apalagi Albert sampai bersusah payah membayar orang untuk membuatkan patung mereka berdua.


"Hah tuan Albert itu romantis banget ternyata! Aku jadi makin bingung sama dia, kenapa dia bisa tiba-tiba romantis tapi kadang juga jadi kasar banget!" batin Nadira.


"Tapi apapun itu, emang sih tuan Albert orangnya keren dan cowok banget!" sambungnya.


Momen itu rupanya disaksikan oleh Abigail yang memang sengaja datang kesana untuk melihat Nadira sedang apa, Abigail pun tersenyum sembari menggelengkan kepalanya melihat Nadira tengah senyum-senyum sendiri di depan sana.


"Nadira!" Abigail menghampiri Nadira dan menegurnya dari samping hingga membuat gadis itu terkejut.


"Eh mama. Duh, maaf mah aku tadi gak sadar kalau mama ada disini! Sini mah duduk!" ucap Nadira langsung gelagapan sendiri.


"Hahaha... gapapa sayang, mama tahu kok kamu lagi senang banget kan hari ini. Emangnya apa sih yang bisa bikin kamu senang sampai melamun begitu?" ucap Abigail bertanya sambil duduk di samping gadis itu.


"Eee bukan apa-apa kok, mah. Aku cuma gak percaya aja kalau tuan Albert bisa seromantis itu sama aku, padahal selama ini dia selalu kasar dan galak loh ke aku." jawab Nadira.


"Oh jadi kamu tadi tuh ngelamunin Albert? Ya ampun, mama senang banget deh dengarnya! Ternyata Albert bisa juga bikin kamu bahagia kayak gini, mama ikut senang sayang kalau kalian berdua akur begini. Semoga seterusnya ya kalian bisa akur dan hidup tentram!" ucap Abigail.


"Aamiin mah!" ucap Nadira mengaminkan.


"Oh ya, kamu ceritain dong semalam itu Albert bawa kamu kemana dan dia lakuin apa aja ke kamu! Mama kepo nih sayang!" pinta Abigail.


"Ahaha, iya mah aku pasti ceritain kok ke mama! Tapi, mama janji jangan kaget ya!" ucap Nadira.


"Enggak kok sayang, emangnya ada apa sih sampai bisa bikin mama kaget segala? Mama jadi makin penasaran deh," ujar Abigail sudah tidak sabar ingin tahu.


"Ahaha begini mah..." Nadira pun mulai menceritakan semua yang ia alami semalam bersama Albert kepada mama mertuanya itu.


❤️


Dari arah yang agak jauh, Chelsea mengintip dan merasa jengkel melihat mamanya sangat akrab dengan Nadira. Entah mengapa Chelsea tidak suka melihat Abigail dan Nadira dekat seperti itu, apalagi sampai saling tertawa satu sama lain.


"Ish, sialan tuh cewek! Bisa-bisanya dia makin dekat sama mama!" geram Chelsea.


Gadis itu mengepalkan kedua tangannya, memukul dedaunan di dekatnya hingga berjatuhan ke tanah akibat rasa kesalnya.

__ADS_1




Albert pulang dari kantornya, ia tiba di rumah dan langsung turun dari mobil untuk segera masuk ke rumahnya. Albert juga meminta Keenan bebas hendak pergi kemanapun karena pria itu sudah hampir seharian bekerja dengannya.


Tak diduga, Nadira sudah menunggu suaminya itu di depan pintu. Tentu saja Albert tersenyum riang melihat kehadiran sang istri yang cantik dan seksi disana, apalagi ia sedang letih setelah seharian bekerja dan butuh kehangatan dari istrinya.


"Selamat sore mas! Mau aku bantu bawa tasnya gak?" ucap Nadira menyapa Albert.


"Sayang, kamu tumben banget sambut saya kayak gini di depan pintu. Padahal biasanya kalau saya pulang, kamu pasti lagi rebahan di kamar. Tapi, kenapa sekarang beda?" tanya Albert heran.


"Iya mas, aku kan mau layanin suami aku yang tampan ini. Aku pengen belajar untuk jadi istri yang baik buat kamu, mas." jawab Nadira.


"Ya ampun! Kamu itu bikin saya makin tergila-gila sama kamu tau gak! Makasih ya sayang, saya gak nyangka akhirnya saya bisa dapat perhatian dari seorang istri." ucap Albert tersenyum.


"Sama-sama, mas." kata Nadira tersipu malu.


Albert menarik tengkuk Nadira dan mengecup keningnya sekilas, tak lupa ia juga mengusap puncak kepala dan mengacak-acak rambut Nadira sampai gadis itu merasa jengkel.


"Kamu cantik banget sih sayang, saya makin cinta sama kamu!" ucap Albert.


"Bisa aja kamu mas, sekarang jadi makin sering gomalin aku ya!" ucap Nadira.


"Oh ya, aku kelupaan sesuatu." sambungnya.


"Apa?" tanya Albert terheran-heran.


Nadira mengulurkan tangannya ke arah Albert, membuat Albert kebingungan tak mengerti apa maksud Nadira melakukan itu.


"Ngapain? Kamu mau bawain koper saya ini? Gausah sayang, biar saya aja." kata Albert.


"Ih enggak gitu mas, aku mau cium tangan kamu. Sekarang kan aku udah berubah jadi istri kamu, jadi aku mau hormat sama kamu. Boleh dong mas?" jelas Nadira.


"Ohh... ya boleh dong sayang!" ucap Albert.


Nadira pun mencium tangan suaminya dengan lembut dan membuat Albert semakin merasa bahagia hari ini.


"Saya gak nyangka hari ini bisa terjadi, harusnya dari awal saja saya cinta sama kamu. Saya ini memang bodoh, karena saya sudah menyakiti wanita sebaik kamu Nadira!" ucap Albert.


"Gapapa mas, yang lalu mah gausah dibahas atau diingat-ingat lagi! Kita jalani aja kehidupan kita yang baru!" ucap Nadira.


"Iya sayang," ucap Albert singkat.


"Aku bantu ya, mas?" ucap Nadira menawarkan diri.


Albert tersenyum, lalu menganggukkan kepala memberi Nadira izin untuk membantunya.


Mereka pun melangkah berdampingan dengan Albert yang merangkul Nadira cukup erat sambil terus menciumi leher serta puncak kepala Nadira.


Pemandangan itu sungguh membuat Keenan serta para penjaga di depan merasa bahagia, mereka jarang sekali melihat Albert berlaku selembut itu pada seorang wanita.




Sepasang suami-istri itu memasuki kamar, Nadira membantu Albert menaruh kopernya di kursi dan melepas jas yang melekat di tubuh lelaki itu untuk digantung di dekat lemari.


Namun, Nadira mencium aroma parfum wanita yang tak asing di hidungnya saat melepas jas itu dari tubuh suaminya, Nadira pun merasa curiga dan coba bertanya pada Albert.


"Mas, ini kok ada bekas aroma parfum perempuan sih di jas kamu? Emangnya kamu ada pelukan sama wanita lain ya tadi?" tanya Nadira.


"Hah? Masa sih? Kalaupun ada, itu ya cuma kamu sayangku. Mungkin aja bau parfum itu, parfum milik kamu. Kan tadi kamu yang nempel di tubuh saya. Coba deh kamu teliti lagi baik-baik, siapa tahu emang parfum kamu!" jawab Albert.


"Ih enggak mas, ini bukan bau parfum aku! Orang aku gak pernah pake parfum kayak gini kok, pasti ini punya orang lain. Udah deh, kamu ngaku aja tadi pelukan sama siapa di luar!" ujar Nadira cemburu.


"Enggak sayang, gak ada yang peluk saya kok. Kamu gak perlu cemburu lah!" ucap Albert.


"Gimana aku gak cemburu, mas? Kamu itu kan playboy yang suka mainin banyak perempuan, jadi wajar aja dong kalo aku curiga!" ujar Nadira.


"Iya, tapi sejak kenal kamu, aku udah mulai berubah tau. Aku gak pernah lagi main-main sama cewek, karena yang aku cinta dan sayangi itu cuma kamu Nadira Aneisha Putri..." kata Albert sembari merangkul kembali istrinya.


Nadira yang sebelumnya curiga, kini malah dibuat tersipu oleh perkataan Albert.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2