Dinikahi Ceo Kejam

Dinikahi Ceo Kejam
Perampokan


__ADS_3

"Permisi! Kamu belum dijemput ya?" ucapnya.


Celine terkejut mendengarnya, ia mendongak dan melihat pria tinggi berdiri di hadapannya sambil memicingkan senyum.


"Ka-kamu siapa...??" tanya Celine tampak gugup dan mulutnya sedikit terbuka.


Pria itu hanya tersenyum, membuat Celine makin ketakutan dan curiga kalau pria di hadapannya itu memiliki niat buruk padanya.


"Kamu tidak perlu takut Celine! Saya yakin kamu pasti kenal dengan saya!" ucap pria itu.


"Hah? Emang kamu siapa sih?" tanya Celine dengan mata melotot.


Pria itu melepas kacamatanya, menurunkan masker yang ia kenakan hingga ke bawah dagu lalu tersenyum lebar menatap wajah Celine.


Seketika Celine menganga lebar mengetahui bahwa pria di depannya adalah Harrison, sosok yang sempat menculiknya dulu.


"Bagaimana Celine? Apa kamu sudah mengenali saya?" ujar Harrison dengan senyum smirk nya.


"Mau apa lagi kamu?" ujar Celine makin ketakutan.


Gadis itu beranjak dari duduknya, sedikit menjauh dari Harrison dan terus memeluk tubuhnya sendiri sembari memasang wajah panik.


"Hahaha... jangan ketakutan begitu Celine! Saya ini kan calon suami kamu, saya gak mungkin apa-apain kamu kok sekarang. Saya cuma mau bawa kamu pergi dari sini!" ucap Harrison santai.


"Apa? Calon suami? Jangan mimpi ya pak tua! Aku gak akan pernah mau jadi istri kakek-kakek kayak kamu!" ucap Celine tegas.


"Umur tidak jadi masalah Celine, saya tetap akan menikahi kamu apapun yang terjadi nantinya! Dan kamu juga harus mau menjadi istri saya, kalau kamu gak mau saya celakai Keenan abang kamu yang tersayang itu!" ancam Harrison.


"Hah? Kamu jangan ancam aku! Bang Ken juga gak mudah buat dicelakai, justru kamu yang bakal celaka kalau berani macam-macam sama aku dan bang Keenan!" ucap Celine lantang.


"Oh ya? Kita lihat saja nanti sayang, sekarang kamu ikut dulu yuk sama saya!" ucap Harrison.


"Ogah! Aku gak mau ikut sama kamu! Jangan paksa aku, atau aku bakal teriak supaya kamu digebukin sama warga!" tegas Celine.


"Hahaha... mereka gak akan gebukin saya, nanti mereka bisa kena pasal pengeroyokan. Sudahlah Celine, ayo ikut aja dengan saya! Saya janji, setelah kamu menikah dengan saya nanti, saya akan berikan apapun yang kamu mau!" bujuk Harrison.


"Gak, aku gak tertarik sama sekali sama tawaran kamu itu!" bentak Celine.


"Kamu memang gadis yang baik ya Celine, saya tahu itu. Oleh karena itu, kamu pasti bisa bahagia jika menikah dengan saya Celine sayang! Yuk ikut saya yuk!" ucap Harrison terus merayu Celine.


Celine menggeleng cepat, lalu perlahan mulai menggeser posisinya dan berniat pergi dari sana menghindari pria tua tersebut.


Akan tetapi, Harrison tahu maksud dari Celine dan dengan cepat juga Harrison berhasil mencekal lengan Celine dari samping dan menahan gadis itu tetap disana.


"Ih lepasin gue! Tolong.. tolong...!!" teriak Celine sembari berusaha melepaskan diri.


"Hey! Ada apa ini?" teriak seorang satpam penjaga sekolah disana menghampiri mereka.


Harrison pun reflek melepas tangannya dari Celine dan menghadap ke arah satpam untuk coba menjelaskan pada satpam tersebut.


"Eh eee gak ada apa-apa kok pak, ini cuma salah paham aja." jawab Harrison.


"Salah paham? Salah paham apaan?" tanya satpam itu.


Celine pun memanfaatkan kesempatan itu untuk kabur dari sana, ia berlari pergi meninggalkan Harrison yang sedang ditahan oleh satpam disana.


"Hey tunggu!" teriak Harrison.


"Pak, jangan dikejar pak! Bapak jangan macam-macam ya sama murid sekolah disini! Kalau bapak masih nekat buat ngelakuin itu, saya gak akan segan-segan buat laporin bapak ke kantor polisi!" ucap satpam itu.


"Tapi pak, saya ini keluarganya Celine. Saya gak ada niat jahat kok sama dia!" ucap Harrison.


"Gausah beralasan lagi pak! Saya tidak percaya kalau bapak ini keluarganya Celine, jadi sebaiknya bapak pergi dari sini!" tegas si satpam.


Harrison terdiam sejenak sembari terus memandangi Celine yang masih berlari menjauh darinya.


"Sial! Gara-gara satpam ini, saya jadi gagal dekati Celine sekarang!" geram Harrison dalam hati.


Akhirnya Harrison kembali ke mobilnya dengan perasaan kesal, rencananya untuk membawa kabur Celine telah gagal kali ini.




"Ini barang yang diminta tuan Albert!" ucap seseorang menyerahkan satu kotak besar kepada tiga orang pria di depannya.


"Baiklah, dan ini uangnya!" ucap salah seorang dari mereka memberikan uang dalam jumlah besar.


Terlihat pria yang memakai kutang itu tersenyum puas sembari menghitung uang di tangannya.


"Kita pamit dulu bang! Kalau ada barang yang dibutuhkan tuan Albert lagi, telpon aja kita! Pasti bakal langsung kita antarkan kesini!" ucapnya.


"Oke!" ucap pria memakai jaket hitam.


Ketiga pria yang berpakaian serba hitam itu mulai menaikkan kotak besar pemberian si orang tadi ke atas mobil mereka.

__ADS_1


Sementara orang tadi sudah pergi dari sana dengan cepat karena tak mau ada orang yang melihatnya disana.


Setelah kotak tersebut berada di atas mobil, kini ketiganya pun masuk ke dalam mobil tersebut dan bersiap membawa kotak itu.


"Cepat, kita harus pergi sebelum ada orang yang melihat!" ujar salah satu dari mereka.


"Oke!" si supir mengangguk dan langsung menancap gas dengan kecepatan tinggi.


Akan tetapi, saat di jalan mereka justru dihadang oleh sebuah mobil sedan dari arah samping yang berhenti secara mendadak di depan mobil mereka.


Ciiitttt...


Si supir terpaksa mengerem walau hampir terseruduk ke depan.


"Kurang ajar! Siapa itu?" umpatnya kesal.


Lalu, tampak orang-orang berjumlah kurang lebih lima turun dari mobil sedan di depan mereka.


Orang-orang tersebut berbadan besar dan memakai pakaian yang hampir sama dengan mereka, ditambah topeng yang menutupi wajahnya.


Tanpa aba-aba, kelima orang itu langsung menghampiri satu pria di bagian belakang yang bertugas menjaga kotak itu.


"Woi turun lu! Serahin barang itu ke kita!" bentak salah seorang bertubuh besar itu.


"Kalian siapa? Berani-beraninya kalian mau merampok barang milik kita! Mau cari masalah kalian, ha?" ucap pria di atas mobil dengan santai.


"Gausah banyak omong lu! Ayo sini turun!" orang-orang bertubuh besar itu langsung menarik tubuh si pria dari atas mobil turun ke bawah.


Bughh...


Mereka pun menghajar pria tersebut sampai babak belur tanpa ada perlawan darinya.


Sementara dua orang temannya, ikut turun dari mobil dan mendekati kelima pria disana.


"Heh! Kalian siapa, ha?" ujarnya.


"Hahaha... pergi kalian dari sini, barang ini sekarang milik kita bukan kalian!" balasnya sambil tertawa.


"Kurang ajar! Kita gak akan semudah itu serahin barang ini ke kalian!" ucap pria berjaket.


Akhirnya kedua pria itu berlari maju dan menyerang kelima orang di depan mereka dengan brutal dan penuh emosi.


Perkelahian cukup sengit terjadi diantara mereka, hingga akhirnya tentu saja kelima pria itu berhasil memenangkan perkelahian tersebut.


"Hahaha... orang-orang lemah!"


Lalu, kelima pria tadi pun beralih masuk ke mobil milik tiga orang tersebut.


Mereka membawa kabur mobil beserta kotak yang ada di belakangnya dan meninggalkan ketiga pria itu disana dalam kondisi terluka.


"Aaarrgghh sial! Kita dirampok!" teriak salah seorang dari mereka tampak kesal.


"Gimana dong? Tuan Albert pasti marah besar sama kita!" ujar temannya.


"Tenang! Kita hubungi bos Keenan dulu, jangan langsung bilang ke tuan Albert! Biar gue yang telpon," ucapnya mengambil ponsel dari saku celana.


"Oke!"


Pria itu pun mulai menelpon Keenan untuk melaporkan apa yang terjadi pada mereka kali ini.


📞"Halo pak Ken! Gawat pak! Barusan kita dirampok saat lagi di jalan mau membawa barang pesanan tuan Albert," ucapnya.


📞"Apa? Kamu gak bohong kan?" tanya Keenan kaget.


📞"Enggak pak, saya jujur. Saya dan yang lain gak bisa melawan mereka, karena jumlah mereka lebih banyak dari kita pak." jawabnya.


📞"Sial! Yasudah, sekarang kalian dimana? Biar saya susul kalian!" ucap Keenan.


📞"Eee kita masih ada di dekat tempat transaksi tadi, pak. Sekitaran perempatan jalan yang jauh dari pemukiman," ucapnya.


📞"Hah? Gimana bisa ada perampok disana? Memangnya mereka tahu kalau yang kalian bawa itu barang mahal?" tanya Keenan.


📞"Itu dia pak, kami curiga kalau perampok tadi suruhan orang. Tapi, kami belum tahu pasti siapa yang menyuruh mereka pak." jawabnya.


📞"Oke oke! Saya akan kesana setelah urusan saya selesai, kalian tunggu saja! Untuk sementara, saya kirim anak buah kesana supaya bisa bantu kalian yang terluka." kata Keenan.


📞"Baik pak, terimakasih!" ucapnya cukup lega.


Tuuutttt....




Keenan yang panik, akhirnya memutuskan untuk pergi menemui orang-orang suruhannya dan bertanya bagaimana mereka bisa dirampok.

__ADS_1


Keenan juga melupakan sejenak mengenai Darius yang tadi ia temui di minimarket, walau sejujurnya Keenan masih curiga pada sosok Darius.


Disaat Keenan hendak memutar balik, tiba-tiba ponselnya kembali berdering dan membuat pria itu berhenti untuk mengangkat telpon.


"Celine? Waduh, dia pasti marah nih karena saya belum datang-datang juga!" ujarnya.


📞"Halo dek! Lu yang sabar dong, ini gue udah dekat kok sama sekolah lu! Sebentar lagi gue juga sampai disana, tunggu ya jangan telpon terus!" ucap Keenan lembut.


📞"Ih bukan gitu bang! Gue mau cerita sama lu, barusan tuh si Harrison yang sempat nyulik gue datang lagi ke sekolah. Dia maksa-maksa gue buat ikut sama dia! Jelas aja gue gak mau, akhirnya gue kabur deh!" ucap Celine masih panik.


📞"Apa?? Harrison datang ke sekolah lu? Kok bisa sih? Ah sial, dia pasti emang udah selidiki tentang lu!" ujar Keenan.


📞"Itu dia bang, makanya gue panik banget sekarang! Tolong ya bang, lu datang kesini jemput gue! Gue takut Harrison masih kejar gue, terus dia culik gue lagi!" ucap Celine.


📞"I-i-iya, gue kesana sekarang. Lu shareloc aja tepatnya lu ada dimana ya!" ujar Keenan.


📞"Iya bang, makasih!" ucap Celine sedikit lega.


Tuuutttt...


Setelah telpon terputus, Keenan pun merasa bimbang harus bagaimana saat ini.


Keenan tampak pusing dan tak tahu mana yang harus ia prioritaskan kali ini.


"Saya harus kerjain yang mana dulu ya? Kalau saya datang ke lokasi perampokan itu, kasihan Celine! Tapi, kalau saya jemput Celine duluan dan antar dia pulang, gimana cara saya buat bisa cari tahu tentang perampokan itu?" gumamnya.


"Aaarrgghh pusing banget!!" geramnya.


Akhirnya Keenan memilih menjemput adiknya lebih dulu, namun tetap ia melaporkan semua yang terjadi pada orang suruhannya saat menerima barang pesanan Albert.


"Iya, saya harus hubungi tuan Albert! Barangkali tuan Albert bisa bantu saya!" ujarnya.


Tanpa basa-basi lagi, Keenan pun mulai menghubungi Albert untuk menceritakan semuanya kepada sang bos.


📞"Halo tuan, maaf saya ganggu! Tapi, barusan saya dapat kabar dari salah seorang suruhan saya yang bertugas mengambil barang pesanan tuan. Dia bilang kalau ada perampok yang cegat mereka dan mengambil paksa barang itu dari mereka, jumlah itu lebih banyak dari mereka dan mereka pun gak bisa pertahanin barang itu tuan." ucap Keenan melapor pada bosnya.


📞"Hah? Mereka dirampok? Gimana bisa? Selama ini transaksi saya dengan Mr. Gerald itu selalu berjalan mulus dan belum pernah ada kejadian seperti ini, bagaimana caranya perampok itu bisa tahu kalau barang yang dibawa itu barang mahal?" ujar Albert sangat terkejut.


📞"Saya juga kurang tahu, tuan. Tapi, saya pun curiga kalau ini semua ada dalangnya. Saya yakin kalau perampok itu adalah suruhan orang, ya walau saya belum tahu siapa yang suruh mereka." kata Keenan.


📞"Sial! Yasudah, saya minta kamu untuk selidiki ini semua! Saya ingin barang saya kembali, karena itu sangat dibutuhkan!" titah Albert.


📞"Maaf tuan! Tapi, untuk sekarang ini saya belum bisa melakukan itu. Saya harus jemput adik saya dulu di sekolah, dia ketakutan setelah Harrison datang ke sekolahnya." kata Keenan.


📞"Hah? Harrison datangi adik kamu lagi?" ujar Albert terkejut.


📞"Iya tuan, itu sebabnya saya harus amankan Celine dulu saat ini!" ucap Keenan.


📞"Baiklah, kamu urus saja dulu adik kamu itu sampai dia aman ya! Biar masalah perampokan ini saya yang handle!" ucap Albert.


📞"Baik tuan! Saya janji setelah Celine aman, pasti saya akan ikut membantu tuan!" ucap Keenan.


📞"Ya, saya tunggu itu!" ucap Albert.


Tuuutttt...


Keenan merasa lega setelah Albert memberi izin padanya untuk menjemput Celine lebih dulu.


Tentu saja Keenan langsung mengarahkan mobilnya menuju lokasi yang sudah dikirimkan oleh Celine untuk menjemput gadis itu.




Sementara itu, Albert juga tampak geram plus kebingungan bagaimana bisa ada perampok yang mengambil barang miliknya.


Rionaldo yang kebetulan ada disana, turut penasaran apa yang terjadi pada Albert karena pria itu tampak emosi.


"Albert, ada apa?" tanya Rio penasaran.


"Eee begini Rio, barusan Keenan kasih info ke saya kalau barang yang saya pesan ternyata dirampok sama orang-orang gak bertanggung jawab. Saya curiga rampok itu suruhan orang!" jawab Albert.


"Hah? Kenapa kamu bisa curiga begitu, Albert?" tanya Rio.


"Entahlah, itu cuma dugaan saya sih. Tapi, saya mau selidiki ini semua dan cari kemana perampok itu bawa barang milik saya!" ucap Albert.


"Gimana caranya? Emang kamu tahu siapa perampok itu, atau siapa yang sudah menyuruh mereka?" tanya Rio.


"Saya harus hubungi orang yang diminta Keenan untuk mengambil pesanan saya! Barangkali mereka tahu ciri-ciri si perampok, supaya saya bisa punya petunjuk buat cari mereka!" ucap Albert.


"Baiklah, kamu hubungi saja dulu mereka! Saya pasti siap buat bantu kamu!" ucap Rio.


"Thanks Rio!" ucap Albert.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2