
Darius yang tadi tengah tersenyum seringai karena rencananya menghancurkan Albert akan semakin berhasil, kini berubah 180 derajat setelah Nadira tiba-tiba muncul di hadapannya, ia pun cemas khawatir jika Nadira mendengar apa yang tadi ia ucapkan dengan Vanesa di telpon.
Sementara Nadira menatap heran ke arah Darius, ia berjalan mendekati pria itu lalu berhenti tepat di dekatnya. Darius berdiri menyambut kehadiran Nadira dan tersenyum, ia coba menetralkan suasana agar Nadira tidak semakin curiga padanya dan rencananya mendekati Nadira akan gagal.
"Eh Nadira, silahkan kamu duduk saja! Ada yang ingin om bahas dengan kamu, itu sebabnya om datang kesini temuin kamu!" ucap Darius.
"Oh gitu, yaudah kita bicara sambil duduk om!" ucap Nadira tersenyum.
"Iya..." Darius tampak lega setelah Nadira tidak membahas apapun mengenai telponnya dengan Vanesa tadi, itu berarti Nadira memang tak mendengar apa-apa.
"Syukurlah, kali ini saya aman! Sepertinya Nadira tidak mendengar perkataan saya di telpon dengan Vanesa, tapi lain kali saya harus berhati-hati karena bisa saja rencana saya gagal hanya karena kecerobohan saya sendiri!" batin Darius.
Nadira masih curiga pada Darius, karena samar-samar ia tadi seperti mendengar pria itu berbicara dengan seseorang di depan.
"Aku sebenarnya mau tanya sama om Darius tentang siapa yang dia telpon tadi, tapi takut dibilang kepo lagi nanti! Udah deh biarin aja, paling cuma urusan kerjaan! Ya walau samar-samar aku dengar om Darius sebut-sebut nama tuan Albert sih, tapi mungkin aku cuma salah dengar kali ya!" gumam Nadira dalam hati.
Tak lama kemudian, mbok Widya datang kembali kesana dan membuat suasana yang tengah hening itu menjadi cair. Ya mbok Widya meletakkan gelas minuman di atas meja untuk Nadira.
"Silahkan non, ini minumannya!" ucap mbok Widya.
"Ah iya, makasih ya mbok!" ucap Nadira tersenyum.
"Sama-sama non, kalo gitu saya izin permisi dulu? Silahkan dilanjut ngobrolnya non, pak!" ucap mbok Widya pamit.
"Iya mbok," ucap Nadira singkat.
Mbok Widya pun pergi dari sana membawa nampan kosong di tangannya kembali ke dapur, ia tak ingin mencari tahu apa yang dibicarakan oleh Darius dan juga Nadira, biarpun ia sangat penasaran karena sudah kedua kalinya Nadira berbicara dengan Darius di rumah itu.
"Minum dulu om! Biar gak tegang tegang amat, tenang aja tuan Albert lagi di kantor kok, jadi dia gak bakal tahu pertemuan kita kali ini atau yang sebelumnya juga!" ucap Nadira tersenyum.
"Iya Nadira, terimakasih! Saya juga tidak perduli walaupun Albert mengetahui pertemuan kita, toh gak ada salahnya kan kalau saya sebagai seorang paman mengunjungi istri dari keponakan saya?" ucap Darius bersikap santai.
"Iya juga sih, yaudah aku minum dulu ya om?" ucap Nadira mengambil gelas di meja.
"Ya ya silahkan!" ucap Darius.
Keduanya pun sama-sama menenggak minuman milik masing-masing, lalu kembali meletakkan gelas di meja setelah merasa puas.
"Oh ya, emangnya apa yang mau om bicarakan sama saya kali ini? Ada kaitannya gak sama rencana kita yang udah dibahas waktu itu?" tanya Nadira penasaran.
"Ada dong, masa gak ada? Kan saya udah janji buat bebasin kamu dari sini!" jawab Darius.
"Bagus deh! Kalo gitu, gimana kelanjutannya om? Apa yang harus saya lakuin supaya bisa lepas dari rumah ini?" ucap Nadira.
"Kamu sudah lakukan yang saya perintahkan sebelumnya, Nadira?" tanya Darius.
"Sudah kok om, saya udah mencoba bersikap seperti istri yang baik bagi tuan Albert selama beberapa hari ini! Dan sepertinya juga tuan Albert terpancing dengan perubahan sikap saya itu, terbukti dia jadi lebih perhatian sama saya! Dan oh ya, saya lagi hamil anak tuan Albert loh om!" jawab Nadira sambil tersenyum ceria.
"Apa? Hamil? Bagaimana bisa?" Darius kaget.
"Kok om kaget gitu sih? Saya ini kan istrinya tuan Albert, wajar aja dong kalo saya hamil anak dia! Toh dia juga udah berkali-kali sentuh saya, lagian emang salah ya kalau saya hamil?" ujar Nadira.
"Bukan begitu, saya cuma kaget aja dengar berita kamu hamil. Karena Albert gak ada kasih tahu apapun ke saya sebelumnya, dia emang udah gak anggap saya sebagai pamannya lagi! Dari dulu dia selalu kurang ajar sama saya!" ucap Darius.
"Sabar om! Mungkin aja tuan Albert lupa atau belum sempat kasih tahu ke om, soalnya kan sekarang ini perusahaan tuan Albert lagi dilanda masalah besar!" ucap Nadira.
"Iya sih, saya maklum kok! Yasudah, lupakan saja soal itu! Sekarang ini yang jadi masalah, dengan kehamilan kamu maka kamu akan lebih sulit untuk bisa lepas dari rumah ini Nadira! Kenapa? Karena saya yakin Albert itu tidak mungkin membiarkan kamu pergi kemana-mana, dia pasti bakal tugaskan seluruh anak buahnya buat jaga kamu 24 jam!" ucap Darius.
"Oh iya ya, terus saya harus gimana dong om? Apa gak ada kemungkinan lagi buat saya bisa lepas dari rumah tuan Albert?" tanya Nadira bingung.
"Eee...." Darius kebingungan memikirkan cara yang tepat bagi Nadira untuk bisa lepas dari sana.
Namun, tiba-tiba muncul seorang gadis dan pria yang baru datang dan masuk ke rumah itu.
"Om Darius? Nadira?" ujar gadis itu.
Sontak Darius dan Nadira kompak menoleh ke asal suara, mereka menganga lebar ketika melihat Chelsea bersama Keenan sudah pulang ke rumah dan tengah memandangi mereka.
"Kalian lagi pada ngapain disini?" tanya Chelsea menghampiri keduanya.
"Eee ki-kita..." Darius terlihat gugup dan bingung menjawab apa pada Chelsea, begitupun dengan Nadira yang hanya bisa terdiam.
Keenan menatap curiga ke arah Darius, ia yakin ada yang tidak beres diantara keduanya.
__ADS_1
"Apa ya yang barusan mereka bicarakan? Kayaknya pak Darius gugup banget begitu ngeliat saya dan Chelsea datang!" batin Keenan.
•
•
Sementara itu, Albert masih berada di kantor memikirkan cara untuk menangkap Burhan selaku karyawan di perusahaan miliknya yang sudah melakukan tindak korupsi, ia bingung harus melakukan apa karena hingga kini belum ada kabar mengenai dimana Burhan berada.
Albert terus mengetuk-ngetuk jarinya pada dagu, berpikir keras untuk menyelesaikan semua masalah yang terjadi pada kantornya. Selain menangkap Burhan, tentunya ia juga harus membayar gaji para karyawannya dan mencari investor lain untuk membantu keuangan perusahaan yang sempat macet.
"Aaarrgghh susah sekali rasanya menemukan ide untuk menyelesaikan semua ini! Kenapa saya jadi begini sih sejak menikah dengan Nadira?" gumam Albert dalam hati.
Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu dari arah luar yang mengejutkan dirinya.
TOK TOK TOK...
"Ya masuk!" teriak Albert memberi izin seseorang di luar sana untuk masuk ke ruangannya.
Ceklek...
"Permisi pak!" ucap seorang wanita yang masuk ke dalam, berjalan menghampiri Albert dan berhenti tepat di samping pria itu.
Ya tidak lain tidak bukan, dia adalah Vanesa si sekretaris cantik nan seksi yang bekerja di kantor milik Albert. Wanita itu tampak tersenyum saat berada di dekat Albert seakan menggodanya.
Melihat Vanesa seperti sengaja menonjolkan buah dadanya, membuat Albert tertegun dan tak bisa lepas dari kedua benda kenyal tersebut, memang sudah lama ia tak meremass milik Vanesa dan menyusu disana.
"Ada apa Vanesa?" tanya Albert coba menjernihkan pikirannya.
"Maaf pak! Saya cuma mau memberi usul ke bapak mengenai cara untuk menemukan keberadaan pak Burhan, menurut saya hanya ini satu-satunya cara untuk bisa menangkap pak Burhan!" ucap Vanesa.
"Bagaimana itu?" tanya Albert penasaran.
"Dengan menyewa hacker, pak. Saya yakin dengan begitu, pasti lokasi keberadaan pak Burhan akan dapat terdeteksi!" jawab Vanesa.
"Waw cerdas kamu Vanesa! Lalu, apa kamu ada saran siapa hacker yang harus saya sewa?" tanya Albert seraya menaikkan kedua alisnya.
"Ada kok pak, dia teman saya namanya Harry!" jawab Vanesa tersenyum.
"Baik pak! Kalau begitu, saya mohon izin permisi kembali ke ruangan untuk menghubungi teman saya itu! Nanti akan saya kabari bapak lagi begitu saya selesai bernego dengannya," ucap Vanesa.
"Ya, silahkan!" ucap Albert singkat.
Wanita itu berbalik dengan lebih menonjolkan pinggulnya di hadapan Albert, membuat pria itu semakin berdegup kencang dan susah payah menelan saliva saat menyaksikan pemandangan yang luar biasa itu, apalagi Vanesa juga berjalan lenggak-lenggok memperlihatkan lekuk tubuhnya yang begitu indah dan mempesona.
Glekk...
"Saya udah gak tahan lagi! Vanesa benar-benar menggoda, gapapa kali ya kalau saya cicip sedikit tanpa harus mikirin Nadira!" batin Albert.
Saat Albert bangkit dari duduknya dan hendak menahan kepergian Vanesa, tiba-tiba saja ponsel miliknya berdering yang membuatnya tak jadi memanggil Vanesa dan mengurungkan niatnya itu.
Drrttt..
Drrttt...
"Aaarrgghh sial!" umpatnya dalam hati.
Akhirnya Vanesa melangkah keluar dengan raut kecewa, usahanya untuk menggoda Albert telah gagal dan kini ia hanya bisa bergumam kesal karena ternyata Albert dapat menahan godaan darinya.
Albert pun kembali duduk pada kursinya, mengambil ponsel dari atas meja dan melongok begitu melihat nama Abigail alias mamanya yang berada di Belgia, Albert amat terkejut karena tak biasanya sang mama menelpon seperti ini.
"Mama? Ada apa ya mama telpon?" gumamnya bingung sekaligus panik.
Tanpa berpikir panjang, ia pun mengangkat telpon dari mamanya sembari mengambil nafas sejenak untuk menenangkan diri.
📞"Halo mah! Ada apa mama telpon aku?" ucap Albert bertanya dengan sedikit kecemasan di hatinya.
📞"Ya halo Albert! Mama baca di berita, katanya perusahaan yang kamu kelola itu sedang diujung kebangkrutan, apa benar begitu Albert? Jawab mama dengan jujur dan jangan pernah kamu bohongi mama!"
📞"Eee mama gak perlu cemas gitu! Emang benar sekarang perusahaan aku lagi dalam masalah, tapi mama tenang aja karena aku gak bakal bikin perusahaan ini bangkrut kok mah!" jawab Albert.
📞"Lalu, apa kamu butuh bantuan mama sayang? Jangan sungkan dan ragu, mama bisa bantu kamu kalau masalah keuangan Albert! Kamu kan tahu sendiri, uang mama ini banyak sekali dan mama bingung harus menghabiskannya dengan apa! Jadi, kamu gak perlu sungkan untuk minta bantuan ke mama kalau kamu butuh ya!"
📞"Iya mah, tapi untuk sekarang ini aku mau usaha sendiri dulu! Makasih ya mah atas tawarannya, nanti aku pertimbangkan lagi!" ucap Albert.
__ADS_1
📞"Hadeh kamu ini, selalu aja susah dibilangin! Tapi yasudah lah, mama gak bisa paksa kamu kalau kamu gak mau mama bantu! Mama doakan saja yang terbaik buat kamu, semoga kamu bisa atasi semua masalah ini!"
📞"Aamiin, makasih mah!" ucap Albert tersenyum.
📞"Oh ya satu lagi, mama sebentar lagi akan kembali ke Indonesia untuk temuin kamu! Mama sudah kangen sekali dengan suasana disana, boleh kan sayang?"
📞"Apa??" Albert terkejut bukan main mendengar perkataan mamanya yang ingin pulang.
•
•
Malam harinya, Albert mendatangi Nadira di taman halaman samping rumahnya. Ia merasa tidak tega melihat istrinya yang tengah hamil muda itu sendirian disana menangis setelah dicurigai olehnya tadi saat mengetahui bahwa Nadira bertemu kembali dengan Darius di rumahnya.
Albert pun duduk di samping Nadira, perlahan menyentuh pundak wanita yang sedang terisak itu untuk coba menenangkannya, ia merasa bersalah telah membuat Nadira menangis seperti itu hanya karena dugaannya yang belum terbukti.
"Nadira, sudah jangan nangis terus! Saya sadar tadi saya salah karena menuduh kamu yang tidak-tidak, tapi kamu harusnya wajar dong kan saya cuma gak mau kamu bermain api di belakang saya! Biar gimanapun, saya tidak rela kamu pergi tinggalin saya seperti apa yang tadi dibicarakan Chelsea ke saya, Nadira!" ucap Albert membujuk istrinya.
Nadira hanya terdiam, ia masih belum bisa melupakan amarah Albert pada dirinya begitu lelaki itu pulang dari kantornya tadi.
Flashback on
Albert yang baru pulang ke rumah, langsung dicegat oleh Chelsea saat ia hendak masuk ke dalam kamar, ya gadis itu menarik lengan Albert menahan pria itu untuk tetap disana.
"Kak Albert, kak tunggu dulu kak!" ucap Chelsea sangat heboh.
"Haish, mau apa sih kamu? Kakak capek nih, badan udah lengket pengen cepat-cepat mandi, jangan halangi kakak!" ujar Albert emosi.
"Sabar kak! Aku cuma mau kasih info penting ke kakak, ini tentang Nadira loh kak!" ucap Chelsea.
"Nadira? Memangnya ada apa sama dia?" tanya Albert penasaran.
"Iya kak, tadi pas aku sama Keenan balik, kita gak sengaja pergoki Nadira lagi berduaan bareng om Darius di rumah ini! Mereka tuh kayaknya akrab banget deh kak, kayak yang lagi bahas sesuatu gitu! Aku jadi curiga sama Nadira, jangan-jangan dia punya niat gak beres!" jelas Chelsea.
"Apa? Nadira ketemu lagi sama om Darius? Benar-benar udah gak bisa ditolerir lagi, kakak harus tegur Nadira!" geram Albert.
Albert melepaskan diri dari genggaman Chelsea, lalu masuk ke kamarnya dengan penuh emosi. Tampak Chelsea tersenyum puas melihat amarah yang meletup di tubuh abangnya.
Ceklek...
"Tuan? Akhirnya tuan pulang juga, aku udah tungguin tuan loh daritadi!" ucap Nadira tersenyum memandang ke arah suaminya.
Plaaakk...
"Gausah banyak basa-basi kamu! Cepat katakan ke saya, apa maksud kamu bicara berdua dengan om Darius tadi ha! Kamu ingin mengkhianati saya, iya?" bentak Albert sembari melayangkan tamparan keras di pipi Nadira.
Nadira terkejut dengan tamparan dari Albert, pipinya seketika memerah dan ia hanya bisa menangis terisak mendapatkan perlakuan seperti itu dari suaminya.
"Hiks hiks... tuan, anda ini kenapa? Apa salah saya tuan?" ujar Nadira.
"Sudahlah, jangan berakting! Ini sudah kesekian kalinya kamu bertemu dengan om Darius di belakang saya, apa sebenarnya yang sedang kamu rencanakan Nadira? Jawab atau saya hukum kamu seberat-beratnya! Cepat jawab Nadira!" ujar Albert dengan penuh emosi.
Nadira terdiam menunduk masih terus memegangi pipinya, ia mengambil nafas dan coba menenangkan diri agar tak membuat kesalahan.
"Tuan, dengarkan saya dulu! Semua yang tuan pikirkan itu gak benar, gak mungkin saya tega khianati tuan! Lagian saya bicara dengan om Darius, itu hanya sebatas keponakan dan pamannya! Gak lebih!" ucap Nadira menjelaskan.
"Halah omong kosong! Kamu sudah kecewakan saya Nadira, saya akan beri kamu hukuman!" tegas Albert dan mendorong tubuh Nadira secara kasar ke atas ranjang.
"Awhh!!"
Dengan cepat Albert menindih Nadira, kemudian melakukan hubungan suami-istri secara paksa dan kasar kepada Nadira.
Flashback end
Nadira terus menangis sembari memeluk dirinya sendiri saat mengingat peristiwa mengerikan yang baru ia alami, Albert benar-benar menyakitinya bukan hanya raga tapi juga jiwanya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...|||...
...ADEGAN ++ NYA AUTHOR SKIP, KARENA ADA YANG GAK SUKA, JADI HARAP MAKLUM KALO SEKARANG GAK ADA LAGI ++ DISINI...
__ADS_1