Dinikahi Ceo Kejam

Dinikahi Ceo Kejam
Mulai candu


__ADS_3

🔞🔞🔞


Ceklek....


Albert masuk ke dalam kamarnya, ia langsung menutup pintu dengan keras dan tak lupa menguncinya.


Lalu, pria itu mengarahkan pandangan ke Nadira. Terlihat istrinya itu tengah tertidur pulas di ranjang menghadap ke samping, sehingga Albert berpikir kalau tak mungkin Nadira bertemu dengan Darius.


Tanpa berlama-lama lagi, Albert pun coba maju mendekati Nadira untuk mengecek apakah wanita itu benar-benar tertidur atau hanya membohonginya.


Namun, milik Albert justru mengeras akibat melihat tubuh Nadira yang sepertinya polos tanpa mengenakan pakaian. Hal itu ia duga karena punggung Nadira terekspos jelas di matanya, dan membuat Albert yakin kalau Nadira tengah telanjang.



...*Ilustrasi Nadira biar gak bingung....


Perlahan Albert menaiki ranjang dan mendekati Nadira, ia tersenyum puas saat melihat Nadira benar-benar tertidur dengan tubuh telanjangnya, tentu saja hal itu tak mau disia-siakan oleh Albert.


Pria itu langsung melepas sepatu serta gesper yang ia kenakan, lalu mendekap tubuh Nadira dari samping dan mencium tengkuk istrinya itu dengan lembut.


Cupp!


Nadira mengerang pelan merasakan ada sesuatu yang menyentuh tubuhnya, ia pun membuka mata karena sebenarnya ia hanya berpura-pura agar tak membuat Albert curiga.


Nadira pun menoleh ke belakang, ia melihat suaminya itu tengah mencumbui leher sampai ke punggungnya.


"Tu-tuan?" ucap Nadira gugup.


"Hey, kenapa kamu bangun ha? Atau jangan-jangan barusan kamu cuma pura-pura tidur, iya?" ujar Albert.


Sontak Nadira merasa panik.


"Eee enggak kok, saya gak pura-pura tidur tuan! Saya kebangun kan karena ulah tuan, kenapa tuan tiba-tiba cium tubuh saya kayak gitu?" elak Nadira.


"Oh gitu, jangan salahin saya dong! Suruh siapa kamu tidur tapi gak pake baju kayak gini? Jelas-jelas ini mengundang hawa nafsuu saya, jadi wajarlah kalau saya begini ke kamu!" ucap Albert santai.


"Tuan, saya pikir tuan masih lama pulangnya. Itu sebabnya saya berani tidur telanjang," ucap Nadira.


"Kamu udah pernah begini sebelumnya?" tanya Albert.


Wanita itu mengangguk pelan, ia tak bisa lagi menyembunyikan rasa malu di dalam hatinya. Seketika rona merah muncul di pipinya, menandakan kalau ia sangat-sangat malu setelah Albert memergoki dirinya tertidur dalam kondisi telanjang.


"Waw bagus! Mulai sekarang saya minta kamu terus begini ya!" ucap Albert.


"Apa?" ujar Nadira kaget.


"Iya Nadira, puaskan saya dan lakukan semua yang saya perintahkan dengan benar! Maka kamu tidak akan saya sakiti lagi, paham?" ucap Albert.

__ADS_1


"Paham tuan!" ucap Nadira mengangguk.


"Yasudah, kamu boleh lanjut tidur! Biar saya yang bermain dengan tubuh kamu!" ucap Albert.


"Eee saya gak bisa tidur lagi, tuan!" ucap Nadira.


"Loh kenapa?" tanya Albert heran.


"Kalau udah kebangun, saya suka susah tidur lagi! Jadi biarin aja saya buka mata tuan, lagian saya juga gak akan ngelawan lagi kok! Kan tuan udah jadi suami sah saya," jawab Nadira sambil tersenyum.


Melihat senyum manis di wajah Nadira, membuat Albert merasa berbunga-bunga. Baru kali ini ia melihat senyuman itu, karena memang biasanya Nadira selalu menangis saat berada di dekatnya.


"Kamu manis sekali! Saya akan bermain lembut kali ini, supaya kamu bisa merasakan kenikmatan yang selama ini saya rasakan!" ucap Albert.


"Sure?" tanya Nadira tak percaya.


"Very sure!" jawab Albert mantap.


Pria itu langsung beralih posisi dan menindih Nadira dengan cepat, ia menyingkirkan selimut yang menghalangi dan mulai merabaa-rabaa tubuh polos Nadira sembari melepas kancing kemejanya.


"You are mine, Nadira!" bisik Albert di telinga istrinya.


Seketika wanita itu merinding, kata-kata Albert seakan merasuk ke dalam hatinya.


"Huh syukurlah tuan Albert gak curiga! Walau aku harus terpaksa layanin dia lagi!" batin Nadira.


"Tapi, kenapa ya aku malah suka disentuh tuan Albert kayak gini? Apalagi tuan Albert benar-benar lembut banget kali ini, kayaknya aku udah mulai kecanduan deh!" sambungnya.


•


•


Namun, tak lama kemudian muncul seorang pria tua yang tidak lain adalah Mr. Harrison. Pria itu mendekati Vanesa dan mengusap wajah sekretaris cantik itu dengan tangannya, sehingga Vanesa pun terbangun kembali.


"Papa? Ish papa ngapain sih gangguin aku? Aku ini lagi capek banget tau pah!" ujar Vanesa.


"Capek? Emang kamu abis ngapain aja di kantor? Si Albert itu nyuruh apa lagi ke kamu, ha? Dia minta kamu lari turun-naik tangga?" tanya Harrison.


"Ya enggak gitu juga lah! Tapi, hari ini tuh kerjaan aku banyak banget pah!" ucap Vanesa.


"Memangnya hari ini ada apa aja di kantor? Oh ya, si Albert ada datang ke kantor gak tadi? Atau dia malah asik sama bisnis gelapnya itu, jadi dia lupa sama kantornya!" tanya Harrison.


"Tadi sih dia gak datang, pah. Cuman aku gak tahu alasannya apa, bisa jadi emang bener bos Albert lagi ngurusin bisnis ilegalnya yang lumayan besar itu!" jawab Vanesa.


Harrison terdiam manggut-manggut.


"Emang kenapa sih, pah? Papa kok kayaknya kepo banget sama urusan bos Albert? Apa yang lagi papa rencanain sebenarnya?" tanya Vanesa.

__ADS_1


"Kamu gak perlu tau sayang! Lakukan saja tugas kamu buat jadi mata-mata di kantor Albert, lalu kalau sudah waktunya baru kamu kerok semua keuntungan Albert disana!" ucap Harrison.


"Iya pah, tapi sekarang aku mau istirahat dulu capek!" ucap Vanesa.


"Yaudah sana tidur di kamar! Kamu ini kerja tapi kok ngeluh mulu?!" cibir Harrison.


"Ih bukan ngeluh, emang lagi capek!" ucap Vanesa.


"Iya iya, udah sana ke kamar!" ucap Harrison.


"Hehe oke pah!" ucap Vanesa nyengir.


Gadis itu mengambil tasnya, lalu melangkah pergi menuju kamarnya. Sedangkan Harrison masih tetap berada disana, ia tersenyum puas karena rencana awalnya untuk mengeruk keuntungan Albert masih berjalan dengan mulus tanpa ketahuan.


"Hahaha, kamu sebentar lagi akan kehilangan apa yang menjadi titik sukses kamu Albert!" gumamnya.


Sementara Vanesa sendiri masih memperhatikan papanya sejenak dari atas tangga.


"Pah, andai papa tahu kalau menyuruh aku bekerja di perusahaan bos Albert itu udah bikin aku kehilangan kesucian aku, pah! Apa papa masih bisa senyum kayak gitu?" batin Vanesa.


•


•


"Aahhh aakkhhuu maauuu sampaii...." racau Nadira sembari meremass sprei dengan kuat dan memejamkan mata.


"Bersama sayang!" ucap Albert ngos-ngosan.


Pria itu memompa pinggulnya dengan lebih kuat dan cepat, lalu mulai mencapai puncaknya dan menyemprotkan cairan miliknya ke dalam rahim sang istri secara bersamaan.


Keduanya pun kompak mengatakan, "Aaahhh" dan Albert ambruk di atas tubuh istrinya.


Cupp!


Albert mengecup sekilas bibir Nadira.


"Sayang, kamu benar-benar nikmat! Rasanya saya gak bisa berhenti genjot kamu! Kita langsung aja mulai ronde dua, ya?" ucap Albert.


"Eee tuan, tapi saya—"


"Sssttt! Kamu diam dan nikmati! Saya akan bikin kamu terbang setinggi mungkin!" potong Albert.


"Tapi tuan, aku masih sakit!" ucap Nadira merintih.


Albert tersenyum kemudian mencabut miliknya dari dalam sana, namun mulutnya kembali beraksi meraup dua buah gundukan kenyal milik sang istri dan melahapnya seperti bayi kelaparan.


Tangan-tangannya juga tak tinggal diam, ia mengarahkannya pada gundukan Nadira dan juga bagian bawah wanita itu secara bersamaan, ya Albert berhasil mengobok-obok milik Nadira dengan ganas sehingga wanita itu berteriak kenikmatan.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2