Dinikahi Ceo Kejam

Dinikahi Ceo Kejam
Rencana Keenan


__ADS_3

Hari telah pagi, nasib Keenan kini sudah diujung tanduk mengingat Harrison berkata akan menghabisinya hari ini. Namun, pria itu tak menyerah begitu saja walau cukup sulit bagi dirinya untuk bisa kabur dari sana.


Keenan bersama Celine memang masih berada di rumah Harrison, mereka disekap oleh pria tersebut sebagai bagian dari rencana menghancurkan Albert, seperti yang sudah disusun sebelumnya oleh Harrison dan juga Darius.


Sepasang adik-kakak itu pun saling berpelukan ketika membuka mata, memang Keenan tak tidur semalaman demi menjaga adik tercintanya, ia berbaring di sebelah Celine sepanjang malam dan memastikan bahwa tidak ada siapapun yang mengganggu adiknya.


"Bang, lu kok udah bangun aja sih? Dari jam berapa lu bangun? Atau jangan-jangan lu gak tidur ya?" tanya Celine penasaran sekaligus curiga.


"Gue tidur kok, tapi setelah lu tidur semalam. Gue juga bangun lebih awal dari lu, lagian kan emang biasanya selalu begitu. Udah deh, gausah nuduh yang enggak-enggak terus ke gue!" ucap Keenan.


"Iya bang, gue kan cuma nanya. Yaudah, baguslah kalo lu tidur mah!" ucap Celine.


Cupp!


Pria itu mengecup kening adiknya sambil terus mengusap punggung Celine dan mengeratkan pelukannya, pelukan itu begitu posesif seakan Keenan tak ingin melepaskan Celine dan akan selalu menjaganya sampai kapanpun.


"Bang, jangan kuat-kuat dong meluknya! Gue susah nafas tau!" pinta Celine yang kehabisan nafas.


"Hahaha, iya iya maaf sayang! Gue cuma gak mau kehilangan lu Cel, karena lu satu-satunya keluarga yang gue punya sekarang! Gue juga udah janji sama papa mama buat jagain lu, jadi gue harus tepati itu supaya gue gak durhaka!" ucap Keenan mengendurkan pelukannya, tapi tidak dilepas.


"Gue tahu kok bang, lu juga gak perlu khawatir karena gue gak bakal kenapa-napa kok! Justru sekarang gue yang cemas sama lu, gue takut Harrison bakal lukai lu bang!" ucap Celine.


"Tenang aja! Gak ada siapapun yang bisa lukai gue, apalagi ketika gue lagi sama lu. Karena lu itu sumber kekuatan gue Cel, makanya lu harus selalu ada disisi gue ya, supaya gue kuat dan bisa lawan mereka semua nanti!" ucap Keenan.


"Itu mah pasti dong!" ucap Celine tersenyum.


Keenan membalas senyum gadis itu, namun tetap saja di hatinya masih merasa cemas dan khawatir jika terjadi sesuatu pada dirinya nanti dan tidak akan ada yang bisa menjaga adiknya selain dirinya.


"Bang, udah lu jangan peluk gue terus begini! Emang lu gak kebauan apa? Gue kan dari kemarin belum mandi tau," ucap Celine.


"Bagi gue bau lu itu spesial banget! Gue selalu suka tiap kali cium bau lu, karena itu bikin gue makin sayang sama lu! Dengan gue cium bau lu, itu artinya lu ada di dekat gue dan gue gak perlu khawatir buat cari lu!" ucap Keenan.


Celine dibuat berbunga-bunga saat abangnya mengatakan itu, kini ia pun juga memeluk sang kakak dengan erat sembari membenamkan wajahnya pada dada Keenan dengan posisi berbaring.


"Gue bakal selalu jaga dan lindungin lu, Celine! Gue janji!" batin Keenan merasa sedih.


Tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu dari luar.


TOK TOK TOK...


"Woi! Bangun lu pada bangun!"


Mendengar suara teriakan itu, sontak Keenan segera menoleh ke arah pintu tanpa melepaskan pelukannya dari sang adik. Celine yang ada di sebelahnya itu pun juga panik dan cemas.


"Bang, mereka udah datang. Kayaknya kita harus siap-siap deh!" ucap Celine.


"Iya, lu benar. Ayo kita lakukan sesuai rencana yang udah kita susun semalam! Tapi ingat, lu gak boleh jauh-jauh dari gue okay!" ucap Keenan.


"Iya bang," ucap Celine mengangguk cepat.


Mereka pun bangkit dari kasur, Keenan mengambil posisi untuk bersembunyi di balik pintu. Celine tetap pada tempatnya dan berusaha menghalangi pandangan anak buah Harrison yang akan masuk.


Ceklek...


Begitu pintu terbuka, dua orang anak buah Harrison itu pun masuk ke dalam menghampiri Celine, namun yang satu hanya berada di dekat pintu sambil memegangi kenop pintu tersebut.


"Heh! Ini sarapan buat lu sama abang lu, silahkan dimakan supaya lu berdua punya tenaga sebelum waktu eksekusi dimulai!" ucap seorang preman, sebut saja namanya Dion.


"Gue gak mau sarapan! Lauknya itu-itu terus sih, gue bosen tau!" ujar Celine.


"Banyak omong lu! Udah bagus kita kasih makan, malah minta lebih lagi lu! Buruan makan, jangan sampai lu yang gue makan!" bentak Dion.


"Haish, iye iye..."


Celine pun mengambil piring dari tangan Dion dengan wajah cemberutnya, lalu meletakkan dua piring tersebut di atas nakas dan kembali menatap wajah Dion.


"Eh ya, abang lu kemana? Kok dia kagak ada disini?" tanya Dion heran.


"Mana gue tahu, daritadi pas gue bangun juga dia udah gak ada." jawab Celine santai.


"Jangan bohong lu! Cepat kasih tahu ke gue, dimana abang lu!" bentak Dion.


"Apaan sih? Gue gak tahu!" tegas Celine.


"Wah kurang ajar! Jangan-jangan tuh orang kabur lagi Ben, coba dah Ben lu lapor ke bos Zayn kalo salah satu tawanan kita kabur!" ucap Dion langsung memerintahkan temannya untuk melapor kepada bosnya.


"Oke On! Eh tapi, kalo si bos malah marah gimana? Mending kita coba cari dulu di sekitar sini!" ucap temannya yang bernama Benjol.

__ADS_1


"Iya juga sih, yaudah lu masuk sini! Kita obrak-abrik seisi kamar ini!" perintah Dion.


"Siap On!" Benjol langsung melangkah masuk sesuai perintah dari Dion.


Namun, ketika Benjol hendak masuk tiba-tiba saja Keenan langsung mendorong pintu dengan tubuhnya sehingga Benjol pun terpental dan jatuh ke atas lantai.


Braakkk...


"Awhh!! Sialan! On itu dia On!" teriak Benjol.


Dion pun langsung menatap Keenan dengan bengis bercampur emosi.


"Wah kurang ajar! Lu mau main-main sama kita, ha?" ujar Dion emosi.


"Gausah banyak omong!" Keenan langsung menyerang Dion tanpa berpikir panjang, namun serangannya masih dapat ditangkis oleh Dion.


Sementara Benjol bangkit lagi dan hendak membantu Dion, namun dihadang oleh Celine.


"Heh! Lu jangan ikut campur, ayo lawan gue!" ucap Celine menantang.


"Hahaha, aduh cantik kamu manis banget sih! Daripada ngelawan kamu, mending aku cium kamu deh!" ujar Benjol sambil tertawa dan menggerakkan tangannya mendekati wajah Celine.


Celine mengambil kesempatan itu untuk memutar dan mematahkan tangan Benjol, seperti yang sudah diajarkan oleh Keenan sebelumnya.


Kreekkk...


"Aakkkhhh!!" pekik Benjol kesakitan.


"Nah, sakit kan? Makanya jangan kebanyakan halu!" ujar Celine.


Bughh...


Celine mengakhiri aksinya dengan menendang bagian sensitif milik Benjol, hingga pria itu meringis cukup keras dan terkapar di lantai.


Dion masih berkelahi dengan Keenan, keduanya cukup seimbang dan butuh waktu yang lama bagi Keenan untuk bisa mengalahkan preman itu.


"Kalau saya terus begini, bisa-bisa rencana saya gagal dan kawan mereka keburu datang. Saya harus segera menuntaskan perkelahian ini!" gumam Keenan dalam hati.


Bughh...


Akhirnya tanpa basa-basi, Keenan pun menendang Dion dan memukulnya sampai pingsan.


"Iya, yuk!" Keenan pun menarik tangan Celine dan membawa gadis itu keluar dari kamar.




Disisi lain, Albert pun masih galau memikirkan Nadira yang hingga kini tak tahu dimana keberadaannya. Ia melamun di balkon rumahnya seorang diri sembari memegangi dagunya dan terus melihat ke langit yang cerah.


Pria itu juga masih bingung, apakah ia harus menerima tawaran Darius atau tidak. Di satu sisi Albert ingin tahu dimana lokasi Nadira sekarang, tapi disisi lain Albert juga tak mau jika ia harus kembali mempekerjakan Vanesa di kantornya, karena akan mengundang masalah.


"Saya harus apa ya? Saya rindu dengan kamu Nadira, saya juga gak mau kehilangan kamu! Tapi, di satu sisi saya pun tidak ingin Vanesa kembali bekerja di kantor saya. Ayolah Nadira, kamu pulang ke rumah supaya saya tidak pusing lagi! Saya janji akan lebih menghargai kamu asalkan kamu mau kembali kesini, kamu bisa pegang janji saya ini Nadira!" gumam Albert dalam hati.


Tak lama kemudian, sang adik alias Chelsea muncul menghampiri Albert dan berdiri di samping pria itu sembari menatapnya dengan rasa iba karena terlihat Albert yang sedang bersedih.


"Kak Albert kasihan banget! Dia kelihatan bener-bener kehilangan Nadira, emang gak tahu diuntung tuh cewek!" batin Chelsea.


Akhirnya Chelsea menegur Albert.


"Kak, kakak jangan melamun terus dong! Kan mama sama anak buah kakak juga lagi usaha buat cari si Nadira, harusnya kak Albert gak perlu sedih kayak gini! Kalau kakak masih sedih, yang ada kakak malah sakit tau!" ucap Chelsea.


"Kamu ngapain sih kesini? Kakak lagi gak mau diganggu, kan kakak udah bilang sebelumnya. Mending kamu keluar sana, jangan bikin kakak emosi!" ujar Albert mengusir adiknya.


"Kak, mau kakak usir aku kayak apa juga aku gak bakal pergi dari sini! Aku mau hibur kakak, karena aku juga sedih lihat kakak begini! Ayolah kak, mana kak Albert yang aku kenal?" ucap Chelsea.


"Chelsea, kakak ini lagi pusing mikirin Nadira. Kamu tolong ngertiin kakak dong!" ucap Albert.


"Iya kak, aku ngerti. Makanya sekarang aku datang kesini buat hibur kakak, ayolah kakak jangan sedih terus begitu! Aku kan ada disini buat kakak, aku juga yakin Nadira pasti ketemu kok! Tapi, sekarang kakak juga harus semangat dan gak boleh sedih terus kayak gitu!" ucap Chelsea.


Albert justru membuang muka dan tidak menjawab perkataan Chelsea, sang adik pun tersenyum saja lalu duduk di samping kakaknya itu.


"Kak, kakak ingat gak waktu dulu aku galau habis-habisan sewaktu diputusin mantan aku? Kan waktu itu kakak bilang ke aku, kita gak boleh mikirin sampah yang bikin hidup kita hancur. Terus, kenapa kakak..."


"Maksud kamu apa?!" potong Albert emosi.


Sontak Chelsea terkejut ketika ditatap tajam oleh sang kakak dari jarak dekat, apalagi terlihat kalau Albert sangat emosi dan membuat jantung gadis itu seakan tak berdetak.

__ADS_1


"Eee kakak kenapa marah sih? Itu semua kan kakak sendiri yang bilang, aku cuma mau sampein apa yang kakak bilang ke aku dulu. Apa salah?" ucap Chelsea berusaha tetap tenang.


"Ya tapi kata-kata itu gak pantas ditujukan ke Nadira! Emangnya kamu pikir Nadira itu sampai di kehidupan kakak, ha?!" bentak Albert.


"Mana aku tahu kak," Chelsea memalingkan wajahnya berusaha menghindari tatapan Albert.


Namun, Albert justru menarik wajah gadis itu dan mencengkeram rahang nya erat sambil melotot ke arah Chelsea, membuat gadis itu semakin panik tak tahu lagi harus bagaimana.


"Heh! Dengar ya, Nadira itu bukan sampah bagi kakak! Dia justru lebih dari sekedar berlian, Nadira adalah barang berharga milik kakak dan kakak gak bisa kehilangan dia! Asal kamu tahu aja sayang, kakak tidak bisa hidup tanpa Nadira!" ucap Albert.


"Oh ya? Menurut aku, kakak terlalu lebay deh! Buktinya sekarang kakak masih bisa hidup dan gak kenapa-napa kan?" ucap Chelsea.


"Sekali lagi kamu bicara kayak gitu, kakak patahkan rahang kamu ini!" ancam Albert.


"Awhh jangan kak! Iya iya, aku minta maaf aku janji gak akan bilang begitu lagi tentang Nadira!" ucap Chelsea memohon pada Albert.


"Yasudah, sana pergi!" tegas Albert.


Albert langsung menghempaskan wajah Chelsea begitu saja dengan kasar, Chelsea yang ketakutan pun memilih pergi dari sana tak mau jika nantinya Albert akan melukainya.


"Ish, kak Albert benar-benar udah berubah. Ini semua karena Nadira!" batin Chelsea.




Sementara itu, Nadira sedang terduduk seorang diri di sofa sambil menonton televisi dan menikmati secangkir teh hangat buatannya serta biskuit yang diberikan Cakra semalam untuk menemaninya.


Ya Nadira dan Cakra memang tidak tinggal bersama, mereka tahu jika itu tak dibenarkan mengingat mereka bukanlah sepasang suami-istri, walau Cakra sangat ingin dapat bersama Nadira untuk selamanya.


"Cakra kok belum datang ya? Katanya dia mau bawain sarapan buat aku, tapi kenapa sampai jam segini juga belum sampai?" ujarnya kebingungan.


Ting tong ting tong...


Tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi dari depan pintu apartemen itu, tentu saja Nadira bergegas bangkit dan meletakkan cangkir tehnya di atas meja untuk mengecek siapa yang datang.


"Itu pasti Cakra!" Nadira mengira tamunya adalah Cakra, ia pun bergerak menuju pintu.


Ting tong ting tong...


Orang di luar kembali menekan bel seperti tidak sabaran, Nadira pun mempercepat langkahnya sembari berteriak keras, "Sebentar!" teriaknya.


Ceklek...


Nadira membuka pintu dan reflek berkata, "Cakra, kamu kenapa gak langsung masuk aja sih? Kamu kan punya—"


Ucapannya terhenti lantaran yang di hadapannya saat ini bukanlah Cakra, melainkan pria lain yang tidak ia kenali. Pria itu tersenyum menatapnya, lalu mendekat dan mengulurkan tangan.


"Halo! Selamat pagi nona cantik!" ucapnya yang justru membuat Nadira ketakutan.


"Ka-kamu siapa ya?" tanya Nadira menelisik.


"Oh, perkenalkan saya Juan. Saya ini kakaknya Cakra dan saya kesini diminta sama dia, nih saya udah bawakan kamu sarapan!" jawabnya.


"Kakaknya Cakra? Masa sih? Kok dia gak pernah cerita ke aku kalau dia punya saudara?" ujar Nadira tak percaya begitu saja.


"Eee kalau kamu gak percaya, saya bisa kok tunjukkan buktinya ke kamu." pria itu tersenyum kemudian menunjukkan bukti chat dengan Cakra, dan disitu tertera Cakra menyebutnya 'bang'.


"Bagaimana? Sudah percaya? Kalau belum, saya bisa telfon adik saya sekarang!" tanya Juan.


"Eee tidak perlu, aku percaya kok. Yasudah, terimakasih ya kamu mau antarkan sarapan untuk aku!" ucap Nadira.


"Sama-sama," ucap Juan singkat dan tersenyum.


Lalu, wanita itu pun mengambil bingkisan makanan dari tangan Juan dan hendak masuk kembali ke dalam apartemennya. Akan tetapi, ia merasa heran karena Juan hanya berdiam diri disana dan tidak pergi.


"Kamu ngapain masih disini? Ada keperluan lain?" tanya Nadira penasaran.


"Saya gak diajak masuk nih? Itu sarapannya saya bawa dua loh, satu untuk kamu dan satu lagi untuk saya. Kita sarapan bareng yuk! Boleh kan cantik?" ucap Juan sambil mencolek wajah Nadira.


"Ish, jangan macam-macam ya! Aku bisa teriak loh supaya kamu diusir dari sini! Sebaiknya kamu pergi, atau— mmppphhh..." tak sempat Nadira menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba Juan sudah membekap mulutnya dan membawanya masuk.


"Atau apa ha? Kamu gak bisa apa-apa cantik, sudahlah kamu diam saja dan ikuti kemauan saya!" ucap Juan tersenyum smirk seraya menyeret tubuh Nadira ke dalam apartemen.


Tak lupa Juan mengunci pintu itu dengan rapat agar tidak ada siapapun yang dapat masuk.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2